Mei 2016
Peneliti menemukan sebuah galaksi Dragonfly 44, ukurannya tidak besar tapi sepi dengan bintang.

Bila tinggal disana, misalnya manusia hanya akan melihat sangat sedikit bintang di malam hari. Mengapa bintang disana sepi.

Galaksi Dragonfly 44 memang berbeda dimana kepadatan bintang disana hanya 1% dari rata rata jumlah bintang di sebuah galaksi.

Bintang yang ada begitu menyebar dan jumlahnya sangat sedikit. Peneliti dari observasi WM Keck menyebut sebagai galaksi Fluffiest sebagai galaksi pertama yang sepi pertama yang ditemukan. Peneliti mengatakan galaksi seperti ini seharusnya tidak ada.

Jika galaksi Bima Sakti memiliki kepadatan gumpalan gas, bentuknya seperti gumpalan awan gas. Lalu membentuk miliaran bintang.

Sementara di Bumi bisa melihat begitu banyak bintang bahkan melihat garis galaksi Bima Sakti seperti bintang yang membentuk garis cahaya. Sedangkan galaksi Dragonfly 44 terlalu sepi untuk memunculkan bintang. Melihat langit sama saja melihat kegelapan, alias jarang sekali terlihat cahaya bintang.

Jaraknya galaksi Dragonfly 44 terletak 300 juta tahun cahaya jauhnya. Peneliti dari Yale mengatakan hal lain, galaksi ini luar biasa karena mampu bertahan tanpa dirusak oleh galaksi lain dengan ukuran yang sama seperti galaksi Bima Sakti sekitar 100 ribu tahun cahaya.

Seperti gambar dibawah adalah galaksi Dragonfly 44. Bentuknya tidak seperti galaksi biasa, tapi titik cahaya bintang yang sangat jarak dan tidak padat seperti galaksi biasa, sampai terlihat seperti bintang yang saling terpisah lebih jauh.

Galaksi Dragonfly 44 yang sepi dengan bintang

Agustus 2016
Cerita penelitian galaksi minim bintang Dragofly 44 ini belum berakhir. Peneliti baru menyadari galaksi ini memiliki Dark Matter atau materi gelap.

Untuk memeriksa kebenaran tersebut digunakan teleskop Deimos di Keck II, untuk mengukur kecepatan bintang selama 33,5 jam dalam 6 malam untuk menentukan massa galaksi.
Lalu penelitian lebih lanjut dengan Gemini Multi Object Spectrometer / RUPS, dari teleskop 8 meter Gemini North. Tujuannya untuk mengungkap bentuk Halo pada bola abintang disekitar galaksi. Seperti galaksi kita memiliki cahaya halo disekitarnya.
Dengan meneliti gerakan bintang, kita bisa mengetahui berapa banyak materi yang ada disana kata Pieter van Dokkum dari universitas Yale.
Bentuknya tidak dipedulikan, tapi hal lain untuk membuktikan bahwa benda tersebut memang ada.

Di galaksi tersebut terungkap gerakan bintang sangat cepat. Kami menemukan 2x massa lebih banyak yang ditunjukan dari gerakan bintang dibanding massa bintang itu sendiri. Bila ditotal, massa di galaksi DragonFly 44 memiliki jumlah 1 triliun kali massa matahari. Dan massa tersebut sama seperti galaksi kita.
Namun hanya 1/100 dari 1% saja yang berbentuk menjadi bintang. 99,99% adalah Dark Matter.

Dibanding galaksi kita Bima Sakti, memiliki 100x lebih banyak bintang dibanding galaksi tersebut. Galaksi kita adalah lautan bintang, sedangkan galaksi baru hanya berupa gumpalan awan.
Jadi galaksi Dragonfly 44 memiliki perisai untuk melindungi diri mereka sendiri dari serangan intergalaksi.
Penemuan benda Dark Matter disana sebenarnya tidak terduga. Profesor Roberto Abraham dari universitas Toronto dan reka, kami tidak tahu bagaimana galaksi seperti ini bisa terbentuk.

Data dari teleskop Gemini menunjukan, sebagian besar bintang bintang disana terkumpul seperti cluster bintang yang sangat kompak dan padat.

Galaksi 
Dragonfly 44 peneliti mengatakan ada Dark Matter