Apa yang terjadi bila sebuah meteor menghantam bumi.

Setiap hari Bumi ditabrak batuan dari ruang angkasa. Karena banyak sampah dari bekas pembentukan planet, tabrakan antar meteor masih berada di ruang angkasa.

Batuan di ruang angkasa disebut asteroid, ketika jatuh ke bumi disebut meteor.

Lalu apa yang terjadi bila sebuah asteroid sangat besar tertarik masuk dan jatuh ke Bumi. Setidaknya berukuran 500km, atau setingkat dengan planet kerdil / Dwarf Planet.

Kembali ke asal pembentukan bumi. Bumi terbentuk karena tabrakan antara asteroid atau puing batuan di antariksa.

Berjalan dengan waktu mencapai miliaran tahun akhirnya planet bumi terbentuk. Karena di ruang angkasa tidak memiliki gravitasi, maka batu yang sudah besar menarik batu yang lebih kecil. Dari ukuran kecil terus membesar.

Perlahan mulai memiliki kekuatan gravitasi dan menarik batuan lain yang lebih kecil lainnya sehingga masuk menjadi bagian planet. Setelah menjadi protoplanet Bumi, cikal bakal planet Bumi mulai mengorbit ke matahari, dan terus menyapu sisa batuan yang ada.

Tapi ketika diawal pembentukan tidak sekarang, bumi masih bopeng disana sini karena setiap waktu di bombardir oleh batuan yang tersisa. Sampai seluruhnya batuan dan gas habis tertarik gravitasi bumi.
Ternyata ada sebuah planet berukuran lebih kecil  berada di orbit yang sama dengan Bumi. Menurut data benda tersebut adalah bulan.

Bulan adalah pecahan dari planet Bumi ketika tertabrak planet lain pada orbit yang sama. Peneliti mengatakan batuan di bulan sama seperti di Bumi. Kecuali bumi memiliki inti dengan besi cair.

Ketika bertabrakan, sebagian materi bumi terlempar dan membentuk pecahana batuan baru sampai membentuk bulatan menjadi Bulan. Kejadian bumi dalam kondisi ekstrim tersebut dimulai sejak 4 miliar tahun lalu.

Bila dihitung, planet Bumi sudah mengalami beberapa bencana. Dan manusia hanya sebagian kecil dari sejarah Bumi dimana usia Bumi sekarang ini sudah cukup tua.

Seandainya bumi ditabrak meteor besar apa yang akan terjadi. Dibawah ini simulasi dari tabrakan sebuah meteor berukuran 500km yang jatuh di lautan Pasifik. Akan mengupas permukaan bumi sedalam 10km, tapi gelombang kejut tabrakan akan menimbulkan gelombang hipersonik. Dan memberikan tekanan termasuk udara dan air ke sebagian planet kita

Sebagian menjadi puing dan akan berterbangan di orbit rendah dan kembali jatuh sebagai batuan ke darat. Badai api akan mengelilingi bumi dan kehidupan diatas diperkirakan akan punah. Dalam satu hari saja setelah terjadi tabrakan, permukaan bumi langsung tidak dapat ditinggali.

Simulasi ukuran meteor 500km jatuh ke bumi

Dalam diperkirakan, Bumi sudah mengalami 3 kali peristiwa seperti ini.

Terakhir ketika jatuhnya meteor berukuran 5-15 km yang membuat punahnya dinosaurus, sebelumnya juga terjadi ketika pembentukan bulan serta pertama ketika terjadi pembentukan bumi sendiri yang disebut tabrakan antara 2 batuan besar yang akhirnya membentuk planet Bumi sekarang.

Sisanya tidak diketahui kapan terjadi. Bahkan planet Bumi sebenarnya memiliki 2 bulan. Dan baru ditemukan di abad ke 21, disebut 2016 H03 hanya saja bentuknya sangat kecil dengan ukuran 40-100 meter. Jadi ada satu Bulan yang bulat, dan satu lagi bebentuk asteroid yang mengitari Bumi sampai saat ini


Dampak meteor menabrak bumi dengan ukuran lebih kecil
Studi Meteoritics and Planetary Science mengatakan, sebuah meteor berukuran besar mungkin menimbulkan gelombang kejut seperti bom nuklir. Tapi tidak seperti itu bila ukuran meteor masih dibawah 1km.

Kecuali jatuhnya meteor berada di tengah kota akan memberi dampak dengan gelombang kejut  atau udara panas yang menghancurkan mahluk hidup.
Sebuah asteroid melintas dengan kecepatan 30 km perdetik. Atau hampir 100.000 km perjam selama terbang di ruang angkasa dan lansung menabrak permukaan planet

Ukuran asteroid besar mungkin sangat langka menabrak bumi. Tapi ukuran lebih kecil cukup sering, seperti ukuran 200 meter diperkirakan dapat terjadi antara 40.000 tahun sekali.

Beberapa skenario ketika meteor besar jatuh ke Bumi.
  • Meteor akan terbakar sebelum menghantam permukaan bumi dan pecah. Bila berada di atas maka asteroid dapat pecah, dan menimbulkan garis udara terbakar di udara. Dampaknya, muncul tekanan angin, sampai radiasi panas.
  • Meteor besar yang mencapai permukaan bumi. Bila jatuh ke air, menimbulkan dampak pada permukaan air laut. Dapat menimbulkan tsunami, tekanan udara dan angin dan thermal disertai ledakan. Asteroid 100m tidak menjadi masalah bila jatuh ke laut.
  • Meteor yang mencapai permukaan bumi tapi jatuh di permukaan tanah. Juga menimbulkan tekanan angin yang kuat, panas, kawah, melemparkan sebagian permukaan tanah yang ditabrak meteor dan menimbulkan getaran gempa bumi. Asteroid 100m berukuran kecil hanya menimbulkan kerusakan seperti lubang kawah.
Apakah ada asteroid yang berbahaya dan akan menabrak bumi. Ahli astronom sudah memperkirakan beberapa asteroid besar akan menabrak bumi. Tapi nanti, mungkin puluhan tahun mendatang, dan bisa saja perhitungan para ahli tidak tepat. Karena asteroid dengan lintasan yang sudah dihitung saat ini bisa melenceng. Bahkan yang diperkirakan tidak menabrak bisa saja bergeser. Hanya saja manusia di masa depan akan lebih siap dibanding manusia sekarang untuk menghadapi tabrakan asteroid ke Bumi.

Skenario sebenarnya.
Meteor yang berbahaya setidaknya memiliki ukuran diatas 150 meter, kemungkinan lebih sering jatuh menabrak ke bumi. Ukuran diatas tersebut bisa jadi masalah bagi manusia. Tapi dampak ledakan dapat berbeda beda. Baik sudut, besarnya meteor dan dimana meteor jatuh.

Peneliti Nasa JPL melakukan simulasi dari asteroid berukuran 100 meter. Apakah berbahaya bila meteor jatuh ke laut, apakah akan menimbulkan tsunami seperti film Hollywood. Dan membahayakan mereka yang tinggal di bibir pantai. Dari hasil test supercomputer, dampak tabrakan asteroid 100 meter sampai 250 meter ke bumi, atau meteor yang jatuh ke bumi dengan ukuran 100meter mungkin tidak terjadi masalah besar.

Dalam perhitungan supercomputer, 80% tabrakan energi dari meteor akan menguapkan air laut dan membentuk kawah air. Hanya 20% energi menyemburkan air yang mungkin merubah pola cuaca. Hanya 1% energi tabrakan menimbulkan gelombang ombak.

Kecuali lokasi jatuh meteor di tepi pantai, setidaknya sampai jarak 100km. Lebih dari 100km maka daratan aman saja. Dampak ombak akan signifikan tapi bukan gelombang besar, melainkan percikan air laut yang naik ke udara.

Dengan ukuran 100 meter, meteor yang jatuh tidak menimbulkan tsunami. Air laut dapat terlempar ke atmofer sampai ketinggian 2km


Simulasi ukuran
 meteor berukuran 100 meter

Ukuran asteroid 250km tidak berbeda, tapi dampaknya air laut dapat terlempar lebih tinggi sampai 7km dari permukaan laut.

Simulasi ukuran
 meteor jatuh ke bumi berukuran 250 meter

Lalu kapan planet Bumi akan berakhir, masih lama. Setidaknya kehidupan masih bertahan dalam ratusan ribu tahun lagi. Tapi Bumi akan selesai pada 1,7 miliar tahun