Pesawat pembom B2 Spirit adalah pesawat Stealh Bomber.

Mampu menyelinap tanpa terditeksi radar, karena badan pesawat memiliki lapisan khusus untuk mennyerap sinyal radar.

Bagian 4 mesin General Electric F118-GE-100 non afterburning. Persenjatanan ditempatkan di 2 sisi, mampu membawa 8 bom pemandu yang sangat presisi ditambah 36 bom cluster. Selain membawa bom modern, B2 Sprit dirancang untuk membawa bom nuklir.

Harga satu pesawat B2 Spirit mencapai 2,1 miliar dollar. Dirancang oleh perusahaan Northrop Grumman, sebagai pesawat strategi kelas berat dan tidak terditeksi radar. Memiliki 2 pilot dan satu cadangan bertugas menyiapkan makanan, dan memonitor pesawat.

Kemampuan B2 mampu membawa 8 tipe bom MK 82 yang masing masing beratnya 230kg, JDAM Global Positioning System Guided Bom. Atau membawa 16 bom nuklir yang masing masing 1.1 ton tipe B83. Sejauh ini hanya B2 yang masuk sebagai pesawat ukuran besar dengan kemampuan membawa rudal dari udara ke darat dengan teknologi stealth.

Pertama terbang pada tahun 1989, diperkenalkan ke publik tahun 1997. Di produksi dari tahun 1987 sampai 2000. Kecepatan pesawat hanya 1000km perjam dan kecepatan rata rata sekitar 900km perjam. Seluruh pesawat diberikan nama resmi dengan nama kota dan negara dibelakang nama Spirit Of.

Pesawat pembom B2 Spirit Stealh Bomber

Amerika awalnya menginginkan 132 pesawat tipe B2, tapi dipangkas menjadi 21 unit. Tahun 2008 satu pesawat jatuh setelah gagal take off dan hanya tersisa 20 unit.



Pertama kali pesawat diterjunkan ke peperangan di Kosovo, disusul di Irak dan Afghanistan. Tahun 2014 sudah mendapat upgrade untuk meluncurkan rudal.

Ruang cockpit pesawat pembom B2 Spirit Stealh Bomber

Kemampuan B-2s mampu melakukan misi dari ketinggian 15.000 meter. Dan terbang dengan 11.000km, dan bahan bakar penuh 19.000km.
Kemampuan terbang selama 6 jam sejauh 11.000km, dengan 45 ton bahan bakar.

Sampai tahun 2013, pilot aktif B-2s stealth bomber hanya 80 penerbang. Ruang tersebut untuk menjaga kondisi pilot tempur selama perjalanan panjang. Walau pesawat terbang secara otomatis menuju sasaran.

Dibagian bawah perut pesawat, terdapat 2 ruang bom terpisah. Mampu membawa 18 ton bom, persenjataan nuklir tipe B61 atau bom buklir B83 dan rudal AGM-129 ACM yang mampu terbang selama 3,5 jam mengikuti rute target sampai 3700km dengan kecepatan terbang 800km perjam (dihentikan karena mahal biaya perawatan).

Tahun 2017 mengapa pesawat stealth bomber digunakan walau tidak ada ancaman udara
Pesawat pembom B-2s terakhir melakukan misi 29 Maret 2013. 2 pesawat bomber terbang sejauh 20.000km dari pangkalan Whiteman Air Force ke Korea Selatan untuk latihan.

Pesawat B-2s Spirit kembali bertugas di bulan Januari 2017 lalu. Kali ini targetnya Libia.

Sementara drone memantau target dari udara. Dan melihat dimana para pejuang ISIS melakukan kegiatan. Di belahan bumi lain, pesawat B2 disiapkan untuk terbang 9000km.
Dari pangkalan angkatan udara Whiteman Air Force Base di Missouri, siap melakukan misi ke Libia dan kembali pulang.

Mengapa target ada di Libia, tepatnya 45 km barat daya dari kota Sirte. Disana banyak pejuang aktif untuk merencanakan serangan ke Eropa dan melarikan diri ke Libia.
Dari pengamatan militer, dapat melihat para pejuang membawa senjata, mortir dan rompi taktis di markas mereka.

Serangan ini berbeda dimana perang melawan ISIS. Sebelumnya serangan terakahir dilakukan, beberapa serangan sudah dilakukan dengan jet F15s dari pangkalan udara Amerika di Inggris, dan 2 kapal perusak dengan pemandu rudal  Tomahawk di lepas pantai Libia. Serangan disana sudah berlangsung  beberapa bulan, tapi tidak banyak terdengar di media. Setidaknya 495 serangan udara dilakukan di wilayah kota Sirte. Melibatkan helikopter Cobra, kapal serbu amfibi di lepas pantai Libia. Tidak di Libia saja, negara lain yang menjadi target Irak, Suriah, Pakistan, Afghanistan, Yaman dan Somalia.

Angkatan udara Amerika tidak pernah mengungkap nama pilot, termasuk tidak mengijinkan pilot melakukan serangan sendiri diluar target. 2 pesawat B2 Spirit dengan masing masing 2 pilot lepas landas, menjatuhkan bom ke kamp ISIS dan kembali pulang.

Pesawat pembom B2 Spirit Stealh Bomber melakukan serangan di Libia

Staf intelijen dari pusat komando di Afrika / AFRICOM sudah mengawasi kamp ISIS seminggu sebelum mendapat lampu hijau. Mengapa pusat komando di Afrika mengirim bom stealth yang canggih, padahal disana tidak ada ancaman untuk pesawat udara.

Pesawat pembom 
B2 Spirit Stealh Bomber melakukan serangan di Libia


 Pesawat pembom digunakan karena tidak kemampuan pesawat lain untuk menjatuhkan bom secara tepat dan bersamaan. Bom khusus seberat 250kg, mampu menghancurkan dinding rumah dan kendaraan. Satu pesawat memiliki kemampuan membawa 80 bom. Bom yang dijatuhkan 108 dari 2 pesawat, sisanya dicadangkan.

Bom canggih yang meledak berdasarkan koordinat GPS. Masing masing bom diprogram untuk mencapai target tertentu. Meledak pada ketinggian tertentu, sudut tertentu, dan waktu yang sudah ditentukan.

Selema melakukan penerbangan, pengisian bahan bakar dilakukan dengan pesawat tanker KC-245 Stratotanker, dan dibutuhkan beberapa kali pengisian bahan bakar dalam sebuah misi.

Setelah mendekati target, pesawat mengatur kecepatan, mengukur kepadatan udara, dan parameter yang mempengaruhi jatuhnya bom sebelum dilepas.

Dibawah, markas musuh tidak mendapat peringatan apapun. Di dampingi sebuah drone untuk menyelesaikan misi terakhir. Drone mengawasi target dan merekam apa yang terjadi, dan menembakan rudal Hellfire bila masih ada target tersisa. Tapi semua kamp dibawah hancur terkena ledakan bom B-2s

Setelah 2-3 jam keluar dari target, pesawat kembali di jemput KC-245 untuk pengisian bahan bakar dan pulang ke basecamp. 32 jam untuk sebuah misi , 2 pesawat B-2s kembali ke pangkalan. Pilot tempur kembali pulang atau istirahat. Pangkalan udara kembali normal dan kembali ke siklus sehari hari. Tapi cepat atau lambat mereka akan kembali dipanggil.