Kecepatan cahaya dengan luas bumi akan terlihat paling cepat. Contoh, cahaya dapat menyeberang (melintas) pulang pergi antara kota London dan New York  50x dalam waktu 1 detik.

Dapat dibayangkan kecepatan tersebut. Kelihatannya kecepatan cahaya sangat cepat.

Apakah anda pernah bertanya adakah yang lebih cepat dari kecepatan cahaya.

Mengapa kebutuhan kecepatan diperlukan, seandainya manusia mampu membuat pesawat ruang angkasa secepat kecepatan cahaya.

Di alam semesta, objek begitu jauh bahkan sangat jauh. Kita melihat cahaya bintang, oh itu ada disana. Tapi bagaimana kita pergi kesana dan mengunjungi bintang. yang dilihat.

Cahaya bintang, dan galaksi yang dilihat sebenarnya datang sangat terlambat terlihat di bumi. Usia sebuah cahaya mencapai jutaan bahkan miliaran tahun lalu. Cahaya bintang terdekat ke Bumi saja, yang paling dekat memiliki jarak 4,4 tahun cahaya.

Itu baru perjalanan yang sudah memakan waktu lama. Bagaimana dengan komunikasi astronot dengan para ilmuwan di Bumi.

Dengan telepon di bumi seperti menelpon ke tetangga, nyaris tidak terjadi kelambatan. Menelpon ke teman di belahan Bumi juga tidak terlihat keterlambatan.

Tapi di ruang angkasa walau tidak ada halangan sekalipun, percakapan / komunikasi akan menjadi kaku alias terlalu banyak terlambat  / delai. Jedah komunikasi bahkan menjadi sangat lama, seakan komunikasi satu arah seperti walkie talkie.

Contoh komunikasi antara antara Bumi ke tempat di ruang angkasa.
  • Bulan ke Bumi memiliki jarak 384.000km, komunikasi radio akan terlambat 1,3 detik.
  • Planet Mars ke Bumi, memiliki jarak 225 juta km, dibutuhkan waktu 12,5 menit baru bisa menjawab telepon dari sana. Seperti pesawat ruang angkasa yang menjelajah ke Mars, mengirim berita dari planet Mars ke Bumi akan terlambat karena membutuhkan waktu mengirim data gambar.
  • Pesawat Voyager yang sudah berada di tepian tata surya, sekarang berada 19,5 miliar km dari Bumi. Data yang dikirim dari sana baru sampai 18 jam di stasiun penerima Deep Space Network di Bumi.
  • Bintang paling dekat dengan bumi adalah bintang Alpha Centauri, tapi jaraknya 40 triliun km. Seandainya ada manusia (alien disana) mengirim sinyal (misalnya kode dalam bentuk cahaya). Bila disana menelepon ke bumi dengan kata "Halo" , entah mengunakan frekuensi radio yang sangat kuat. Maka kata halo dari telepon baru diterima di Bumi 4 tahun kemudian, dan dijawab dari bumi dengan "Siapa disana" maka satu percakapan butuh waktu 8 tahun untuk menyelesaikan pembukaan pembicaraan Halo dan Siapa Disana. Akan terjadi keterlambatan tidak kepalang tanggung, mungkin 10 percakapan kita dengan saudara disana baru selesai dalam seumur hidup manusia.
Komunikasi di antariksa saat ini umumnya mengunakan frekuensi radio. Gelombang frekuensi radio melintas seperti  kecepatan cahaya di ruang hampa. Nanti ada teknologi baru yang sedang dikembangkan yaitu perangkat komunikasi dengan teknik optik atau cahaya laser. Mengapa ilmuwan ingin mengunakan komunikasi dengan cahaya, seperti teknologi fiber optik di Bumi. Tapi yang ini digunakan untuk pesawat ruang angkasa.
Apa bedanya kecepatan frekuensi radio dengan komunikasi cahaya atau frekuensi lebih tinggi

Kembali ke teknologi yang ada sekarang. Bagaimana manusia menerima sinyal seperti pesawat ruang angkasa, setidaknya akan lebih cepat dan informasi lebih padat. Upaya yang dilakukan dengan menganti teknologi frekuensi radio ke cahaya untuk memadatkan data informasi yang dikirim oleh pesawat ruang angkasa. Saat ini ilmuwan memindahkan spektrum frekuensi dari 8 Ghz ke 30Ghz agar informasi data yang dikirim lebih banyak. Semua data dapat dikirim bersamaan mengunakan sinyal digital.

Dengan frekuensi radio lebih rendah, setiap detik dapat diterima pesan A. Dengan frekuensi lebih tinggi data dapat menerima pesan A, B, C, D dalam waktu yang sama. Ditambah teknologi kompres data, maka pengiriman data dapat lebih banyak dan data yang disampaikan semakin singkat. Sejauh ini ilmuwan masih mencari cara untuk menekan keterlambatan pengiriman data komunikasi. Tapi waktu yang dibutuhkan tidak berubah, hanya data yang dikirim dapat lebih banyak. Misalnya untuk foto, komunikasi atau mengirim perintah ke pesawat ruang angkasa.

Pastinya komunikasi tidak lagi mengunakan teknologi analog, melainkan digital. Sama seperti teknologi komunikasi dengan kabel telepon dimana memiliki batas jumlah komunikasi, seperti kabel telepon dari Jakarta ke Surabaya, bila tersedia 100 kabel maka yang berbicara hanya untuk 200 telepon.

Bila teknologi analog digunakan untuk internet. Dengan jumlah penguna internet yang sudah miliaran perangkat, entah berapa banyak kabel yang harus di tarik dari ke seluruh dunia dengan teknologi konvensional

Komunikasi internet, dimana jalur kabel fiber optik lebih stabil dan lebih cepat melalui jalur bawah laut. Dibanding mengunakan sistem komunikasi satelit yang harus berputar dari bumi ke satelit dan dikembalikan lagi ke bumi. Komunikasi kabel optik dapat ditingkatkan mencapai Gigabyte. Bila suara manusia untuk berkomunikasi membutuhkan 100kb perdetik, bisa dibayangkan berapa banyak komunikasi dapat dilakukan dengan satu kabel optik 1GB setara 1.000.000KB

Kembali ke teknologi pesawat ruang angkasa

Apakah ada yang lebih cepat dari cahaya.
Mungkin kita bertanya apakah ada yang lebih cepat dari kecepatan cahaya. Seluruhnya masih dalam teori atau cerita film. Seperti film Star Trek dikenal dengan kecepatan Tachyon.

Tachyon Burst adalah partikel subatomik secara alami lebih cepat dari kecepatan cahaya. Semburan Tachyon akan mengkonsentrasikan pulse. Sering dikaitkan dengan perjalanan waktu dan alat komunikasi yang lebih cepat dari cahaya. Tachyon bertentangan dengan teori relativitas, jadi kemungkinan kecepatan Tychyon ini tidak pernah ada. Jadi teknologi ini masih sebatas fiksi ilmiah dan tidak cocok untuk komunikasi sekarang, setidaknya masih sebatas dongeng dalam film.

semburan radiasi pulse Tachyon

Saat ini hanya kecepatan cahaya adalah kecepatan paling cepat. Walau kondisi manusia sendiri belum tentu bisa dibawa atau tidak pernah mencapai batas kecepatan tersebut.

Seandainya manusia dapat membuat pesawat dengan kecepatan cahaya, kemungkinan besar manusia tidak bisa berada di dalam pesawat. Karena tubuh manusia tidak dapat mentolerir sampai batas kecepatan cahaya.

Seperti apa melihat kecepatan cahaya di jendela pesawat ruang angkasa
Dalam film fiksi ilmiah, ketika pesawat Star Wars atau film Star Trek melesat. Digambarkan semua cahaya bintang akan terlihat seperti garis. Dimana pesawat sudah mencapai kecepatan Warp Drive atau Hyperdrive, atau hampir mendekati kecepatan cahaya.

Kecepatan cahaya di dalam pesawat dalam film fiksi ilmiah bila dilihat di jendela pesawat ruang angkasa

Menurut mahasiswa Leicester dari Inggris. Teorinya disebut efek Doppler. Cahaya yang terlihat akan berubah seperti panjang gelombang radiasi dari sumber bergerak. Karena cahaya bintang akan bergeser dari spektrum warna yang dapat terlihat menjadi spektrum sinar X-ray. Dan mata manusia tidak dapat melihat.

Dasarnya dari teori Einstein. Seperti sebuah suara sirene ambulan akan terdengar dengan nada lebih tinggi ketika mendekat dibanding suara sirine menjauhi yang mendengar.
Frekuensi suara menjadi lebih tinggi karena gelombang panjang yang lebih pendek dan ikut merubah nada suara.

Hal yang sama terjadi dengan cahaya bintang bila berada di dalam pesawat ruang angkasa dengan kecepatan hampir mendekati kecepatan cahaya.
Bila satu cahaya bintang berada di depan, kecepatannya menjadi signifikan. Cahaya lainnya akan tampak kabur, atau disebut sebagai radiasi gelombang microwave sebagai latar belakang.

Kecepatan 
cahaya terlihat sebenarnya di jendela 
pesawat ruang angkasa

Radiasi di ruang angkasa akan mencapai radiasi sinar X, dan pesawat memerlukan perlindungan dari radiasi X-ray. Jadi yang terlihat di film fisik saat ini belum tentu seperti gambar diatas. Ketika pesawat sudah mencapai kecepatan cahaya, tidak lagi garis yang muncul. Tapi bentuk cahaya di antariksa yang kabur serta radiasi X-ray yang sangat tinggi dengan bentuk buram.

Kecepatan cahaya memiliki batas bagi tubuh manusia.
Kecepatan cahaya adalah konstan, melintas di ruang hampa tanpa hambatan. Tidak akan lebih cepat dan tidak akan lebih lambat.
Apakah manusia bisa mencapai kecepatan tersebut. Dengan mudah di jawab tidak. Mengapa manusia tidak mungkin mendapatkan kecepatan cahaya.

Ada batas sebuah kecepatan di ruang angkasa. Sebuah pesawat jet supersonic akan memberikan suara sonic boom, atau ketika pesawat menembus kecepatan suara akan terdengar dentuman. Setiap naik satu tingkat lebih cepat, seperti 2 Mach, akan kembali terdengar suara dentuman lain. Hal ini disebut hukum alam, dan tidak bisa di rubah oleh manusia karena pesawat supersonik berada di lingkungan atmofer dengan gesekan udara..

Di ruang angkasa lebih berlaku hukum relativitas, seperti batas hukum alam. Mungkin suatu hari nanti mampu membuat sebuah pesawat ruang angkasa tapi tidak akan pernah menyamai kecepatan cahaya. Mungkin hanya 99,9% dari kecepatan cahaya

Tetapi tubuh manusia tidak akan mentolerir kecepatan cahaya, seandainya pesawat tersebut memang bisa dibuat. Manusia hanya bisa naik di pesawat yang sangat cepat tetapi hanya mencapai setengah kecepatan cahaya saja.

Prof Lewis dari universitas Sydney memberikan ceramah tentang kecepatan futuristik di masa depan. Dia membahas teori Einstein, jika kita bisa menekuk alam semesta, maka akan mendapatkan kecepatan untuk pergi dengan kecepatan Warp. Jadi kita bisa melakukan perjalanan dengan kecepatan apapun sesukanya di alam semesta ini.

Teorinya memungkinkan, tapi apakah para ilmuwan bisa membangun pesawat yang mendekati kecepatan cahaya. Seperti film fiksi Star Trek dimana pesawat dapat begitu saja menempuh dengan kecepatan cahaya atau setara Warp.

Seberapa cepat kecepatan cahaya, mencapai 300.000 km perdetik. Terlihat sangat cepat, tapi kecepatan tersebut tidak cukup singkat untuk manusia menjelajah alam semesta. Bahkan untuk mencapai tata surya lain yang paling dekat.

Contoh untuk pergi ke sebuah bintang terdekat di Bumi, harus ditempuh selama 4 tahun dengan kecepatan cahaya. Karena bintang terdekat ke Bumi memiliki jarak 4,5 tahun cahaya. Bahkan datang ke galaksi Andromeda membutuhkan 2,5 juta tahun dengan kecepatan cahaya..

Mengunakan roket, tentu tidak mampu mencapai kecepatan tersebut. Caranya, mengunakan teknologi dengan bahan baru, dan merubah kepadatan energi negatif. Di alam semesta ini memiliki ruang kosong, dan ruang kosong tersebut memiliki kepadatan energi negatif. Apakah kita bisa menambang bahan tersebut, dijawab entah. Tapi salah satu teknologi yang dikembangkan untuk roket masa depan. Seperti EM Drive sudah mulai dilakukan. Mengunakan teknologi energi listrik. Bila berhasil dikembangkan, perjalanan ke planet Mars selama 3-4 bulan dengan teknologi saat ini dapat dipersingkat menjadi 70 hari. Karena teknologi EM Drive mengunakan pembangkit nuklir sebagai energi pendorong, dan ukuran pesawat ruang angkasa menjadi lebih kecil.

Tidak ada yang mustahil dengan teknologi . Dapat dilihat teori Newton yang sudah ada 400 tahun lalu, bahkan orang yang bekerja dengan fisika kuantum 100 tahun lalu. Sekarang sudah menjadi kenyataan.
Teori Einstein sudah dipelajari 100 tahun lalu, tapi saat ini masih tergores di permukaan. Mungkin 100 tahun bahkan 1000 tahun kedepan manusia bisa membuat kenyataan untuk membuat pesawat sangat cepat.