Pesawat batal mendarat karena ada kendaraan di landasan


Stuff | 6 April 2015

Pesawat JAL batal mendarat setelah melihat sebuah mobil ada di badan landasan pesawat. Menurut pernyataan JAL , pilot mengambil keputusan untuk batal dan menaikan pesawat kembali

Pesawat dengan nomor penerbangan 455 dari bandara Haneda mendekati landasan pacu pada jam 11:00 6 Maret 2015. Setelah mendapat konfirmasi dari menara bahwa landasan sudah bersih dan diijinkan mendarat. Namun ketika roda belakang pesawat pesawat Boeing 767 tersebut akan menyentuh landasan. Pilot melihat sebuah mobil putih berada di landasan pada jarak 1000 meter ke depan. Pilot membatalkan pendaraan dengan menaikan pesawat kembali agar tidak terjadi tabrakan. Sekitar 25 menit setelah memutar, akhirnya pesawat bisa mendarat dengan aman.

Lalu apa yang dilakukan oleh kendaraan tersebut di landasan. Sebenarnya mobil tersebut adalah kendaraan perawatan bandara. Yang ditugaskan untuk memperbaiki lampu yang rusak di landasan. Namun operator menara kontrol lupa memberitahu pilot JAL. Bila ada kendaraan yang melintas di landasan untuk memperbaiki lampu. Setiap hari ada 4 petugas menara, ketika kejadian hari ini hanya 1 petugas yang berada di menara kontrol.

Kejadian tersebut terekam oleh camera pengaman dari menara kontrol. Gambar pertama terlihat dekat antena, sebuah kendaraan warna putih sedang melintas ditengah landasan. Ketika pesawat JAL akan mendarat dan roda belakang sudah menyentuh landasan. Akhirnya pilot kembali menerbangkan pesawat karena khawatir menabrak kendaraan tersebut yang berada di depan landasan.

Pesawat JAL batal mendarat

Berita terkait
Armada pesawat memiliki nama dan callsign, mengunakan code dan nomor internasional. Pesawat ini tidak memiliki logo perusahaan, tapi sering terlihat di sebuah bandar. Tidak ada tiket yang dijual untuk terbang dengan pesawat jet 737 ini. Karena hanya membawa penumpang dengan prioritas tinggi. Dikenal dengan armada Janet.

8 pesawat melakukan perjalanan time travel. Pada tiket tertera berangkat 1 Januari 2018, tapi mendarat pada tanggal 31 Desember 2017.
6 pesawat berangkat bersamaan dari Taipei menuju Amerika, dan 2 pesawat dari Auckland dan Polynesia



Jet C919 ukurannya sama seperti pesawat Airbus A320 atau Boeing 737 800. Pesawat C919 tidak akan cepat mengudara di seluruh dunia. Kebutuhan pesawat di China sendiri sangat besar. Model kedua dengan badan lebih besar C929

Perusahaan Quantas menyiapkan rancangan kabin baru untuk pesawat Boeing 787-9 Dreamliner. Pesawat dirancang untuk penerbangan jarak jauh, memerlukan kenyamanan bagi penumpang. Tempat duduk di kelas bisnis ditambahkan privasi dengan pembagian ruang yang dapat disesuaikan

2 pilot Air India menempatkan bahaya bagi 166 penumpang dalam penerbangan dari Bangkok ke Delhi. Karena pilot malah molor dengan menyalakan auto pilot. April 2015, Pilot dikabarkan dipukul oleh Co-pilotnya sendiri

Pesawat lago kelas Boeing 747 yang sudah di modifikasi salah masuk landasan. Mendarat di landasan yang kecil bahkan tidak memiliki menara kontrol. Pesawat berhasil mendarat di landasan yang pendek, masalah kedua take off

Pesawat Boeing 787 si super jumbo dua tingkat harus melakukan uji mendarat sangat berat. Melawan angin yang melintas dari sisi badan pesawat, sementara badan pesawat yang begitu besar harus miring untuk mendarat.




No popular articles found.