Meteor besar menabrak bumi apa yang terjadi


Science | 8 May 2017

Setiap hari bumi ditabrak meteor tapi ukuran kecil dan tidak terlihat

Apa yang terjadi bila sebuah meteor menghantam bumi.

Setiap hari Bumi ditabrak batuan dari ruang angkasa.

Karena banyak sampah dari bekas pembentukan planet dan tatasurya, Tabrakan antar meteor masih terjadi dan berada di ruang angkasa.

Bahkan batuan asteroid dapat saja berasal dari tata surya lain pernah melintas dekat Bumi.

Seperti asteroid Oumuamua. Ditemukan oleh teleskop pengamat Pan-STARRS pada tahun 2017.
Peneliti menghitung lintasan asteroid tersebut dan dipastikan tidak mengorbit ke matahari, melainkan dari tata surya lain. Batuan berukuran besar tersebut melintas di orbit planet tata surya kita. Nantinya akan pergi keluar dan tidak diketahui arahnya.

Batuan di ruang angkasa disebut asteroid, ketika jatuh ke bumi disebut meteor.

Bila asteroid jatuh dan melintas di atmofer bumi, akan terlihat menyala akibat gesekan dengan udara. Karena lintasan asteroid sangat cepat ketika tertarik gravitasi bumi, dapat terbentuk sonic boom atau dentuman sonik.

Lalu apa yang terjadi bila sebuah asteroid sangat besar tertarik masuk dan jatuh ke Bumi.

Setidaknya berukuran 500km, atau setingkat dengan planet kerdil / Dwarf Planet.

Kembali ke asal pembentukan bumi. Awal Bumi terbentuk karena tabrakan antara asteroid atau puing batuan di antariksa.
Jangan lupa planet lahir karena ada bintang, seperti planet kita lahir dari dampak terbentuknya matahari.
Debu dan gas akan berkumpul dan semakin padat. Proses yang sangat lama dalam skala kosmos, debu dan gas dapat berputar menjadi sebuah cakram.
Bagian tengah akan terkumpul lebih banyak gas, dan sedemkian besarnya sampai pada suatu saat nanti akan menyala menjadi sebuah bintang.

Berjalan dengan waktu mencapai miliaran tahun akhirnya planet terbentuk dari batuan dan gas yang tersisa. Dan terus tumbuh membesar dan terbentuklah sebuah planet.

Karena di ruang angkasa tidak memiliki gravitasi yang kuat, maka batu yang sudah besar menarik batu yang lebih kecil. Dari ukuran kecil terus membesar.



Perlahan mulai memiliki kekuatan gravitasi nya sendiri dan menarik batuan debu dan gas lain yang lebih kecil lainnya sehingga masuk menjadi bagian protoplanet. Setelah menjadi protoplanet Bumi, cikal bakal planet Bumi mulai mengorbit ke matahari, dan terus menyapu sisa batuan yang ada.

Tapi ketika diawal pembentukan Bumi. Mungkin bentuk bumi masih bopeng disana sini karena setiap waktu di bombardir oleh batuan yang tersisa alias asteroid.
Sampai seluruhnya batuan dan gas habis tertarik gravitasi bumi. Perlahan planet bumi mulai tenang dan tidak terjadi bombardir dari batu di ruang angkasa.

Ketika terjadi pembentukan Bumi, ada sebuah planet kerdil yang berukuran lebih kecil . Kebetulan planet kerdil tersebut akhirnya melintas di orbit yang sama dengan Bumi. Menurut data benda tersebut adalah bulan.

Bulan diperkirakan pecahan dari protoplanet Bumi ketika tertabrak protoplanet lain pada orbit yang sama. Peneliti mengatakan batuan di bulan sama seperti di Bumi. Kecuali bumi memiliki inti dengan besi cair dan mampu menghasilkan magnit bumi.

Ketika bertabrakan, sebagian materi bumi terlempar dan membentuk serpihan batuan di ruang angkasa. Batuan tersebut kembali terkumpul sampai membentuk bulatan menjadi Bulan. Kejadian bumi dalam kondisi ekstrim tersebut dimulai sejak 4 miliar tahun lalu. Jauh sebelum hadirnya mahluk hidup di permukaan Bumi.

Bila dihitung, planet Bumi sudah mengalami beberapa bencana.

Dan usia manusia hanya sebagian kecil dari sejarah Bumi sendiri. Dimana usia Bumi sekarang ini sudah amat jauh tuanya.

Seandainya bumi ditabrak meteor besar apa yang akan terjadi.

Dibawah ini simulasi dari tabrakan sebuah meteor berukuran 500km yang jatuh di lautan Pasifik. Akan mengupas permukaan bumi sedalam 10km, tapi gelombang kejut tabrakan akan menimbulkan gelombang hipersonik. Dan memberikan tekanan termasuk udara dan air ke sebagian planet kita

Sebagian menjadi puing dan akan berterbangan di orbit rendah dan kembali jatuh sebagai batuan ke darat.

Badai api akan mengelilingi bumi dan kehidupan diatas diperkirakan akan punah. Dalam satu hari saja setelah terjadi tabrakan, permukaan bumi langsung tidak dapat ditinggali sementara waktu.

Simulasi ukuran meteor 500km jatuh ke bumi

Dalam diperkirakan, Bumi sudah mengalami 3 kali peristiwa seperti ini.

Terakhir ketika jatuhnya meteor berukuran 5-15 km yang menganggu punahnya dinosaurus.

Peristiwa lain sebelumnya terjadi pembentukan bulan.

Dan yang pertama ketika terjadi pembentukan bumi itu sendiri yang disebut tabrakan antara 2 batuan besar yang akhirnya membentuk planet Bumi sekarang.

Sisanya tidak diketahui kapan terjadi. Bahkan planet Bumi sebenarnya memiliki 2 bulan tapi satu bulan yang lain berukuran jauh lebih kecil.

Bulan kedua ditemukan di abad ke 21, yang disebut 2016 H03 hanya saja bentuknya tidak bulat seperti biasa dengan ukuran 40-100 meter. Jadi ada satu Bulan yang bulat, dan satu lagi berbentuk asteroid yang mengitari Bumi sampai saat ini


Dampak meteor menabrak bumi dengan ukuran lebih kecil


Studi Meteoritics and Planetary Science mengatakan, sebuah meteor berukuran besar mungkin menimbulkan gelombang kejut seperti bom nuklir. Tapi tidak seperti itu bila ukuran meteor masih dibawah 1km.

Kecuali jatuhnya meteor berada di tengah kota akan memberi dampak dengan gelombang kejut  atau udara panas yang menghancurkan mahluk hidup disekitar.

Sebuah asteroid melintas dengan kecepatan 30 km perdetik. Atau hampir 100.000 km perjam selama terbang di ruang angkasa dan lansung menabrak permukaan planet

Ukuran asteroid besar mungkin sangat langka menabrak bumi. Tapi ukuran lebih kecil cukup sering, seperti ukuran 200 meter diperkirakan dapat terjadi antara 40.000 tahun sekali.

Yang lebih kecil bahkan lebih sering lagi. Dan hanya tampak seperti cahaya yang menyala melintas tanpa menimbulkan dampak apapun.

Beberapa skenario ketika meteor besar jatuh ke Bumi.
  • Meteor dipastikan akan terbakar sebelum menghantam permukaan bumi lalu pecah. Bila berada di atas maka asteroid dapat pecah, dan menimbulkan garis udara terbakar di udara. Dampaknya, bila ukuran asteroid yang jatuh menjadi meteor cukup besar, akan muncul tekanan angin, sampai radiasi panas.
  • Meteor besar yang mencapai permukaan bumi. Bila jatuh ke air, menimbulkan dampak pada permukaan air laut. Dapat menimbulkan tsunami, tekanan udara dan angin dan thermal disertai ledakan. Asteroid 100m tidak menjadi masalah bila jatuh ke laut.
  • Meteor yang mencapai permukaan bumi tapi jatuh di permukaan tanah. Dapat menimbulkan tekanan angin yang kuat, panas, membentuk kawah, melemparkan sebagian permukaan tanah yang ditabrak meteor dan menimbulkan getaran gempa bumi. Asteroid 100m berukuran kecil hanya menimbulkan kerusakan seperti lubang kawah.
Apakah ada asteroid yang berbahaya dan akan menabrak bumi. Ahli astronom sudah memperkirakan beberapa asteroid besar akan menabrak bumi. Tapi nanti, mungkin puluhan tahun mendatang, dan bisa saja perhitungan para ahli tidak tepat.
Asteroid ukuran besar sangat banyak di ruang angkasa, dengan orbit mengitari matahari.

Seandainya peneliti sudah menghitung, satu asteroid nanti akan menabrak bumi.
Perhitungan saat ini bisa melenceng, karena ada perubahan gravitasi di sekitar asteroid.
Bahkan yang diperkirakan tidak menabrak bisa lintasannya bergeser. Hanya saja manusia di masa depan akan lebih siap dibanding manusia sekarang untuk menghadapi tabrakan asteroid ke Bumi.

Skenario sebenarnya.
Meteor yang berbahaya setidaknya memiliki ukuran diatas 150 meter, kemungkinan lebih sering jatuh menabrak ke bumi.
Ukuran diatas 150 meter bisa jadi masalah bagi manusia. Tapi dampak ledakan dapat berbeda beda. Baik sudut, besarnya meteor dan dimana meteor jatuh.

Peneliti Nasa JPL melakukan simulasi dari asteroid berukuran 100 meter. Apakah berbahaya bila meteor jatuh ke laut, apakah akan menimbulkan tsunami seperti film Hollywood. Dan membahayakan mereka yang tinggal di bibir pantai.

Dari test simulasi supercomputer, dampak tabrakan asteroid 100 meter sampai 250 meter ke bumi, atau meteor yang jatuh ke bumi dengan ukuran 100meter mungkin tidak terjadi masalah besar.

Dalam perhitungan supercomputer, 80% tabrakan energi dari meteor akan menguapkan air laut dan membentuk kawah air. Hanya 20% energi menyemburkan air yang mungkin merubah pola cuaca. Hanya 1% energi tabrakan menimbulkan gelombang ombak besar.

Kecuali lokasi jatuh meteor di tepi pantai, setidaknya sampai jarak 100km. Lebih dari 100km maka daratan aman saja. Dampak ombak akan signifikan tapi bukan gelombang besar, melainkan percikan air laut yang naik ke udara.

Dengan ukuran 100 meter, meteor yang jatuh tidak menimbulkan tsunami. Air laut dapat terlempar ke atmofer sampai ketinggian 2km


Simulasi ukuran
 meteor berukuran 100 meter

Ukuran asteroid 250m tidak berbeda, tapi dampaknya air laut dapat terlempar lebih tinggi sampai 7km dari permukaan laut.

Simulasi ukuran
 meteor jatuh ke bumi berukuran 250 meter

Asteroid kematian datang tidak terduga.
Ini yang menarik dari peneliti astronomi. Mungkin asteroid jatuh tidak seperti biasa, dan datang tiba tiba jatuh ke bumi.

Mereka melakukan simulasi seandainya ada sebuah asteroid dengan lebar 200meter lebih dan jatuh ke bumi dengan kecepatan 20km perdetik.

Bila jatuh di kota seperti London, dan asteroid tersebut tidak diketahui datangnya. Diperkirakan 7 juta orang di kota dapat meninggal.
Kematian bukan datang dari hantaman asteroid, melainkan gelombang kejut dan angin akibat tabrakan dengan permukaan bumi.

Rumpfs seorang ilmuwan dari Universitas Southamton Inggris melakukan uji coba dengan simulasi computer.

Seandainya jatuh di laut, peneliti lain mengatakan akan ada tsunami, tapi hanya berdampak sampai 1/5 kehidupan.

Bagaimana bila asteroid meledak sebelum jatuh ke bumi. Udara disekitarnya akan mengalami panas yang hemat, hembusan angin berkecepatan tinggi dan gelombang kejut di atmofer.
Batuan lebih besar akan tetap jatuh ke bumi dan mengakibatkan gempa serta tsunami. Pecahan batu kecil akan berterbangan menabrak apa saja yang ada dibawahnya.

Rumpfs melakukan 1,2 juta simulasi dari dampak asteroid yang jatuh, dengan 1 dari 50.000 skenario dan jatuh bervariasi di beberapa lokasi. Setiap skenario dicoba dengan 24 ukuran steroid berbeda.

Diameter antara 15-400 meter. Dari 50 ribu skenario dikecilkan menjadi 36 ribu skenario dengan mengambil data yang menabrak ke permukaan.

Simulasi ukuran

 meteor jatuh ke bumi berukuran 50-400meter

Asteroid dengan ukuran kurang dari 18 meter, tidak berdampak bagi bumi.
Bahkan batuan dengan ukuran 46 meter belum tentu akan mencapai ke permukaan bumi, karena akan meledak di atmofer. Dan sisa batuannya akan mengecil
Tetapi ledakan meteor yang masuk itulah yang menghasilkan panas sangat hebat dan dapat membakar kulit, serta melontarkan puing batuan bila jatuh di tempat yang padat penduduk.

Sehingga bukan tabrakan meteor ke bumi yang mengancam, melakukan panas dan gelombang kejut lebih berbahaya.

Lalu kapan planet Bumi akan berakhir, masih lama. Setidaknya kehidupan masih bertahan dalam ratusan ribu tahun lagi. Tapi Bumi akan selesai pada 1,7 miliar tahun

Berita terkait
Dimulai tahun 1998, stasiun ruang angkasa Rusia Zarya berubah namanya menjadi ISS. Dari ukuran satu modul kecil, ISS saat ini memiliki lebar 72 x108 meter atau seluas lapangan bola Softball. Sampai tahun 2010 belum ada penambahan modul baru, tapi tahun 2016 - 2017 Rusia akan menambah modul disana sampai 4 ruang baru. Berapa suhu di stasiun ruang angkasa, dingin atau sejuk.

Diharapkan lintasan asteroid tidak bergeser. Asteroid99942 apohis memiliki lebar sekitar 370 meter. Asteroid Apophis mengambil nama dari bahasa mitologi Mesir atau sebagai setan. Ditemukan tahun 2004 dan bila melenceng maka bumi selamat tapi mengarah ke bumi menjadi bencana.



Sebuah batu meteor dengan berat 31 ton ditemukan di Argentina dengan nama kawah Campo del Cielo. Menjadi batu meteor kedua terberat yang pernah ditemukan di Bumi.Berita dari harian setempat, batu tersebut diangkat dari tanah. Mengunakan peralatan berat untuk menyingkirkan tanah yang menutup.

Sekitar 66 juta tahun lalu, sebuah meteor diperkirakan menghantam bumi. Tabrakan meteor berukuran lebar 10km menghasilkan kekuatan ledakan 100 megaton atau setara 2500 bom atom. Bencana global terjadi, tapi dimana meteor tersebut jatuh. Apakah hanya satu meteor

3 peneliti dari institusi Perimeter memberi masukan baru tentang alam semesta. Bagaimana sebelum terjadinya Big Bang, munngkin kita berasal dari dimensi yang lain. Bagaimana kejadian sebelum Big Bang

Ketika planet Jupiter dihantam Shoemaker Levy, sempat menjadi tontonan dari kosmik langka bagi manusia. Tahun depan para astronom memperkirakan planet Mars akan ditabrak komet C/2013 A1. Walau belum dipastikan secara tepat

Jorge Zuluaga dan Ignacio Ferrin dari universitas Antioquia di medellin mengunakan trigeometry ketinggian, kecepatan dan ketinggian serta posisi lintasan ketika jatuh ke bumi. Mereka menghitung dengan metode Monte Carlo untuk mengetahui arah orbit meteor tersebut. Kesimpulannya, meteor tersebut termasuk kelompok asteroid Apollo.




No popular articles found.
< /body>