Satelit DMSP-F13 US Air Force meledak 3 Februari 2015


Shortstory | 9 March 2015

Sebuah satelit milik US Air Force sebagai satelit Defense Meteorological Satellite Program Flight 13 (DMSP-F13) untuk analisa cuaca meledak. ESA yang memiliki beberapa satelit dan berdekatan dengan rute satelit DMSP-F13 mulai khawatir.

Satelit DMSP-F13 kabarnya mengalami masalah pada baterai, dan meledak di ruang angkasa. Menurut perhitungan, satelit tersebut dapat menjadi puing. Pecahan satelit mencapai 40 potongan. Satelit tersebut merupakan program satelit cuaca yang di tranfer dari US Air Force ke NOAA untuk mengurangi biaya operasi.

DMSP-F13 diluncurkan tahun 1995 pada ketinggian 800km. Satelit yang sudah tua dijadikan satelit backup oleh jaringan konstelasi satelit DMSP. Masalah baterai merupakah hal biasa yang bisa terjadi karena usia satelit. Menurut ESA, pecahan satelit tidak berbahaya. Bila jatuh ke bumi akan terbakar. Resiko pecahan satelit kabarnya tidak akan membahayakan satelit lain. Tapi siapa tahu, kalau pecahan tersebut nyasar dan menabrak satelit bisa saja satelit lain ikut rusak dan hilang.

Defense Meteorological Satellite Program Flight 13

Berita terkait
Dalam 10 tahun kedepan reaktor fusi nuklir hanya seukuran truk saja. Kontraktor pertahanan Amerika Lockheed Martin membuat terobosan baru di bidang nuklir dan bentuk prototipe akan dibuat dalam 5 tahun kedepan. Unit yang berfungsi nantinya siap digunakan tahun 2024.

Satelit mata mata Tiongkok Gaofen-2 adalah satelit pencitraan gambar paling canggih. Memiliki resolusi 80cm perpixel. Xinhua melaporkan satelit tersebut dapat mengambil gambar zebra cross di jalan. Satelit Cheos adalah singkatan China Earth Observation System. Rencananya akan dibuat 5 satelit jenis ini



Teknologi GPS baru mengunakan satelit GPS 2F-6. Rencananya akan diluncurkan ke ruang angkasa dengan roket Delta minggu ini. Satelit navigasi GPS 2F-6 akan mengantikan GPS yang sudah tua tipe GPS 2A-23 di slot 4. Jepang dengan satelit Michibiki presisi tinggi ke 4 Oktober 2017

Tanpa kita sadari, kehidupan manusia sekarang sudah bergantung dengan satelit. Apa yang terjadi bila suatu hari semua satelit berhenti bekerja. Kalau suatu hari nanti semua satelit terganggu dan tidak bisa mengirim signal apa yang terjadi.

Perusahaan satelit komunikasi Globalstar baru baru ini mengumumkan telepon satelit ringan. Dapat menerima panggilan telepon, SMS dan pengirim data. Kecepatannya tidak secepat GPRS atau 3G, hanya 28kBPS atau sekelas modem computer jaman dulu.

Susunan baterai Lithium umumnya memiliki 4 wire, dan sebuah sirkuit untuk pelindung baterai. Didalam baterai terdapat satu lapisan luar disebut Foil, bagian tengah ada 3 baik yaitu cathode pemisah lapisan baterai dan anode.

Ketika jaman camera digital belum ada, Amerika sudah memiliki satelit pengintai. Satelit sebesar ini yang dipakai untuk mengambil gambar dalam pengintaian.




No popular articles found.
< /body>