Bintang dalam kelompok 47 Tucanae NGC 104 yang bermigrasi


Science | 18 May 2015

Dalam sebuah galaksi terdapat kelompok bintang di beberapa tempat yang disebut globular cluster. Dimana bintang tersebut berkelompok dan jumlahnya sangat banyak. Jumlah mencapai ribuan bintang berada di satu radius yang dekat.

Penemuan kali ini menceritakan kelompok bintang yang besar, ternyata terjadi migrasi. Posisi bintang akan berada dalam satu kelompok, dan saling berinteraksi dengan gravitasi. Sehingga keseluruhan bintang akan berdiam di satu tempat dan saling seimbang. Tapi tidak selamanya terjadi seperti,  penemuan terbaru ketika bintang kehilangan massanya akan terjadi proses migrasi atau bintang yang pergi menjauh dari kelompoknya sendiri.

Astronom telah mendapatkan foto dimana bintang kerdil atau white dwarf melakukan migrasi bergerak menjauh dari kelompoknya sendiri. Cerita bintang disana agak berbeda, yaitu di globular cluster 47 Tucanae. Dimana tempat tersebut terdapat bintang ukuran besar. Karena bintang besar umumnya memiliki umur lebih singkat, terlalu banyak membakar gas lalu mulai memasuki tahap mati yang disebut bintang kerdil

Di tempat 47 Tucanae banyak ditemukan bintang kerdil dari total sekitar 200 ribu bintang disana. Dan sebagian bintang kerdil mulai bergeser menjauh dari posisi sebeleumnya. Dalam sebuah kelompok bintang, bintang akan saling menarik dan membuat posisi diam , seimbang dan tidak bergeser keluar dari formasi. Seperti planet di tata surya kita, posisinya relatif tetap sama dimana urutan planet dari Merkurius sampai Pluto.
Tetapi untuk bintang yang memasuki fase kematian, maka massa bintang akan kehilangan berat. Ketika itulah bintang mulai mulai lepas dari daya gravitasi bintang lainnya , dan perlahan bergeser dari posisi awal dan pergi menjauh ke tepian

Tempat tersebut dinamai  47 Tucanae, terdapat sekelompok bintang yang sangat padat, diperkirakan sekitar 200 ribu bintang. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Bumi, antara 16.700 tahun cahaya dan berada di konstelasi Tucana. Peneliti dari universitas Briths Columbia Vancouver pertama yang memberikan penjelasan keunikan dari  Globular Cluster 47 Tucanae.
Tim ini melihat sekitar 1/4 bintang katai putih atau bintang kerdil yang usianya relatif muda bergeser. Dan bintang tersebut perlahan bergerak menjauhi kelompoknya. Proses terjadinya tidak terlalu lama, hanya ratusan juta tahun. Sedangkan usia kelompok bintang disana sudah berusia 10 miliar tahun.

Peneliti mengunakan teleskop Hubble dengan kemampuan menangkap cahaya ultraviolet. Setidaknya ada 3000 bintang katai putih yang terbagi dalam 2 kelompok dalam usia dan orbit bintang yang beragam.
  • Satu kelompok kecil bintang yang menjelang mati, diperkirakan baru berusia 6 juta tahun, terlihat mulai melakukan perjalanan menjauh dari kelompok utama.
  • Kelompok bintang lainnya lebih tua, mencapai 100 juta tahun, dan sudah pergi menjauh lebih dahulu dengan bergeser sampai jarak 1,5 tahun cahaya atau hampir 13 triliun mil jauhnya.
Peneliti mengunakan teleskop Hubble karena satu satunya teleskop yang dilengkapi pengamatan cahaya ultraviolet. Sementara teleskop di Bumi tidak dapat melakukan pengamatan karena terhalang oleh atmofer Bumi. Peneliti dapat memperkirakan usia bintang  yang bergerak disana berdasarkan warna. Yang mewakiliki suhu dari bintang kerdil dimana akan sangat terlihat dengan kekuatan cahaya Ultraviolet.
Peneliti mengatakan kelompok bintang yang bermigrasi ini adalah kelompok paling besar dari sebuah cluster bintang yang pernah ditemukan di galaksi kita.

Bintang kerdil yang ada disana, perlahan terus bergerak menjauh dari kelompoknya dengan kecepatan 45km perjam. Hanya pergerakan bintang terus terjadi selama 40 juta tahun sampai bintang kerdil tersebut mendapatkan keseimbangan baru dan berada di pinggiran kelompok bintang utama.



Teori tentang kematian bintang dimulai dengan fase inti sebuah bintang yang kehilangan kekuatan gravitasinya. Lalu mengembang menjadi gas raksasa merah dan meledak. Banyak peneliti mengatakan pada fase tersebut maka bintang akan kehilangan berat massanya. Tapi dari pengamatan teleskop Hubble, bintang disana hanya melontarkan 40-50% masanya selama 10 juta tahun. Sebelum bintang tersebut benar benar membakar seluruh gas dan berubah menjadi bintang. Ketika proses berkurangnya massa bintang, maka bintang mulai bergerak keluar dari posisi awal.

Dari penemuan ini diartikan bila sebuah kelompok bintang terdapat bintang yang akan mati dan mulai kehilangan massanya. Bintang tersebut mulai melakukan pergerakan migrasi dan menjauh. Jadi bintang yang berada di dalam sebuah kelompok bintang yang padat. Diperkirakan akan terjadi hal yang sama seperti bintang di Globular Cluster 47 Tucanae.

Globular Cluster 47 Tucanae memiliki nama NGC 104 atau disingkat 47 Tuc. Sebagai kelompok bintang paling terang nomor 2 bila dilihat dari Bumi. Kelompok paling terang adalah Globular Cluster Omega Centauri. Tempat yang dinamai NGC 104 ini, berada 16.700 tahun cahaya jauhnya dari Bumi, dengan lebar di kelompok bintang ini  mencapai 120 tahun cahaya. Kelompok bintang  47 Tucanae dapat dilihat dengan mata telanjang bila berada daerah yang jauh polusi cahaya. Tingkat cahaya benda ini hanya 4.9 magnitude, relatif tidak terlihat bila melihat di dalam kota yang terang.

Penemuan kelompok bintang 47 Tucanae awalnya ditemukan oleh Nicolas Louis pada tahun 1751. Ketika itu dianggap sebagai komet. Ukuran bintang disana jauh lebih besar dari matahari, walau tidak melebihi 1.500 kali dari ukuran matahari.

Gambar pertama adalah tampak cahaya bila melihat kelompok bintang 47 Tucanae. Gambar kedua dan seterusnya adalah bentuk pengamatan dari teleskop Hubble dengan sensor ultraviolet. Pada gambar terakhir di setiap tanda lingkaran terdapat tanda titik biru. Setiap titik tersebut adalah bintang kerdil dimana bintang tersebut seperti melarikan diri dan pergi menjauh.

Bintang dalam kelompok 47 Tucanae NGC 104 yang bermigrasi

Dari informasi diatas. Kita dapat mengetahui kekuatan gravitasi bintang dalam satu kelompok akan berubah. Bila massa bintang mulai menghilang, maka terjadi keseimbangan baru dimana bintang yang awalnya diam dalam satu kelompok akhirnya bergerak dan mulai menjauh keluar. Bagaimana dengan planet yang ada di sekitar bintang tersebut. Belum dapat dikatakan, karena ini adalah penemuan baru. Dimana di alam semesta begitu luas, hal seperti diatas dapat terjadi.

Berita terkait
Matahari adalah sebuah bola gas raksasa. Masuk sebagai bintang ukuran G2, sedikit lebih besar dari bintang terbanyak di galaksi Bima sakti. Usianya 4,5 miliar tahun, disebut usia remaja. Tornado matahari bukan berputar tapi naik ke atas. Lalu apa yang dimaksud dengan Bintang.

Bila anda ditanya untuk memilih pindah ke planet lain, apakah anda ingin tinggal di matahari dengan ukuran besar atau ukuran lebih kecil. Pendapat sebuah planet memiliki air dan berada di zona yang tepat, tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan bintang. Bukan berarti planet tersebut sudah tepat. Tapi ada faktor utama lain yaitu lempeng tektonik serta gunung apa yang menghangatkan planet.



Bintang CS Cha adalah bintang berusia muda tidak hanya satu tapi bintang biner. Disana sedang membentuk tata surya baru. Peneliti melihat ada sebuah planet muncul, dan ukurannya sangat besar disebut Super Jupiter. Atau bisa saja benda tersebut adalah bintang ke 3.

Miika Pursiainen dari University of Southampton menunjukan penemuan baru dalam presentasi bersama ESA dan ilmu ruang angkasa pada 3 April lalu. Sesuatu yang sangat terang terjadi. Tapi bukan ledakan sebuah bintang atau dikenal dengan nebula. Ilmuwan mengapa cahaya yang mendadak terang terjadi.

Bintang AS 209 terletak 410 tahun cahaya dari Bumi. Menjadi sebuah sistem tata surya baru yang baru lahir, diperkirakan baru berusia 1 juta tahun dalam skala kosmos. Setidaknya ada 2 protoplanet akan lahir disana.

Sebuah bintang GJ9827 jaraknya 100 tahun cahaya terletak di konstelasi Pisces. Membuat bingung penelit, awalnya terditeksi seperti Super Earth atau seperti planet Bumi tapi ukurannya lebih besar. Tidak ada planet seperti ini di tata surya

Sebuah bintang di tata surya akan berdampak dengan planet yang mengorbit. Tapi peneliti menemukan sebuah bintang Hat-P-2 disana terdapat exoplanet. Bintang kategori baru disebut BLAP yang kecerahannya berubah-ubah



Bintang seukuran matahari kita rata rata lahir dengan kembaran bahkan 3 bintang bersamaan. Bintang biner atau bintang kembar akan terpisah 500 AU. Sedangkankan bintang ukuran lebih besar juga memiliki bintang kembar tapi menyatu menjadi satu bintang. Kemana kembaran matahari sekarang

Alam semesta ini unik, hal yang tidak biasa dapat terjadi. Tidak selurunya selaras, ada bintang yatim, bintang biner. Satu lagi kelompok bintang M10 atau Globular Cluster NGC 6254. Kelompok bintang ini kadang menyebrang dari bawah ke atas dan kembali turun ditengah tengah galaksi kita.

Daerah komplek bintang Delta Orionis ternyata memiliki bintang yang unik. Disana terdapat 3 bintang berjajar dikenal dengan nama Mintaka. Dapat terlihat ketika malam hari, posisinya berada di sisi barat. Dengan teleskop optik, ketiganya tidak terlihat. Dan hanya tampak dengan teleskop X-Ray Chandra

Sebuah bintang berukuran kecil atau disebut White Dwarf ditemukan sebagai bintang unik. Peneliti dari Warwick melihat dibintang yang sudah mati tersebut terlihat cincin berwarna merah. Cincin tersebut terbentuk akibat bintang tersebut hancur, dan cincin yang terlihat adalah sampah seperti batuan dan debu mengelilingi bintang.

Bintang Hen 2-427 memiliki nama lain yaitu Nebula M1-67, dan di tengah yang menyala adalah bintang WR 124. Berada di konstelasi Sagitarius dan jaraknya 15.000 tahun cahaya dari Bumi.

Mengunakan data teleskop Wise dapat diperkirakan mengapa 2 lengan lebih banyak terbentuk bintang. Sedangkan Bumi berada disisi lengan galaksi lebih kecil Sagittarius Arm. Mengapa 2 lengan di galaksi kita lebih banyak terbentuk bintang.

Bintang di malam hari hanya tampak beberapa bintang yang cahayanya paling terang. Sedangkan bintang lain tidak terlihat seakan bersembunyi. Karena kekuatan cahaya bintang dihitung dengan angka magnitude, dan beberapa bintang memiliki jarak sangat jauh dari Bumi.



Sebuah nebula yang dinamai nebula Henize 2-428. Disana ditemukan bukan satu bintang tapi 2 bintang kerdil dan saling mengorbit. Jadi dua bintang seperti cahaya putih ini sedang saling tarik menarik dengan gravitasinya. Sebagai bom waktu, kapan saja bintang ini akan meledak ketika terjadi pengabungan




No popular articles found.
< /body>