Galaksi Dragonfly 44 yang sepi dengan bintang


Science | 27 August 2016

Mei 2016
Peneliti menemukan sebuah galaksi Dragonfly 44, ukurannya tidak besar tapi sepi dengan bintang.

Bila tinggal disana, misalnya manusia hanya akan melihat sangat sedikit bintang di malam hari. Mengapa bintang disana sepi.

Galaksi Dragonfly 44 memang berbeda dimana kepadatan bintang disana hanya 1% dari rata rata jumlah bintang di sebuah galaksi.

Bintang yang ada begitu menyebar dan jumlahnya sangat sedikit. Peneliti dari observasi WM Keck menyebut sebagai galaksi Fluffiest sebagai galaksi pertama yang sepi pertama yang ditemukan. Peneliti mengatakan galaksi seperti ini seharusnya tidak ada.

Jika galaksi Bima Sakti memiliki kepadatan gumpalan gas, bentuknya seperti gumpalan awan gas. Lalu membentuk miliaran bintang.

Sementara di Bumi bisa melihat begitu banyak bintang bahkan melihat garis galaksi Bima Sakti seperti bintang yang membentuk garis cahaya. Sedangkan galaksi Dragonfly 44 terlalu sepi untuk memunculkan bintang. Melihat langit sama saja melihat kegelapan, alias jarang sekali terlihat cahaya bintang.

Jaraknya galaksi Dragonfly 44 terletak 300 juta tahun cahaya jauhnya. Peneliti dari Yale mengatakan hal lain, galaksi ini luar biasa karena mampu bertahan tanpa dirusak oleh galaksi lain dengan ukuran yang sama seperti galaksi Bima Sakti sekitar 100 ribu tahun cahaya.

Seperti gambar dibawah adalah galaksi Dragonfly 44. Bentuknya tidak seperti galaksi biasa, tapi titik cahaya bintang yang sangat jarak dan tidak padat seperti galaksi biasa, sampai terlihat seperti bintang yang saling terpisah lebih jauh.

Galaksi Dragonfly 44 yang sepi dengan bintang

Agustus 2016


Cerita penelitian galaksi minim bintang Dragofly 44 ini belum berakhir. Peneliti baru menyadari galaksi ini memiliki Dark Matter atau materi gelap.

Untuk memeriksa kebenaran tersebut digunakan teleskop Deimos di Keck II, untuk mengukur kecepatan bintang selama 33,5 jam dalam 6 malam untuk menentukan massa galaksi.
Lalu penelitian lebih lanjut dengan Gemini Multi Object Spectrometer / RUPS, dari teleskop 8 meter Gemini North. Tujuannya untuk mengungkap bentuk Halo pada bola abintang disekitar galaksi. Seperti galaksi kita memiliki cahaya halo disekitarnya.
Dengan meneliti gerakan bintang, kita bisa mengetahui berapa banyak materi yang ada disana kata Pieter van Dokkum dari universitas Yale.
Bentuknya tidak dipedulikan, tapi hal lain untuk membuktikan bahwa benda tersebut memang ada.

Di galaksi tersebut terungkap gerakan bintang sangat cepat. Kami menemukan 2x massa lebih banyak yang ditunjukan dari gerakan bintang dibanding massa bintang itu sendiri. Bila ditotal, massa di galaksi DragonFly 44 memiliki jumlah 1 triliun kali massa matahari. Dan massa tersebut sama seperti galaksi kita.
Namun hanya 1/100 dari 1% saja yang berbentuk menjadi bintang. 99,99% adalah Dark Matter.

Dibanding galaksi kita Bima Sakti, memiliki 100x lebih banyak bintang dibanding galaksi tersebut. Galaksi kita adalah lautan bintang, sedangkan galaksi baru hanya berupa gumpalan awan.
Jadi galaksi Dragonfly 44 memiliki perisai untuk melindungi diri mereka sendiri dari serangan intergalaksi.
Penemuan benda Dark Matter disana sebenarnya tidak terduga. Profesor Roberto Abraham dari universitas Toronto dan reka, kami tidak tahu bagaimana galaksi seperti ini bisa terbentuk.

Data dari teleskop Gemini menunjukan, sebagian besar bintang bintang disana terkumpul seperti cluster bintang yang sangat kompak dan padat.

Galaksi 
Dragonfly 44 peneliti mengatakan ada Dark Matter

Berita terkait
Coma Cluster atau satu kluster galaksi raksasa berada di konstelasi Coma Berenices. Tapi bisa terlihat dengan teleskop ukuran besar kelas amatir. Posisinya berada di antara rasi leo dan Bootes, dan paling mudah dilihat pada musim semi dan musim panas. Nasa menyebut banyak kumpulan kota galaksi, tapi disana ditemukan kumpulan bintang yatim yang terlepas dari galaksi induknya

Galaksi NGC 6052 letaknya 230 juta tahun cahaya dari Bumi. Terletak di konstelasi Hercules. Disana terlihat satu galaksi, tapi sebenarnya ada 2 galaksi. Mengapa terlihat satu, sangat mudah ditebak. Kedua galaksi sedang tabrakan. Diabadikan oleh teleskop Hubble dengan kerjasama antara ESA dan Nasa.



Secara umum bentuk galaksi dibagi dua, galaksi spiral dengan lengan dan galaksi elips yang terlihat bundar. Galaksi spiral, akan tampak berwarna kebiruan yang menandakan di galaksi tersebut lebih memunculkan cahaya bintang yang baru lahir.Mengapa lengan galaksi spiral lebih runcing.

Peneliti dari pusat International Centre Radio Astronomy menemukan sebuah galaksi yang luar biasa. Dinamakan NGC 4569 terlihat bergerak begitu cepat sampai meninggalkan gas di belakang galaksi sendiri sejauh 300.000 tahun cahaya. Bahkan gas yang tertinggal memanjang seukuran 5x dari ukuran galaksi NGC 4569.

Kelompok galaksi MACS J067 7015 diabadikan oleh teleskop Hubble. Usianya sangat muda, kurang dari 1 miliar tahun setelah pembentukan alam semesta. Bentuk galaksi kuno ini berukuran kecil dan jumlahnya cukup banyak. Gambar diabadikan Hubble datang terlambat untuk dilihat oleh teleskop sampai 12 miliar tahun cahaya.

Sebuah video tentang Accelerating Universe atau pembuktian apakah benda di alam semesta terus menjauh. Bila ada benda berada di ruang hampa seperti alam semesta ini, apakah semua akan diam ditempatnya. Dijawab semakin cepat menjauh dan terus bergerak semakin menjauh.

Sebuah galaksi HATLAS J090311.6+003906 tampak karena efek gravitasi lensa. Bila dilihat dari bumi, posisi galaksi yang sangat jauh tersebut muncul karena berada di belakang sebuah galaksi SDP.81.



Mengunakan data teleskop Wise dapat diperkirakan mengapa 2 lengan lebih banyak terbentuk bintang. Sedangkan Bumi berada disisi lengan galaksi lebih kecil Sagittarius Arm. Mengapa 2 lengan di galaksi kita lebih banyak terbentuk bintang.

Galaksi J1430+1339 atau Teacup yang jaraknya 1,1 miliar tahun cahaya, astronom mengatakan di galaksi tersebut kemungkinan tidak akan terbentuk bintang baru lagi. Karena inti black hole sangat besar sedang menarik gas dan melontarkan jet dari kebutuhan gas untuk pembentukan bintang

Bentuk galaksi Bima Sakti, kali ini tampak berbeda. Diabadikan dari satelit ruang angkasa Planck milik ESA, tidak mengabadikan cahaya bintang saja. Tapi menangkap debu dan gas, partikel serta medan magnet yang lebih rinci. Peta yang dibuat dibawah ini adalah hasil foto dengan 4 warna berbeda.

Film pendek tentang keindahan galaksi, memberikan gambaran luasnya alam semesta dan bentuk dari beberapa benda di ruang angkasa. Salah satu animasi yang dibuat seperti Black Hole yang melontar gas atau Jet begitu jauh dari inti galaksi.

Galaksi NGC 1291 terletak 33 tahun cahaya. Galaksi ini memiliki keunikan dengan cahaya yang tampak seperti cincin atau halo. Karena bintang yang usia muda baru terbentuk dan muncul dibagian luar galaksi. Mengapa bintang disana sampai membuat pola seperti cincin.




No popular articles found.
< /body>