Apakah kita tahu sistem pengaturan di mesin cuci di rumah. Mungkin tidak, sama seperti warga Inggris mereka tidak terlalu peduli setting di mesin cuci mereka. Hal ini terungkap dari sebuah studi toko pengecer dan menanyakan tombol apa yang sering digunakan pada mesin cuci dirumah.

Dari 1000 orang yang ditanyakan di Inggris, hanya 1 dari 10 penguna yang mengetahui dan mengunakan seluruh setting di mesin cuci mereka.
21% lainnya mengatakan mereka mengerti kapan setting pada mesin cuci diperlukan.

Rata rata mesin cuci di Inggris bekerja selama 250 kali dalam setahun. Dan disana terdapat 2,6 juta mesin cuci terjual setiap tahun. Tapi 20% dari pemilik rumah yang disurvei mengatakan hanya mengunakan 1 setting untuk mencuci. 70% lain mengatakan mereka mengunakan 2 , 3 atau 4 setting di mesin cuci mereka.

Yang menarik, 1 dari 3 pemilik mesin cuci jarang mengunakan sistem pemanas 30 derajat untuk mencuci. Karena mereka tahu sistem tersebut akan memboroskan energi dan listrik dibanding suhu air yang mereka butuhkan.

Keunikan lainnya, 60% menjawab mereka lebih memilih jasa laundry dibanding mencuci barang dirumah. Barang yang dimaksud seperti baju yang memerlukan cara membersihakan berbeda, atau mereka tidak tahu bagaimana cara mencucinya. Walau sebenarnya bisa mereka lakukan dirumah, tetap saja baju atau celana yang mahal atau halus akan dibawah ke laundry.

Kebutuhan hidup yang meningkat bagi warga negara Inggris, tentunya mereka harus menghemat biaya. Pada mesin cuci sudah memiliki fitur yang memudahkan agar penguna bisa mengerti apa yang akan mereka cuci pada sebuah mesin. Seperti pengaturan Heavy Duty adalah setting mesin cuci untuk pakaian berat seperti handuk atau seprai atau baju olahraga yang kotor.
Walau setting tersebut sudah ada, pemilik mesin cuci bisa sedikit belajar untuk pengaturan setting. Nantinya biaya listrik, air dapat dihemat mengunakan setting di mesin cuci secara benar.

Kadang teknologi tinggi membuat kehidupan lebih mudah dan menawarkan fitur lebih baik. Masalahanya tidak semua konsumen merasa jelas dengan instruksi di mesin mereka. Mungkin lebih tepat bila produsen mau mendisain mesin cuci yang pintar, seperti bisa membaca jenis pakaian yang dimasukan ke dalam mesin cuci.
Lagi lagi teknologi yang memudahkan, tetapi membuat penguna harus belajar lebih banyak.