Galaksi proses kehidupan dan akhir


Kategori : Science | Date : 21 April 2015
Para ahli astronomi menjelaskan pertama kali sebuah bintang mati, walau usianya akan mencapai miliaran tahun. Tetapi masyarakat umum tidak banyak mengetahui bagaimana sebuah galaksi mati secara perlahan.

Mengunakan teleskop milik ESO VLT dan teleskop NASA Hubble, galaksi akan membentuk pola dari bintang dan planet. Tapi tampak dari bumi adalah cahaya bintang. Menjadi pertanyaan, bagaimana sebuah galaksi mati. Apakah bintang seluruhnya mati bersamaan atau dari bagian dalam lalu disusul bintang dibagian luar.

Biasanya ukuran bintang besar akan berada dibagian dalam. Kepadatan di tengah atau dekat inti galaksi memiliki kepadatan sampai 10x lebih banyak bintang di pusat di banding di tepian galaksi. Sebuah galaksi dengan warna merah disamakan bintang disana sudah berwarna merah atau bintang kuno.

 Tacchella bersama timnya, mengamati 22 galaksi dari berbagai ukuran yang usia sekitar 3 miliar tahun setelah Big Bang. Mengunakan instrumen SINFONI di teleskop VLT, dan mendapatkan kumpulan cahaya dari sampel bentuk galaksi yang diambil.

Galaksi proses kehidupan dan akhir'

Menurut data mereka, galaksi yang besar akan terus stabil membentuk bintang baru di bagian tepian galaksi. Bila sebuah galaksi yang padat dengan tonjolan di tengahnya, hal itu sama saja pembentukan bintang disana telah berhenti. Evolusi sebuah galaksi akan tampak seperti gambar dibawah ini.
  • Ketika galaksi berusia muda, maka tidak memiliki tonjolan dan relatif mendatar. Hal tersebut menandakan pembentukan bintang masih aktif
  • Semakin tua usia sebuah galaksi, bagian bintang ditengah akan membentuk cahaya merah, cahaya tersebut disebabkan bintang yang memasuki usia semakin tua.
  • Setelah bagian tengah memerah, menyusul memerah dibagian luar galaksi. Dan di tengah galaksi akan semakin membesar.
Lalu kapan cahaya sebuah galaksi secara total akan menghilang. Butuh waktu lebih lama lagi, mungkin seluruh alam semesta akan gelap setelah 1 trilun tahun lagi. Untuk saat ini pastinya belum dapat dilihat.

Gravitasi lensa disebabkan cahaya terhalang sebuah black hole, membuat benda seperti galaksi mengalami pembesaran cahaya. Dimana letak gravitasi lensa, gambar dari teleskop Hubble memperlihatkan bidang yang sangat kecil. Bila di perbesar akan terlihat kelompok galaksi Abell S1063, dimana galaksi dibelakangnya muncul. 2 galaksi J2211-3050, satu galaksi muncul 4 gambar dengan berbeda jarak 7 - 20 miliar tahun cahaya

Tim astronom Jepang, Meksiko dan universitas Massachestts Amherst sedang mempelajari sebuah monster galaksi. Letaknya 12,4 miliar tahun cahaya dari Bumi. Sebelum gambar didapat dari teleskop Alma, tidak ada peneliti yang dapat menerangkan mengapa galaksi raksasa ini dapat terbentuk ketika awal alam semesta baru terbentuk



Radiasi sinar X ditemukan di tengah galaksi Bima Sakti. Mei 2017 diumumkan. Sebuah bintang S2 bergerak sangat cepat mengorbit ke lubang hitam. Mencapai 3% kecepatan cahaya. Tahun 2018 diuji dengan kenyataan bila bintang tersebut berhasil lolos dan membuktikan teori Einstein kembali. Gravitasi dapat menarik cahaya, video ditengah galaksi

Matahari adalah sebuah bola gas raksasa. Masuk sebagai bintang ukuran G2, sedikit lebih besar dari bintang terbanyak di galaksi Bima sakti. Usianya 4,5 miliar tahun, disebut usia remaja. Tornado matahari bukan berputar tapi naik ke atas. Lalu apa yang dimaksud dengan Bintang.

Apakah lintasan cahaya memang dapat dilihat, dijawab ya oleh tim MIT. Apakah manusia dapat pergi lebih cepat dari kecepatan cahaya, dijawab tidak mengapa ?. Lebih cepat dari cahaya seperti film fiksi Star Trek dikenal dengan Tachyon. Tachyon Burst adalah partikel subatomik secara alami lebih cepat dari kecepatan cahaya. Kecepatan sonic boom di cahaya disebut Radiasi Cherenkov

Ketika galaksi terbentuk dan mulai membentuk bintang. debu dan gas baru ada setelah ledakan bintang generasi pertama. Tapi di galaksi A2744_YD4 terlihat sudah ada dengan 3 materi dari bekas supernova

Pertama ditemukan galaksi spiral tertua di alam semesta. Galaksi A1689B11, benda ini terlihat begitu jauh dengan usia 11 miliar tahun. \Kita lihat kembali berapa usia alam semesta kita ini setelah terjadi Big Bang.



Sebuah galaksi MACS 1423-z7p64 diumumkan10 April 2017. Menjadi galaksi terjauh dan terlihat seperti galaksi purba di awal pembentukan alam semesta. Galaksi MACS 1423-z7p64 ditemukan bukan melihat langsung dengan teleskop. Seperti terlihat pembesaran gravitasi lensa.

Tim observasi teleskop WM Keck di Hawai berhasil menghitung galaksi EGSY8p7, satu galaksi EGS-zs8-1 dengan teleskop Hubble. Mereka melihat sebuah titik cahaya sangat tua yang jaraknya 13,2 dan 13 miliar tahun cahaya dari Bumi. Galaksi ini terlihat dari teleskop ruang angkasa, dan hanya selisih 600 juta tahun setelah terjadi Big Bang. Disebut sebagai galaksi sejarah ketika pembentukan alam semesta.

Peneliti dari pusat International Centre Radio Astronomy menemukan sebuah galaksi yang luar biasa. Dinamakan NGC 4569 terlihat bergerak begitu cepat sampai meninggalkan gas di belakang galaksi sendiri sejauh 300.000 tahun cahaya. Bahkan gas yang tertinggal memanjang seukuran 5x dari ukuran galaksi NGC 4569.

Tim peneliti Hubble berhasil mengabadikan bintang meledak. Jarak bintang Refsdal berada 10 miliar tahun cahaya. Muncul akibat gangguan gravitasi lensa dari kelompok galaksi di depan MACS J1149.5+2223. Setelah ditunggu selama 3 bulan akhirnya proses ledakan bintang dapat diabadikan dari teleskop ruang angkasa Hubble.

Alam semesta ini unik, hal yang tidak biasa dapat terjadi. Tidak selurunya selaras, ada bintang yatim, bintang biner. Satu lagi kelompok bintang M10 atau Globular Cluster NGC 6254. Kelompok bintang ini kadang menyebrang dari bawah ke atas dan kembali turun ditengah tengah galaksi kita.

Kelompok galaksi MACS J067 7015 diabadikan oleh teleskop Hubble. Usianya sangat muda, kurang dari 1 miliar tahun setelah pembentukan alam semesta. Bentuk galaksi kuno ini berukuran kecil dan jumlahnya cukup banyak. Gambar diabadikan Hubble datang terlambat untuk dilihat oleh teleskop sampai 12 miliar tahun cahaya.

Sebuah video tentang Accelerating Universe atau pembuktian apakah benda di alam semesta terus menjauh. Bila ada benda berada di ruang hampa seperti alam semesta ini, apakah semua akan diam ditempatnya. Dijawab semakin cepat menjauh dan terus bergerak semakin menjauh.

Dengan teleskop Alma, astronomi dapat melihat pembentukan formasi gas sebelum menjadi galaksi. Usia foto yang diambil ini mencapai 800 juta tahun sebelum terjadinya alam semesta (big bang). Begitu jauhnya, gas asal mula pembentukan galaksi memiliki cahaya kemerahan.

Bertahun tahun manusia hanya mengetahui bila suara tidak akan terdengar di ruang hampa. Bagaimana dengan bintang, apakah bersuara. Berbeda dengan cahaya, suara memerlukan medium untuk melintas. Misalnya suara seseorang berbicara akan terdengar karena adanya medium udara.



Grafik tentang alam semesta, dari umur bumi dan masa depan. Sampai perkiraan terbaru setelah memasuki masa 10 miliar tahun kedepan. Akan merubah bentuk alam semesta, termasuk hilangnya teori Bing Bang karena tidak bisa diamati lagi dengan pengetahuan saat ini.



No popular articles found.