Pesawat F16 Fighting Falcon adalah pesawat bermesin tunggal, sudah lama ada tapi masih digunakan oleh angkatan udara Amerika.

Termasuk Indonesia memiliki beberapa pesawat F16, dan sebagian F16 dari hibah negara Amerika

Setidaknya beberapa pesawat F16 dari blok 52ID angkatan udara Amerika diberikan untuk Indonesia.

Karena jumlah pesawat jet tempur F16 disana masih cukup banyak. Amerika memiliki 350 pesawat F16 pada tahun 2012, untuk di ugprade ke varian F16s.

Sedangkan F16 Indonesia dari hibah Amerika melalui presiden Obama. INdonesia mendapat 20-25 yang sudah di modernisasi.

 Indonesia melakukan upgrade mesin dari pesawat F16 yang dihibahkan serta pengantian suku cadang mesin pesawat F16 yang sudah ada di Indonesia.

Kembali dengan sejarah F16.
Pesawat jet tempur F16 dirancang untuk pesawat multi. Dikembangkan perusahaan General Dynamics untuk USAF.

F16 akhirnya sukses setelah beberapa varian dibuat dan beberapa model lain sampai daya tahan terbang di segala cuaca. Salah satu keunikan pesawat ini dibagian cockpit dalam bentuk kaca gelembung,  sisi joystick untuk pesawat dalam memudahkan manuver, sudut kursi pilot dengan 30 derajat sehingga mengurangi tekanan gravitasi.

Pesawat F16 terkenal sangat lincah karena sistem kendali seperti manual pada kecepatan dibawah 1 Mach, hanya di kecepatan tinggi sistem otomatis akan bekerja. Hal penting adalah stabilitas pesawat dengan pengembangkan fly by wire manual sehingga pesawat lebih gesit.

F16 dilengkapi meriam M61 Volcan di badan pesawat, serta 11 tempat persenjataan. Kode pesawat paling umum disebut Fighting Falcon, tapi pilot lebih mengunakan nama Viper. Mengapa Viper, karena seperti pesawat Battlestar Galactica dengan Viper Starfighter.

F16 memiliki kanopi berbentuk kaca gelembung. Dibuat dari bahan utuh polycarbonate. Pilot lebih mudah melihat ke seluruh sudut dari tempat duduk. Bahkan posisi depan memiliki sudut 30 derajat, dibanding jet tempur lain hanya sekitar 12-13 derajat. Biaya produksi pesawat F16 relatif murah. 80% badan pesawat dirancang dengan bahan aluminium, 8% baja, 3% komposit, dan 1,5% titanium.

Kecepatan maksimum mencapai 2 mach, dan diatas laut mencapai 1,2 mach. Dengan beban penuh mampu mencapai jarak 500km, dengan tangki cadangan dapat terbang sampai 4200km.

Pesawat F16 dapat membawa rudal udara ke udara, udara ke darat dan berbagai jenis bom termasuk bom Paveway, dan Mark. Terakhir bisa membawa bom nuklir kecil tipe B61 dan B83. Walau bom tersebut tidak jadi dibuat pada tahun 1976, karena biaya terlalu mahal, berbahaya dengan kekuatan ledakan 1200 kilo ton TNT.

Fitur pesawat latihan F16 memiliki sistem pengaman auto pilot agar pesawat tidak jatuh ke tanah dan menyelamatkan pilot.

Sistem tersebut dinamai Auto GCAS, angkatan udara Amerika mengembangkan selama 30 tahun. Termasuk bantuan dari Nasa, Lockheed Martin dan tim lab USAF. Sistem tersebut baru dipasang pada akhir 2014 untuk pelatihan jet tempur.

Auto GCAS dapat membandingkan lintasan pesawat dengan profil yang ada. Jika sistem memprediksi kemungkinan tabrakan  maka sistem autopilot bekerja.

Salah satu masalah bagi pilot jet tempur akan mengalami black-out sementara atau pingsan. Karena pesawat bisa saja bermanuver dan membuat tekanan gravitasi berlebih. Bila sensor menditeksi masalah, otomatis auto pilot akan mengambil alih pesawat.



Sejarah F16 belum berakhir di angkatan udara Amerika..
Pesawat ini tetap berada di jajaran angkatan perang Amerika, setidaknya sampai tahun 2025. Nantinya akan digantikan F-35A dari Lockheed Martin atau disebut F-35 Lighting II. Itupun baru dilakukan secara bertahap, karena pengembangan jet F-35 sangat lambat, kemungkinan usia F16s akan mendapat umur lebih lama.
Sampai tahun 2010, tercatat 4500 pesawat tempur F16 dikirim ke berbagai negara termasuk Indonesia.

Update Oktober 2016
F16V menjadi generasi ke 4 pesawat tempur lincah ini dengan penambahan radar Array seperti milik F22 dan F35. Sistem beam radar tidak mengunakan sistem mekanik pengerak dan dapat mengarahkan langsung target lokasi. Sistem kontrol persenjatan untuk menembak musuh mengunakan APG-83 generasi ke 5, bekerja untuk menembak sasaran dari udara ke udara atau udara ke darat.

Amerika berencana mengupgrade pesawat F16s yang jumlahnya mencapai 1000 pesawat. Taiwan pertama mendapat pembaharuan F-16V Viper. Total sekitar 3000 pesawat F-16 lama akan ditangani oleh Lockheed untuk diperbaharui sistem persenjataan.
Walau pembaharuan F16 ke generasi F16 Viper, tentu pesawat ini bukan tandingan pesawat jet tempur di kelas F22 dan F35.

Juni 2017
Taktik Wild Weasel adalah pencarian rudal permukaan ke udara yang dijalankan F16 di Suriah baru baru ini. Taktik ini dilakukan sejak misi pesawat F-105F, kemudian F-4 Phantom.

Bagaimana taknik Wild Weasel dilakukan. Perburuan tempat dimana pasukan musuh menempatkan rudal darat ke udara. Satu pesawat digunakan sebagai pemancing.

Ketika musuh mengaktifkan rudal untuk menembak pesawat tempur. Pesawat yang berada dibelakang akan menditeksi dengan radar.

Umpan dari pesawat paling depan ditangkap, tapi yang menghancurkan ada di belakang dengan membawa rudal anti radiasi AGM 88 berkecepatan tinggi atau tipe HARM dan AGM 45 Shrike.

Pesawat F-16 dilengkapi Targeting System pod AN / ASQ-213 HARM dan terintegrasi dengan satelit navigasi. Membantu pesawat tempur untuk menargetkan dan mengunci sasaran dari peluncur rudal di darat dan lokasi radar.

Dibawah ini perangkat Targeting System pod AN / ASQ-213 HARM

AN / ASQ-213 HARM

Walau usia pesawat ini tua, TNI AU memiliki pilot sangat handal. Beberapa kali terlihat F16 berdampingan dengan Sukhoi dalam parade udara di Jakarta.

+ Foto F16 pesawat TNI AU