April 2015
Nasa mengunakan spektroskopi teleskop array atau NuStar, melihat sesuatu yang unik ditengah galaksi.

Terlihat ada energi tinggi yang hanya terlihat dalam radiasi X-ray (berwarna ungu) di tengah galaksi. Benda apa itu.

Sebuah galaksi memiliki kepadatan jumlah bintang di bagian tengah, sedangkan sisi luar relatif lebih sedikit. Banyak bintang ukuran besar sangat dekat dengan inti galaksi yaitu lubang hitam atau black hole. Disana bahkan bergejolak dan memancarkan energi sinar X.

Seperti penemuan tahun 2014 lalu. Terdapat benda seperti gas atau G2 yang terlempar oleh gravitasi lubang hitam.

Penemuan baru tentang misteri cahaya X-ray menunjukan disana menjadi tempat kematian bintang besar atau bintang yang sudah sekarat. Peneliti mengamati di tengah galaksi dengan area seluas 12 x 12 pc (sekitar 36 tahun cahaya persegi). Peneliti Kerstin Perez menemukan adanya bekas atau tanda energi sinar X besar muncul disana dan baru ditemukan sekarang.

Darimana munculnya radiasi tersebut, ada beberapa kemungkinan.
Bisa disebabkan 2 bintang kembar dan satu bintang mati dimakan oleh bintang lain. Ketika isi bintang diambil oleh bintang di sebelahnya dan dilemparkan kembali ke ruang hampa, sehingga terlihat menampakan cahaya sinar X.

Bisa saja penyebab munculnya sinar X di tengah galaksi disebabkan bintang kerdil yang mati, karena bintang seperti ini juga memproduksi radiasi X-ray yang lebih tinggi dari biasanya. Dan bentuknya seperti bintang Neutron.
Analisa lain, sinar X disana berasal sari partikel yang disebut sinar kosmik, yang mengalir dari sebuah objek. Bisa berasal dari lubang hitam sendiri.

Apa yang terjadi di tengah galaksi. Seperti bintang Zombie, artinya bintang yang dahulunya berukuran besar disana akhirnya mati lebih cepat. Dan memakan bintang lain. Saat ini bagian di tepian galaksi relatif lebih tentram, bintang yang damai, planet dengan orbit tetap. Tetapi di bagian dalam galaksi terus bergejolak, karena banyak bintang besar dan bintang mati saling tarik menarik.

Dibawah ini hasil dari teleskop NuStar. Foto dari teleskop NuStar menunjukan gambar berwarna ungu.

X-Ray Radiaton center Milkyway

Dari informasi diatas, kita dapat belajar mengenai isi galaksi kita kata Perez. Bahwa semakin dekat ke tengah galaksi, kondisinya menjadi ekstrem. Sementara manusia beruntung bisa hidup di lengan galaksi dan relatif jauh dari inti galaksi kita sendiri. Lubang hitam memang unik, karena benda tersebut tidak memancarkan cahaya dan tidak memantulkan cahaya

Agustus 2017
ESO memperlihatkan gerakan bintang yang ada di tengah galaksi, memiliki orbit elips dan ekstrem.

Lebih dari 100 tahun setelah teori Relativitas Umum di uji. Peneliti ESO mengatakan teori tersebut memang benar, dan jauh lebih ekstrem. Letaknya ada di pusat galaksi kita yaitu Sagitarius A.

Mengunakan teleskop VLT dan sumber lain, peneliti menganalisa yang dikumpulkan 20 tahun lalu.
Disana terdabat sebuah bintang disebut S2, dan gerakananya tidak sesuai dengan hukum Newton.

S2 adalah salah satu dari 15 bintang yang mengorbit langsung ke lubang hitam.

Posisi bintang S2 di tengah galaksi Bima Sakti

Dengan orbit elips, bintang S2 hanya membutuhkan waktu 16 tahun sekali untuk mengelilingi lubang hitam. Terlalu lama, sebenarnya tidak.

Bahkan bintang tersebut bergerak amat ekstrim karena tertarik oleh gravitasi lubang hitam.

Yang lebih menarik lagi, orbit bintang S2 nantinya pada tahun 2018 akan melintas dengan jarak paling dekat hanya 120x jarak bumi ke matahari ke jarak lubang hitam

Orbit bintang S2 dengan orbit sangat ekstrem dan jaraknya dekat dengan lubang hitam

Mengamati benda yang jaraknya 26.000 tahun cahaya jauhnya dari Bumi tidak mudah, dan disana adalah pusat galaksi Bima Sakti. Ditengah galaksi kita terdapat sebuah lubang hitam supermassive dengan massa setara 4 juta kali matahari.

Peneliti akan mengumpulkan data dengan peralatan khusus dengan instrumen GRAVITY yang dipasangkan pada teleskop VLT. Dan mengukur lebih tepat dari gerakan bintang tersebut. Atau menjawab seberapa cepat bintang tersebut bergerak.

Pengukuran baru dilakukan pada tahun 2018, dan secara tepat apakah bintang S2 yang akan melintas di dekat lubang hitam nantinya dapat lolos dari daya tarik lubang hitam.

Tahun 2017 astronomi di Chili melaporkan bintang S2 bergera dengan kecepatan 24 juta km perjam. Menjadi bintang dengan pergerakan tercepat yang ada di galaksi kita.

Bila dihitung, angkanya mencapai 2,5% kecepatan cahaya. Kecepatan pergerakan bintang diakibatkan gravitasi dari lubang hitam. Dan orbit bintang S2 membentuk seperti garis telur, atau elips.