Sekitar 66 juta tahun lalu, sebuah meteor diperkirakan menghantam bumi.

Tabrakan meteor berukuran lebar 10km menghasilkan kekuatan ledakan 100 megaton atau setara 2500 bom atom.

Bencana global terjadi, walau ketika itu manusia mungkin belum ada di bumi (belum berbentuk manusia pandai seperti sekarang). Sekitar 75% spesies di bumi musnah, termasuk kepunahan hewan raksasa dinosaurus.

Seperti apa kekuatan ledakan 100 Tera Ton TNT tersebut, lebih tepatnya 100 T-NT. Bandingkan dengan bom terbesar yang pernah di buat manusia adalah Big Ivan atau Tzar Bom buatan Soviet. Memiliki kekuatan 100MT tapi pada percobaan hanya mengunakan kekuatan 50MT. Menghasilkan debu dan asap yang terbang mencapai ketinggian 7x lebih tinggi dari puncak Everest. Ledakan tersebut setara 2 juta kali lebih kuat dibanding bom Tzar.

Tabrakan meteor ke Bumi 66 juta tahun lalu

Akibat tabrakan membuat debu awan terbang ke angkasa. Menyebar ke seluruh permukaan bumi dan debu menghalangi masuknya cahaya matahari. Bumi lebih gelap, sampai tumbuhan kesulitan melakukan fotosintetis. Akhirnya tumbuhan sebagai sumber makanan tidak lagi mencukupi bagi hewan besar seperti kebutuhan makan dinosaurus. Suhu bumi turun 7 derajat, dan dampak mum

Lalu dimana meteor tersebut sampai memusnakan dinosaurus. Beberapa peneliti memperkirakan tabrakan meteor tersebut membuat kawah 180 km. Tahun 2006 walau masih abstrak diperkirakan memiliki lebar kawah 300km. Tapi dimana kawah sebesar tersebut. Tempatnya diperkirakan ada di teluk Mexico atau dekat Mexico Yucatan.

Peneliti UTIG Sean Gulick bersama Imperial College London Joanna Morgan memimpin pencarian dari lokasi jatuhnya meteor 66 juta tahun lalu. Mengapa kawah tersebut perlu diteliti yang kemungkinan ada di teluk Mexico. Bahan disana akan diteliti dan mencari sisa dari sendimen seperti organisme di dasar laut, sehingga kita bisa menghidupkan apa yang terjadi ketika itu.
.
Disana akan dibor dengan biaya 10 juta dollar, sampai kedalaman 1,6km di dasar laut. Peneliti akan mencari sendimen yang pertama terkena dampak kerusakan akibat tumbukan meteor dengan permukaan bumi. Salah satunya dari ilustrasi tim Nasa Donald Davis yang diambil dari citra satelit.

Tempat meteor jatuh ke Bumi ada di Teluk Mexico



Mei 2016
Satu lagi bekas batuan dari asteroid yang jatuh ke bumi di Australia. Tapi yang satu ini memiliki ukuran sangat besar, dan dampaknya sangat besar dari sejarah manusia. Beruntung tabrakan tersebut tidak terjadi di masa perkembangan manusia , melainkan jauh di masa lampau ketika bumi baru terbentuk.

Dr Andrew Glikson dari Universitas Nasional Australia menemukan pecahan batuan kuno yang disebut Spherules. Ditemukan di Australia Barat dan kelihatannya berasal dari batuan meteor yang menguap.

Diperkirakan tabrakan tersebut menghasilkan gempa dan tsunami, dan pecahan yang ditemukan ada di sendimen dasar laut dengan usia 3,46 miliar tahun lalu. Menjadi catatan baru bahwa bumi tertabrak oleh meteor tertua terbesar kedua. Ketika tabrakan dengan meteor besar, pecahan meteor jatuh dan terpental dan membentuk kawah dengan ukuran 20-30km. Bentuk kawah yang terpencar tersebut belum ditemukan, karena mengalami perubahan jutaan tahun dan tertutup oleh aktivitas gunung api serta gerakan lempeng teknonik Bumi.

Dr Andrew dibantu Dr Arthur Hickman dari badan geologi Australia sudah meneliti dan mencari keberadaan jatuhnya meteor purba selama 20 tahun. Dari bukti yang mereka temukan memang cocok dengan pecahan meteor, karena memiliki kandungan platinum, nikel dan kromium. Dr.Andrew mengatakn penemuan ini mungkin hanya puncak gunung es. Kami hanya menemukan bukti 17 tabrakan meteor yang usianya sudah lebih dari 2,5 miliar tahun lalu dan jumlahnya bisa ratusan.

Bentuk batuan dibawah ini berada di Marble Bar Australia. Salah satu sendimen tertua yang diketahui, memiliki lapisan dari lautan dan lapisan aktivitas gunung berapi.

Tabrakan meteor bukti di Marble Bar Australia