Pesawat Flying Saucer untuk mendarat di Mars akan uji coba


Kategori : Science | Date : 2 April 2015
Nasa melakukan uji coba pesawat pendarat di Mars. Disebut Flying Saucer, tepatnya sebagai Low-Density Supersonic Decelerator (LDSD). Mengapa modul pendarat tersebut berbentuk piring dengan tambahan peralatan Airbag untuk mendarat ke planet Mars nanti. Ini baru cerita pendaratan ke planet Mars, belum cerita pulang dari sana.

Mendarat di planet Mars berbeda dengan teknik mendarat di Bumi. Bila pesawat ruang angkasa turun ke Bumi, pesawat akan terjun sampai kecepatan sampai 3 mach, dan diperlambat dengan bantuan parasut dan kepadatan udara di atmofer.

Cerita di Mars berbeda, karena disana memiliki lapisan atmofer sangat tipis, dengan ketebalan 1% saja dibanding Bumi. Bila pesawat disana turun (jatuh). dengan ukuran model yang sama seperti rancangan di Bumi, dipastikan tidak mungkin ditahan dan terus jatuh ke permukaan.

LDSD adalah alat memperlambat pesawat dalam bentuk airbag raksasa. Fungsinya untuk mengurangi kecepatan modul pesawat ketika turun di planet Mars dan diperlambat sampai kecepatan 2 Mach. Caranya dengan menambah airbag yang mengembang di tepi modul pendarat. Membuat laju modul dapat diperlambat dengan memperbesar lebar penampang atmofer dibantu dengan parasut dibagian belakang.
Parasut yang dipakai untuk pendaratan memiliki diameter 30 meter, menjadi parasut terbesar yang pernah dibuat oleh tim Nasa.

Flying Saucer, tepatnya sebagai Low-Density Supersonic Decelerator (LDSD)

Nasa akan mencoba pendaratan dengan simulasi di Bumi pada bulan Juni. Berada di  Kauai Hawai, modul akan dibawa dengan balon sampai ketinggian 37km. Sampai ketinggian tersebut balon dilepas dan modul akan di dorong kembali naik dengan roket sampai kecepatan 4 Mach  dan mencapai ketinggian 55km. Mengapa modul harus di coba sampai ketinggan tersebut. Karena di ketinggian menjadi tempat simulasi atmofer dengan kepadatan atmofer yang sama tipisnya seperti di planet Mars.

Ini baru tahap pengujian LDSD dalam pembuatan penampang di bagian modul. Melihat simulasi pendaratan dibawah ini, seperti mendarat di Mars bukan tempat yang nyaman pada bagian modul bagi astronot.


Nasa memutuskan melihat benda di sekitar sabuk Asteroid Kuiper. New Horizons dipastikan menuju MU69. Pesawat diaktifkan Juni 2018. Begitu jauhnya, sampai membutuhkan waktu pengiriman sinyal selama 12 jam untuk satu kali komunikasi. Seperti apa bentuk di tepi tata surya, mulai terditeksi oleh pesawat New Horizons Agustus 2018

Cerita film sain fiksi mungkin menjadi kenyataan. Salah satunya dari rancangan pesawat ruang angkasa baru. Mirip seperti kota kecil yang mengambang diatas, dan serius dibuat oleh para ilmuwan. Bentuknya seperti dibawah ini. Jauh lebih besar dari pesawat ulang aling, bahkan setara ukuran gedung bertingkat.

Bila tidak terlihat berwarna merah dari sekarang, sayangnya air di Mars diperkirakan pernah ada sekitar jutaan tahun lalu.


No popular articles found.