Galaksi di tengah seperti tempat kematian bintang


Kategori : Science | Date : 7 August 2018
Apa saja yang terjadi ditengah galaksi tepatnya di dekat lubang hitam
April 2015
Nasa mengunakan spektroskopi teleskop array atau NuStar, melihat sesuatu yang unik ditengah galaksi.

Terlihat ada energi tinggi yang hanya terlihat dalam radiasi X-ray (berwarna ungu) di tengah galaksi. Benda apa itu.

Sebuah galaksi memiliki kepadatan jumlah bintang di bagian tengah, sedangkan sisi luar relatif lebih sedikit. Banyak bintang ukuran besar sangat dekat dengan inti galaksi yaitu lubang hitam atau black hole. Disana bahkan bergejolak dan memancarkan energi sinar X.

Seperti penemuan tahun 2014 lalu. Terdapat benda seperti gas atau G2 yang terlempar oleh gravitasi lubang hitam.

Penemuan baru tentang misteri cahaya X-ray menunjukan disana menjadi tempat kematian bintang besar atau bintang yang sudah sekarat. Peneliti mengamati di tengah galaksi dengan area seluas 12 x 12 pc (sekitar 36 tahun cahaya persegi). Peneliti Kerstin Perez menemukan adanya bekas atau tanda energi sinar X besar muncul disana dan baru ditemukan sekarang.

Darimana munculnya radiasi tersebut, ada beberapa kemungkinan.
Bisa disebabkan 2 bintang kembar dan satu bintang mati dimakan oleh bintang lain. Ketika isi bintang diambil oleh bintang di sebelahnya dan dilemparkan kembali ke ruang hampa, sehingga terlihat menampakan cahaya sinar X.

Bisa saja penyebab munculnya sinar X di tengah galaksi disebabkan bintang kerdil yang mati, karena bintang seperti ini juga memproduksi radiasi X-ray yang lebih tinggi dari biasanya. Dan bentuknya seperti bintang Neutron.
Analisa lain, sinar X disana berasal sari partikel yang disebut sinar kosmik, yang mengalir dari sebuah objek. Bisa berasal dari lubang hitam sendiri.

Apa yang terjadi di tengah galaksi. Seperti bintang Zombie, artinya bintang yang dahulunya berukuran besar disana akhirnya mati lebih cepat. Dan memakan bintang lain. Saat ini bagian di tepian galaksi relatif lebih tentram, bintang yang damai, planet dengan orbit tetap. Tetapi di bagian dalam galaksi terus bergejolak, karena banyak bintang besar dan bintang mati saling tarik menarik.

Dibawah ini hasil dari teleskop NuStar. Foto dari teleskop NuStar menunjukan gambar berwarna ungu.



X-Ray Radiaton center Milkyway

Dari informasi diatas, kita dapat belajar mengenai isi galaksi kita kata Perez. Bahwa semakin dekat ke tengah galaksi, kondisinya menjadi ekstrem. Sementara manusia beruntung bisa hidup di lengan galaksi dan relatif jauh dari inti galaksi kita sendiri. Lubang hitam memang unik, karena benda tersebut tidak memancarkan cahaya dan tidak memantulkan cahaya

Agustus 2017
ESO mengamati gerakan bintang yang ada di tengah galaksi, memiliki orbit elips dan ekstrem.

Lebih dari 100 tahun setelah teori Relativitas Umum di uji. Peneliti ESO mengatakan teori tersebut memang benar, dan jauh lebih ekstrem. Letaknya ada di pusat galaksi kita yaitu Sagitarius A.

Mengunakan teleskop VLT dan sumber lain, peneliti menganalisa yang dikumpulkan 20 tahun lalu.
Disana terdabat sebuah bintang disebut S2, dan gerakananya tidak sesuai dengan hukum Newton.

S2 adalah salah satu dari 15 bintang yang mengorbit langsung ke lubang hitam. Menjadi bintang dengan lintasan orbit paling dekat.

Posisi bintang S2 di tengah galaksi Bima Sakti

Dengan orbit elips, bintang S2 hanya membutuhkan waktu 15 tahun sekali untuk mengelilingi lubang hitam. Terlalu lama, sebenarnya tidak.

Bahkan bintang tersebut bergerak amat ekstrim karena tertarik oleh gravitasi lubang hitam.

Yang lebih menarik lagi, orbit bintang S2 pada tahun 2018 akan melintas dengan perkiraan jarak paling dekat hanya 120x jarak bumi ke matahari ke jarak lubang hitam

Orbit bintang S2 dengan orbit sangat ekstrem dan jaraknya dekat 
dengan lubang hitam

Video dibawah ini direkam oleh teleskop VLT. Mengunakan instrumen Gravity, Sinfoni dan Naco. Dipublikasi Juli 2018
Bila dicermati ada sebuah cahaya putih yang disebut bintang S2, video dalam hitungan detik ini adalah rekaman selama 20 tahun.

Gerakan bintang perlahan lalu menjadi sangat cepat.
Tertarik oleh gravitasi lubang hitam mencapai kecepatan 3% cahaya.



Mengamati benda yang jaraknya 26.000 tahun cahaya jauhnya dari Bumi tidak mudah, dan disana adalah pusat galaksi Bima Sakti. Ditengah galaksi kita terdapat sebuah lubang hitam supermassive dengan massa setara 4 juta kali matahari.

Peneliti akan mengumpulkan data dengan peralatan khusus dengan instrumen GRAVITY yang dipasangkan pada teleskop VLT. Dan mengukur lebih tepat dari gerakan bintang tersebut. Atau menjawab seberapa cepat bintang tersebut bergerak.

Pengukuran baru dilakukan pada tahun 2018, dan secara tepat apakah bintang S2 yang akan melintas di dekat lubang hitam nantinya dapat lolos dari daya tarik lubang hitam.
Bintang S2 disebutkan adalah bintang biner. Dan salah satunya memiliki ukuran 15x lebih masif dari matahari kita. Peneliti mengatakan sangat baik, karena cahaya bintang lebih cerah tersebut akan lebih mudah diteliti,



Tahun 2017 astronomi di Chili melaporkan bintang S2 bergerak dengan kecepatan 24 juta km perjam. Menjadi bintang dengan pergerakan tercepat yang ada di galaksi kita.

Mei 2018
Perhitungan awal angka kecepatan bintang tersebut mencapai 2,5% kecepatan cahaya. Kecepatan pergerakan bintang diakibatkan gravitasi dari lubang hitam. Dan orbit bintang S2 membentuk seperti garis telur, atau elips. Perlu dibayangkan sebuah benda dengan ukuran puluhan kali lebih besar dari matahari dapat bergerak diatas 1% kecepatan cahaya.

Tim astronom Devin Chu dan rekannya mahasiswa UCLA melakukan perhitungan kembali dari data lama. Bintang tersebut sebenarnya sendiri dan bukan bintang Biner.

Bintang S2 memiliki orbit diameter sekitar 300 miliar km. Terlihat sangat jauh, tapi ini skala bintang yang melintas di dekat lubang hitam yang berada di inti galaksi. Boleh dibilang jaraknya amat dekat di skala ini.

Ketika bintang S2 mendekat, jaraknya semakin pendek hanya 18 miliar km saja. Artinya bintang akan melintas amat sangat dekat ke lubang hitam yang memiliki massa 4,15 juta kali massa matahari kita.

Dan jarak yang disebutkan 18 miliar km adalah jarak 4x dari Neptunus ke Matahari. Apakah bintang S2 akan lolos dari gaya tarik gravitasi lubang hitam

Bagaimana peneliti melihat gerakan bintang S2 dan hubungan dengan teori relativitas. Ketika bintang semakin dekat ke lubang hitam, maka bintang akan kehilangan energi yang disebut gravitasi Redshift. Cahaya dari bintang akan ikut bergeser menjadi merah tua, sekitar 200km perdetik.

Ini menjadi perhitungan gravitasi yang teruji oleh kekuatan alam. Kami telah menunggu selama 16 tahun dan ingin melihat seperti apa bintang S2 nanti dapat terlihat.
Apakah bintang mengikuti teori Einstein, atau bintang malah menentang hukum fisika yang ada.

Mei 2018 akhirnya terjawab.
Bintang S2 berhasil lolos oleh gaya tarik gravitasi lubang hitam di inti galaksi. Dan berhasil melintas dengan orbit seperti biasa. Tetapi kecepatan bintang tersebut menjadi luar biasa.

Tahun 2010. Orbit terjauh bingang S2 akan bergerak dengan kecepatan 1,7 juta km perjam (0,15% kecepatan cahaya), ketika titik terjauh
Tahun 2016. Kecepatan bintang meningkat mencapai 7.5 juta km perjam (0,69% kecepatan cahaya), setelah 1/4 orbit
Tahun 2018. Kecepatan bintang mencapai tingkat maksimum akibat sangat dekat dengan lubang hitam. Dengan kecepatan > 25 juta km perjam (3% kecepatan cahaya)

Bintang S2 berhasil terlempar keluar kembali, dengan kecepatan hampir mendekati 7000km perdetik, setara 3% kecepatan cahaya.
Teori Einstein kembali benar. Ketika sebuah bintang melintas di dekat gravitasi sangat kuat. Seperti cahaya bintang S2, begitu dekatnya maka akan terlihat benda tersebut kehilangan energi. Disisi lain, cahaya akan berusaha bergerak melalui gravitasi yang sangat besar dari kekuatan lubang hitam.

Walau pengamatan bintang S2 yang berjarak 26.000 tahun cahaya dari Bumi. Bintang yang di analisa sebenarnya sudah terjadi 26.000 tahun lalu. Dimana peradaban manusia modern belum ada di bumi.

Satu teori Einstein menjadi bukti. Ketika bintang yang dilihat dari Bumi relatif berwarna putih.
Ketika melintas dengan kecepatan tinggi, akibat tertarik oleh gravitasi lubang hitam.
Semakin cepat bintang melintas mencapai 3% kecepatan cahaya. Warna bintang yang diamati di Bumi berubah warna cenderung lebih kuning.

Teori Einstein kembali terbukti. Ketika sebuah benda tertarik oleh gravitasi yang sangat kuat seperti lubang hitam supermasif ini.
Cahaya bintang juga dapat tertarik oleh gravitasi.
Terlihat ketika bintang melintas semakin dekat dan jarak paling dekat sampai pada jarak 20 miliar km
Cahaya bintang berwarna putih berubah menjadi kuning.
Bintang S2 berhasil lolos dari gravitasi BlackHole, dan akan kembali mengorbit selama 16 tahun ke titik yang sama.

Kecepatan dan cahaya bintang S2 ketika melewati lubang hitam 
supermasif



+ www.keckobservatory.org/recent/entry/S02_Single

Juli 2018
Pusat Galaksi Bima Sakti kita, yang berjarak 26.000 tahun cahaya, memiliki lubang hitam sebesar satu juta matahari, dikelilingi oleh bintang-bintang yang sangat padat dan awan terang.

Kepadatan bintang di wilayah terdalam Milky Way mencapai satu juta kali lebih besar daripada di bagian galaksi kita. Wilayah ini mengandung kondisi ekstrim dan tidak biasa yang mempengaruhi jenis bintang yang berada di sana. Kerapatan bintang dan awan menciptakan pola streaming. Ada kelompok-kelompok bintang besar besar yang tidak dapat ditemukan di luar wilayah itu. Lingkungan radiasi sangat intens berada di pusat galaksi.

Citra dekat-inframerah (Hubble) menunjukkan simpul-simpul tepi awan dan emisi yang menandai bidang galaksi kita.

Citra inframerah-tengah (Spitzer) menyoroti awan gas dan debu dan bintang membentuk daerah.
Citra X-ray (Chandra) melacak bintang-bintang yang paling berkilau dan kuat di daerah yang secara mencolok mengungkap wilayah pusat galaksi itu sendiri - termasuk lubang hitam juta-matahari di pusat galaksi kita.
Selain itu, beberapa lokasi pemancar sinar X lainnya dapat dilihat, terkait dengan gugusan bintang yang sangat besar.







Peneliti mendapatkan kecepatan bintang S2 pada Mei 2018 tertarik oleh gravitasi lubang hitam superamasif

Tim observasi teleskop WM Keck di Hawai berhasil menghitung galaksi EGSY8p7, satu galaksi EGS-zs8-1 dengan teleskop Hubble. Mereka melihat sebuah titik cahaya sangat tua yang jaraknya 13,2 dan 13 miliar tahun cahaya dari Bumi. Galaksi ini terlihat dari teleskop ruang angkasa, dan hanya selisih 600 juta tahun setelah terjadi Big Bang. Disebut sebagai galaksi sejarah ketika pembentukan alam semesta.

Bintang biner ini lari begitu cepat di sekitar galaksi kita. Disebut bintang PB3877, bukan satu bintang tetapi dua bintang kembar, dan lari dengan kecepatan sendiri di sekitar galaksi kita. Disebut sebagai Hyper-velocity star atau bintang hipe

Gambar baru spektakuler dari Bima Sakti telah selesai dibuat oleh APEX Telescope Large Area Survey of the Galaxy (ATLASGAL). Apex adalah teleskop yang berada di Chile untuk memetakan seluruh galaksi, khususnya wilayah yang tidak terlihat dibagian selatan Bumi.



Galaksi NGC 6052 letaknya 230 juta tahun cahaya dari Bumi. Terletak di konstelasi Hercules. Disana terlihat satu galaksi, tapi sebenarnya ada 2 galaksi. Mengapa terlihat satu, sangat mudah ditebak. Kedua galaksi sedang tabrakan. Diabadikan oleh teleskop Hubble dengan kerjasama antara ESA dan Nasa.

Kelompok galaksi MACS J067 7015 diabadikan oleh teleskop Hubble. Usianya sangat muda, kurang dari 1 miliar tahun setelah pembentukan alam semesta. Bentuk galaksi kuno ini berukuran kecil dan jumlahnya cukup banyak. Gambar diabadikan Hubble datang terlambat untuk dilihat oleh teleskop sampai 12 miliar tahun cahaya.

Galaksi Markarian 231 atau UGS 8058, ditemukan pada tahun 1969. Galaksi ini menarik karena mengeluarkan radiasi ultraviolet sangat kuat. Galaksi Markarian 231 berada 600 juta tahun cahaya dari Bumi. Apa yang akan terjadi dengan 2 lubang hitam disana.

Disebut kelompok galaksi Hickson Compact Group, disana terdapat 4 galaksi yang saling berdekatan. Bahkan ke 4 galaksi tersebut saling mempengaruhi, lalu apa yang terjadi disana. Satu galaksi baru saja bertabarakan dan membentuk pola tidak biasa, 2 lainnya saling tarik menarik.



Alam semesta yang luas, tetapi galaksi berada dalam beberapa kelompok besar. Atau ada galaksi tetangga letaknya tidak terlalu jauh. Tetapi galaksi yang satu ini kesepian, galaksi NGC 6503 ditemukan tahun 1987 berada di area Local Void

Mengunakan data teleskop Wise dapat diperkirakan mengapa 2 lengan lebih banyak terbentuk bintang. Sedangkan Bumi berada disisi lengan galaksi lebih kecil Sagittarius Arm. Mengapa 2 lengan di galaksi kita lebih banyak terbentuk bintang.

Bagaimana bumi terbentuk, ada 4 tahapan sebelum bumi memiliki penghuni. Bagaimana atmofer Bumi ketika jaman purba. Bumi tidak bulat, agak membengkak di bagian khatulistiwa. Dahulu mungkin bumi lebih dingin dari sekarang. Bagaimana Bumi mampu melindungi mahluk hidup dan menjadi planet yang lebih hangat.

Sebuah galaksi mengalami kejadian unik, dan terlempar dari kelompoknya sendiri. Disebabkan sebuah galaksi lain yang menabrak ke galaksi lebih besar, sampai menganggu sebuah galaksi mini. Akhirnya galaksi mini terlempar keluar sendirian.

Biasanya ukuran bintang besar akan berada dibagian dalam. Bintang di bagian tengah atau dekat inti galaksi memiliki kepadatan sampai 10x lebih banyak dibagian pusat. Sebuah galaksi merah disamakan bintang disana sudah berwarna merah atau bintang kuno. Semakin tua, sebuah galaksi akan membentuk tonjolan ditengah

Grafik tentang alam semesta, dari umur bumi dan masa depan. Sampai perkiraan terbaru setelah memasuki masa 10 miliar tahun kedepan. Akan merubah bentuk alam semesta, termasuk hilangnya teori Bing Bang karena tidak bisa diamati lagi dengan pengetahuan saat ini.



Galaksi J1430+1339 atau Teacup yang jaraknya 1,1 miliar tahun cahaya, astronom mengatakan di galaksi tersebut kemungkinan tidak akan terbentuk bintang baru lagi. Karena inti black hole sangat besar sedang menarik gas dan melontarkan jet dari kebutuhan gas untuk pembentukan bintang


No popular articles found.