Galaksi kerdil LMC dan SLC di sekitar Bima Sakti


Kategori : Science | Date : 25 November 2017
2 galaksi kerdil SMC dan LMC berada di samping galaksi kita Bima Sakti

LMC - Large Magellanic Cloud

Adalah satelit galaksi Bima Sakti, disebut juga galaksi kerdil.

Dahulu bentuk lengan di LMC berbentuk spiral, mungkin pernah berinterkaksi dengan satu satelit galaksi lain yaitu SLC Small Magellanic.

Pemberi nama LMC dan SMC adalah Ferdinand Magellan.

LMC dipenuhi benda bintang dan gas. Daerah tersebut sangat sibuk. Dan tampak protostellar atau beberapa bintang yang baru lahir.

Salah satu tempat paling sibuk diantaranya nebula Tarantula. Dan beberapa gugus bintang atau globular cluster, termasuk beberapa bintang raksasa lain ada disana.

Peneliti menyebut suatu hari kedua galaksi kerdil tersebut akan masuk ke Bima Sakti. Tapi penelitian terbaru kemungkinan berbeda.

Setelah peneliti melihat gerakan LMC yang besar ternyat terlalu cepat untuk masuk ke orbit Bima Sakti. Hanya saja ada kemungkinan bisa saling berdekatan sebelum orbitnya kembali keluar. Termasuk gerakan orbit SMC seperti LMC.
Dampaknya bisa saja arah belokan orbit SMC dan LMC merubah posisi bentuk galaksi kita.

Teleskop Hubble sering digunakan untuk mempelajari dareah awan yang kecil ini lebih rinci. Dan mendapatkan beberapa cluster bintang dengan resolusi lebih tinggi.
Bahkan teleeskop Hubble dapat mengintip bagian dalam dari pusat kumpulan bintang yang sering kali sangat padat. Bahkan tidak mungkin menghitung dan melihat lebih detil dari masing masing bintang dari teleskop darat. Beruntung dengan Hubble benda disana masih dapat ditelaah lebih jelas.

Ada hubungan antara 2 galaksi kerdil SMC dan SLC. Seperti ada jembatan gas di antara keduanya.
Yang dimaksud jembatan adalah jejak gas dari gaya tarik kedua galaksi mini. Mungkin dahulunya kedua galaksi SMC dan SLC pernah berinteraksi.


Ditambah beberapa bukti bintang bintang baru di kedua juga muncul. Salah satu indikator lain ketika terjadi tabrakan atau interaksi antara 2 galaksi.
Karena gravitasi 2 benda besar dapat menarik gas seperti pita memanjang, dan melahirkan gelombang kejut dan memicu pembentukan bintang di dalam gas.

Banyaknya globular cluster atau kumpulan bintang disana lebih berkelompok. Menunjukan bintang yang baru lahir juga memicu bintang lainnya lahir satu sama lain.

Tidak semua bintang berusia muda ditemukan di satelit galaksi.
Ada beberapa bintang tua yang masih ada.
Peneliti memperkirakan 2 satelit galaksi LMC dan SMC pernah bertabrakan sekali, sekitar 2,5 miliar tahun lalu.


Maret 2015
Ilmuwan sudah mendapatkan seluruh data dari isi galaksi Bima Sakti. Belum, dalam 10 tahun terakhir masih ada lagi temuan baru dengan galaksi kerdil atau galaksi kecil berada di pinggiran galaksi Bima Sakti.

Letaknya berada di dekat awan Magellan besar dan kecil atau disebut Large dan Small Magellanic Cloud. MLC dan SLC sudah dikonfirmasi sebagai satelit galaksi Bima Sakti, tapi ukurannya cukup besar dan bisa terlihat dari Bumi.

Sejauh ini hanya tempat di MLC dan SLC yang dianggap sebagai satelit galaksi Bima Sakti.

Dimana disana terdapat kelompok bintang tapi jumlahnya jauh lebih sedikit.

9 galaksi kerdil tersebut dinamakan Eridanus 2, Pictoris 1, Reticulum 2, Horologium 1, Eridanus 3.

Disisi lain dengan SMC terdapat Phoenix 2, Grus 1, Tucana 2 dan Indus1.

Ternyata masih ada lagi galaksi kerdil yang tidak bisa di observasi. Jarak paling dekat sekitar 100 ribu tahun cahaya. Dan paling jauh mencapai 1 juta tahun cahaya.

Penemuan ini mengunakan teleskop Dark Energy Survey, butuh waktu 5 tahun untuk observasi untuk mendapatkan benda benda disana. Mengunakan instrumen DECam, peneliti mampu memetakan misteri dari Dark Energy. Ilmuwan hanya memastikan ada 3 kelompok bintang yang berada di galaksi kerdil, setelah di teliti lebih lanjut kelompok bintang disana terikat dengan tarikan gravitasi. Disebut Global Cluster atau kumpulan kelompok bintang.

Perbedaan jumlah bintang di galaksi kerdil yang ditemukan, jumlah bintang disana sekitar 5000 bintang saja. Berbeda dengan jumlah bintang di galaksi Bima Sakti yang jumlahnya mencapai miliaran bintang. Kedua bintang di galaksi kerdil tersebut, cahayanya sangat redup sehingga susah untuk melihat dengan teleskop astronomi dari belakang rumah.

Jarak paling dekat dari galaksi kerdil yang ditemukan, sekitar separuh jarak MLC dan SLC, atau sekitar 97 ribu tahun cahaya. Berada di konstelasi Reticulum atau Reticle. Terjauh tepatnya 1,2 juta tahun cahaya, berada di konstelasi Eridanus atau The River.

Servey Koposof dari peneliti Cambridge mengatakan, saya tidak bisa percaya dengan mata saya sendiri. Katanya masih ada satelit kecil yang tidak terduga. Satelit galaksi kerdil menjadi penelitian awal dari teori Dark matter. Beberapa nama galaksi kerdil disebutkan Pictoris 1, Horologiam 1 dan Eridanus 2.

Beberapa nama galaksi kerdil disebutkan Pictoris 1, Horologiam 1 
dan Eridanus 2.

Gambar besar di Google+

April 2017 Small Magellanic Cloud - SMC resolusi foto paling tajam dan paling detil
Ruang observasi European Southern Observatory merilis sebuah foto dari bentuk galaksi SMC, dengan ketajaman 43.223 x 38.236 pixel dan menjadi gambar paling tajam saat ini.



Membuat foto di SMC dan LMC memang sulit. Karena benda di dalamnya tertutup dengan gas di antariksa. Seperti selubung yang menutup intinya, isi galaksi kerdil tersebut tidak mudah dilihat dengan teleskop optic.

Beberapa nama galaksi kerdil disebutkan Pictoris 1, Horologiam 1 
dan Eridanus 2.

Melihat kearah SMC, akan melewati kelompok dari kumpulan bintang yang disebut 47 Tucanae (sisi kanan atas) yang jaraknya 17.000 tahun cahaya.
Bila mengerti dengan astronomi bintang, dapat dicari bagian dari kelompok bintang 47 Tucanae, dan tidak jauh dari letak tersebut adalah lokasi SMC.
SMC diperkirakan memiliki jutaan bintang.

Untuk melihat lebih jauh, para astronom mengunakan peralatan teleskop Vista yang terletak di Paranal Cile untuk menangkap citra gambar inframerah. Cahaya inframerah dapat menembus debu di luar galaksi SMC dan tertangkap oleh teleskop khusus. Teleskop Vista memiliki berat 3 ton dengan 16 detektor inframerah dibagian depan. Memiliki cermin utama dengan luas 4.1 meter.



Galaksi kerdil Sculptor.
Satu galaksi kerdil ini dibadikan dari teleskop ESO La Silla di Chili.
Letak galaksi Sculptor terletak 300.000 tahun cahaya dari Bumi. Pertama ditemukan oleh astronom Harlow Shapley tahun 1932.
Ada 2 nama yang sama sebagai galaksi Sculptor, tapi disini adalah galaksi Dwarf Sculptor

Galaksi kerdil Sculptor dari penelitian data 2014 dan 2016, disusul April 2018. Pengukuran posisi galaksi tersebut lebih akurat bahkan diperkirakan memiliki 1 miliar bintang.
Foto dibawah ini kombinasi dari misi Gaia dan teleskop di darat (rilis ESO 17 November 17)

galaksi kerdil disebutkan Sculptor

+ SMC dari ESOEurekalert

Berita terkait
Globular Cluster NGC 2108 adalah lokasi dimana banyak bintang lahir bersamaan dan berkelompok di satu tempat di sekitar galaksi kita. Tapi kelompok bintang ini berada di bagian LMC atau satelit galaksi mini. Dengan jarak 150 ribu tahun cahaya dari Bumi. Memperlihatkan bintang berwarna merah dengan bahan karbon.

Apakah lintasan cahaya memang dapat dilihat, dijawab ya oleh tim MIT. Apakah manusia dapat pergi lebih cepat dari kecepatan cahaya, dijawab tidak mengapa ?. Lebih cepat dari cahaya seperti film fiksi Star Trek dikenal dengan Tachyon. Tachyon Burst adalah partikel subatomik secara alami lebih cepat dari kecepatan cahaya. Kecepatan sonic boom di cahaya disebut Radiasi Cherenkov



Ada cerita bintang Scholz bermasa rendah dahulu pernah melintas di tata surya kita. ESA menghitung ada berapa banyak bintang lain akan melintas dekat ke tata surya. Sekitar 16 cukup dekat dan satu bintang mungkin menganggu orbit awan Oort, dan mengeser batuan es menjadi komet di Bumi.

Seandainya matahari menghilang satu detik saja. Apa yang terjadi dengan kita. Bagaimana tata surya terlindung dari ruang antar bintang. Matahari memiliki pancaran angin yang membentuk gelembung dan melindungi planet

Tim observasi teleskop WM Keck di Hawai berhasil menghitung galaksi EGSY8p7, satu galaksi EGS-zs8-1 dengan teleskop Hubble. Mereka melihat sebuah titik cahaya sangat tua yang jaraknya 13,2 dan 13 miliar tahun cahaya dari Bumi. Galaksi ini terlihat dari teleskop ruang angkasa, dan hanya selisih 600 juta tahun setelah terjadi Big Bang. Disebut sebagai galaksi sejarah ketika pembentukan alam semesta.

Gabungan galaksi dengan galaksi lain, umumnya membentuk galaksi bundar atau elips. Tapi yang ini tetap bertahan dengan bentuk spiral. Membentuk cahaya lebih cerah dibanding galaksi lain. Mengapa galaksi yang bertabrakan bisa bertahan dengan bentuk lama.

Thierry seorang insinyur memiliki hobi astronomi, lagi lagi bikin kejutan dengan membuat foto ketika ISS melintas pada gerhana matahari 20 Maret 2015. Foto lain seperti stasiun ISS ketika bersandar dengan pesawat ulang alik, dan stasiun ruang angkasa milik China, planet Mars bahkan 2014 lalu mampir ke Indonesia Bromo



Terdapat 2 sabuk asteroid di tata surya dan daerah paling luar. Sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, tapi sabuk asteroid Kuiper dimulai di belakang planet Neptunus, dan terkonsentrasi di belakang planet Pluto. Satu lagi objek terbesar ada di Oort Cloud dengan kandungan batuan es

Beberapa hal tidak biasa di bumi ini dapat dilhat pada kehidupan sehari hari. Seperti bulan tidak jatuh ke bumi, air yang mudah menguap dalam kondisi panas. Atau posisi putaran badai berbeda antara di area utara dan selatan. Mengapa bulan tidak pernah menabrak Bumi

Video Timelapse ini serius banget bikinnya. Ketika profesor fisika dan fotographer amatir Isidro Villo menyebut akan membawa anda ke Orion Nebula yang begitu jauh dengan cameranya.  Targetnya ada di M42, Messier 42 atau NC 1976. Jaraknya 1344 tahun cahaya. Tidak jauh sih.

Fotographer Colin Rich membuat video timelapse mengikuti musik . Beberapa video dibuat singkat hanya 1-2 detik, video lain memiliki durasi lebih panjang. Peralatannya lengkap dengan membawa FloatCam DC Slider




No popular articles found.