Pesawat antariksa New Horizons akan berkunjung ke planet Pluto dengan jarak paling dekat dalam sejarah antariksa. Pesawat tersebut akan memetakan planet Pluto sebagai planet terjauh di tata surya.

Setelah memetakan planet Pluto, Agustus 2015. Pesawat ruang angkasa New Horizons sekarang meneruskan terbang ke objek lain. Objek MT69 salah satu benda di sabuk Kuiper dengan luas 60km. Diperkirakan akan dicapai oleh pesawat New Horizons pada tahun baru 2019. Objek MT69 disebut sebagai PT 1 atau Potential Target 1. Diperkirakan memiliki ukuran 46 km dan masa benda ini hanya 1% dibanding Pluto. Batuan tersebut mirip seperti planet kerdil. Pesawat akan melakukan manuver menuju PT1 tersebut pada bulan Oktober atau November 2015 nanti. Dan akan sampai di sekitar tempat tersebut pada 1 Januari 2019.

MT69 adalah batuan di sabuk asteroid Kuiper, tidak terlalu besar. Benda tersebut dipilih karena perjalanan New Horizons bisa mengandalkan bahan bakar lebih sedikit. Target kedua adalah MT70 yang ditemukan tahun 2014. MT70 lebih terang , kemungkinan lebih besar dengan diameter 76km.  Sayangnya peneliti Nasa harus memilih salah satu.


Pesawat ruang angkasa New Horizons akan terus terbang mencapai Kuiper Belt

Pesawat antariksa New Horizons diluncurkan Januari 2006, dan baru mencapai planet Pluto pada jarak 10.000km bulan 14 Juli 2015. Setelah melakukan penelitian disana, New Horizons akan melakukan manuver menuju sabuk Kuiper. Keputusan New Horizons untuk pergi ke 2 benda terbesar lainnya diputuskan bulan Agustus 2015.
Peneliti harus memilih 2 objek yang akan diteliti nantinya, karena pesawat tidak bisa melakukan observasi sekaligus.

Pesawat antariksa New Horizon


Seperti apa, seandainya tinggal di planet Pluto.
Seandainya bisa tinggal disana, untuk mengirim pesan ke Bumi. Pesan akan sampai terlambat, rata rata baru sampai 4,5 jam, ketika planet Pluto paling dekat dengan Bumi sekitar 4 jam, dan posisi Pluto ketika menjauh baru menerima pesan 6,5 jam.
Pluto mengorbit matahari hanya 248 tahun waktu bumi dalam satu putaran. Dibanding usia manusia, maka tidak pernah merayakan ulang tahun mengikuti waktu planet Pluto.
Suhu disana sangat dingin, dijamin tidak ada tempat di dunia yang memiliki suhu setara Pluto. -223 derajat C sampai - 233 derajat Celcius.
Gravitasi disana sangat rendah, hanya 1/15 saja. Mengangkat beban 60kg lebih hanya terasa 4,5kb berat di Bumi
Di Pluto ada 2 bulan yang cukup besar dinamakan Nex dan Hydra. Bila tinggal disana bisa melihat kedua bulan tersebut. Masih ada 2 bulan lain disebut Kereros, Styx dan Kerberos (berhasil diabadikan Okt 2015)
Bila di Bumi setiap hari selama 24 jam, di Pluto setara 6,4 hari waktu Bumi.
Bagaimana melihat matahari disana. Agak berbeda dibanding di Bumi, melihat matahari seperti planet kecil tapi agak mekar.

Dibawah ini foto dari planet Pluto di ambil pada jarak 10 ribuan km dari permukaan planet

Planet Pluto

Tentang planet Pluto 2015
Apa yang diketahui saat ini salah tentang planet Pluto. Planet Pluto bukan berwarna abu abu atau biru saja. Dari foto terbaru pesawat ruang angkasa New Horizons menampilkan gambar berbeda.
Pluto cenderung berwarna merah atau coklat, mirip seperti planet Mars. Di Mars, cahaya merah adalah bentuk dari oksida besi. Pluto mungkin memiliki sumber berbeda dari planet Mars. Entah dari hidrokarbon yang terbentuk akibat cahaya kosmik dan ultraviolet matahari dan berinteraksi dengan gas metana di atmofer Pluto.

Planet Pluto warnanya merah atau kecoklatan

Luas planet Pluto, Juli 2015 pada hari Senin tanggal 12 Juli 2015. Nasa mengumumkan planet Pluto lebih besar dari perkiraan semula. Setelah pesawat New Horizons mendekati Pluto, akhirnya diketahui planet Pluto memiliki diameter sekitar 2370km. Ukuran tersebut lebih besar dari perkiraan sebelumnya dengan diameter sekitar 1000km.

Seperti apa ukuran planet Pluto dibanding Bumi dan Bulan

Perbandingan planet Pluto Bumi dan Bulan


Komunikasi dengan pesawat New Horizon berjarak 4,8 miliar km
Bagaiaman melakukan komunikasi dengan jarak sejauh itu ke bumi. Sementara komunikasi radio dari pesawat ke Bumi diperlukan dua arah.
Ada 3 pemancar radio terbesar di dunia, di Barstow California, Madrid Spanyol dan Canberra Australia. Ketiga tempat tersebut memiliki perbedaan 120 derajat terpisah dan disebut sebagai  Deep Space Network / DSN. Sehingga dapat memancarkan seluruh arah atau 360 derajat. Bila data yang di terima dari pesawat New Horizons menghilang di satu antena, dapat diambil oleh antena lain.
Ketika gambar pertama dari pesawat ruang angkasa New Horizon pertama kali diterima dari pemancar radio di Madrid dan Barstow.
Sekarang kecepatan yang diterima oleh pemancar turun karena begitu jauh. Hanya 1200bit/s atau setara teknologi modem generasi pertama tahun 90an. Sedangkan sinyal radio harus menempuh waktu selama 4,5 jam untuk sampai ke Bumi.
Tanggal 13 Juli 2015, pesawat baru melewati planet Pluto. Beritanya baru diumumkan hari Selasa 14 Juli 2015 karena informasi yang datang terlambat.
Dengan bantuan DSN inilah data dapat diterima oleh ilmuwan. Fungsi pemancar tersebut bukan untuk menerima sinyal radio pesawat ruang angkasa saja, tetapi membantu badan antariksa lain seperti milik Eropa ESA dan Jepang.
Pada satu waktu, sistem DSN dapat berkomunikasi dengan 12 sampai 15 pesawat ruang angkasa.
Kebanyakan komunikasi pesawat ruang angkasa mengunakan frekuensi X band dengan rentang 8,4-8,5Ghz dan disediakan khusus sebagai frekuensi antarriksa.

Deep Space Network - DSN

Kabarnya, sistem tersebut akan di upgrade dan mengunakan frekuensi lain di 32Ghz agar tidak terganggu oleh frekuensi pemancar yang ada di Bumi. Kepada pesawat ruang angkasa apa saja sistem DSN sedang berkomunikasi. Komunikasi DSN saat ini dapat dilihat realtime via website eyes.nasa.gov

Gunung di planet Pluto
Foto yang dikirim oleh New Horizons memberi sebuah gambar gunung di planet tersebut. Terlihat terdapat sebuah pegunungan yang terangkat dengan puncak ketinggian 3,500m dari permukaan planet. Gambar dibawah adalah foto detil permukaan planet Pluto pertama.
Ilmuwan bingung dengan gambar gunung es di tepi tata surya yang jaaknya mencapai 5 miliar km.
Foto diambil dari ketinggian 12.500 km diatas Pluto. Peneliti mengatakan seharusnya es disana adalah air atau H2O.

Planet Pluto warnanya merah atau kecoklatan

Video dibawah ini adalah bentuk permukaan planet Pluto



Jumlah bulan di Pluto
Terakhir terindentifikasi 5 bulan ada di Pluto. Styx, Nix, Kerberos, Hydra dan Charon.
Kerberos merupakan bulan terkecil, ukurarnnya hanya 12km dan lebar 4,5 km. Bila dilihat sekilas seperti meteor bahkan komet.

Perbandingan bulan di planet Pluto - Styx, Nix, Kerberos, Hydra dan Charon

Charon memiliki permukaan yang rata, dengan bentuk retakan diakibatkan laut yang membeku.
Hydra, terbentuk 4 miliar tahun lalu. Kemungkinan bertabrakan dengan benda kecil sampai membuat bulan di Pluto ini membesar.

Styx mungkin terbentuk akibat pecahan tabrakan antara Pluto dan Charon

Update video Nasa dengan permukaan planet Pluto dari dekat (27 Mei 2016)