Astronomi hobi memburu satelit mata mata


Stuff | 22 March 2015

22 Maret 2015
Lagi si Thierry Legault membuat kejutan. Dia memperhitungkan stasiun ruang angkasa atau ISS pas lewat ketika gerhana matahari berlangsung pada 20 Maret 2015 kemarin. Thierry menghitung perkiraan ISS akan melintas mengunakan data CalSky Walau berada di depan lingkaran matahari selama 1,64 detik. Tapi cahaya matahari sebagian tertutup, Thierry hanya memiliki kesempatan mengambil gambar dalam hitungan 0,6 detik

Fotonya dibawah ini

ISS lewat di depan matahari tepat ketika gerhana matahari 20 Maret 2015



Foto di publikasi via website Thierry

3 Maret 2015
Menjadi fotographer satelit adalah tantangan bagi Thierry. Pertama mungkin gagal, esoknya diharapkan bisa lebih baik lagi. Lalu dilanjutkan mencari satelit lain sambil berlatih.

Thierry Legault seorang insinyur, awalnya memiliki hobi fotographer astronomi. Karena ingin tantangan lain, dia belajar memburu satelit.

Salah satunya foto satelit Phobos Grunt pada 1 Januari 2012 dan satelit Lacrosse-3 tahun 2011. Bukan satelit biasa tapi satelit mata mata.
Satelit Lacrosse misalnya adalah satelit mata mata yang ada di program CIA. Disebut misi Onyx, kemampuan satelit dapat mengambil gambar sampai menembus awan.

Satelit mata mata tersebut pertama diluncurkan 1988, sampai yang tercatat di tahun 2000 menjadi satelit ke 4. Terakhir adalah satelit nomor 5 diluncurkan tahun 2005 dan masuk ke tim  NROL. Lacrosse memiliki ukuran sangat besar, mencapai bentangan 30 meter dengan berat 15 ton. Ukurannya sebesar bis dan ditugaskan untuk satelit pengintai di ruang angkasa. Dengan panjang focal length lensa 5000mm. Kabarnya satelit mata mata Lacrosse masih 3 unit aktif. Berapa jumlah satelit mata mata tipe Lacross ini, tidak ada yang tahu.





Gambar dibawah ini bagian kedua. Bila di amati dengan teropong, bentuk satelit seperti menghilang. Terlihat terang, lalu 4 detik menghilang, 33 detik kembali muncul cahaya dan 6 detik kembali menyala terang.



Thierry sering memberikan pengetahuannya dalam satu wawancara atau diminta di undang ke satu tempat sebagai pembawa makalah. Sekedar berbagi pengalaman kepada mereka yang ingin belajar astronomi.

Untuk mendapatkan lintasan satelit, Thierry mengunakan data yang diperoleh di internet. Seperti kapan satelit akan melintas, jam dan sudut, bisa dilihat via Calsky.com

Kecintaan dengan antariksa dimulai ketika kecil, ayah Thierry membelikan sebuah teleskop kecil. Dan mulai bercerita tentang bulan dan bintang, sampai terus berlanjut menjadi hobi. Semakin dewasa, tentu semakin besar teleskop yang dipakai.



Pada tahun 2005, dia sudah bisa menerbitkan buku Astrophotographie. Dan beberapa fotonya ketika stasiun ruang angkasa atau ISS melintas di depan matahari. Foto yang dibuat ketika stasiun ISS melepas (undocking) dengan pesawat ulang alik Atlantis . Karena fotonya dia masuk berita di CNN dan beberapa media lain.



Tahun 2007, Thierry meminta bantuan dari teman ke temannya. Emmanuel Rietsch. Dia meminta Emmanuel memodifikasi mounting teleskop agar bisa mengikuti gerakan satelit. Thierry meminta dibuat mounting dan motor pengerak dengan secara manual. Satu unit peralatan bisa di remote dari dalam ruangan dan mounting bergerak sendiri mengikuti arah satelit

Tracking teleskop

Perlengkapan astronomi Thierry dari teleskop ukuran medium merek Celestron 355mm dengan lebar 14 inch untuk melihat satelit.  Dibutuhkan 3 camera. satu unit camera utama, satu unit camera untuk melihat posisi satelit dan satu unit untuk mengikuti arah gerakan satelit yang terhubung ke mounting pengerak teleskop. Setelah satelit di dapat dari camera tracking, satu camera lagi akan memposisikan motor teleskop fokus ke objek.

Astrofotogri mudah di pelajari seperti bintang, nebula dan lainnya, masalahnya terbesar dari polusi cahaya atau cahaya kota yang menutup langit. Bila berada di perkotaan, bentuk bintang tidak terlihat alami. Terakhir adalah kondisi cuaca, untuk mengabadikan gambar yang diperlukan adalah cuaca yang cerah dan tidak berawan

Peralatan yang dipakai terakhir
Teleskop Celestron C14 Edge HD seharga $5,700, Takahashi refractor, Elevue Pronto (70mm)
SBIG STL-11000M CCD camera dengan sistem AO-L


Canon 5D mark II dan Canon 40D (IR filter removed), DMK31 dan Skynyx L2-2 video camera


Stasiun ISS di depan bulan

Thierry pernah mampir ke Indonesia, dia datang ke Bromo dan mengabadikan pemandangan disana pada tahun 2014. Lengkap dengan pendaki yang sedang naik ke puncak Semeru.



Liputan dengan Dice



+ www.astrophoto.fr

Berita terkait
Satu lagi satelit NROL diluncurkan L-76. Satelit mata mata Amerika terbaru dibawah oleh roket besar Falcon 9. Satelit sebelumnya ada di geostasioner untuk misi NROL-37. Satelit mata mata NORL-42 Sep 2017, NROL-71 Jan 19. Belum dikabarkan peralatan apa yang dibawa, diperkirakan tipe satelit Trumpet

lmuwan sudah mendapatkan seluruh data dari isi galaksi Bima Sakti. Belum, dalam 10 tahun terakhir masih ada lagi temuan baru dengan galaksi kerdil atau galaksi kecil berada di pinggiran galaksi Bima Sakti. Disebut satelit galaksi Bima Sakti.



Thierry Legault kembali membuat heboh dunia astrofotografi. Kali ini bukan ISS saja yang diabadikan tapi bersamaan dengan transit planet Merkurius. Satu lagi foto ISS melintas 4 Februari 2017, berhasil diabadikan Thierry dalam hitungan dari 1 detik

Justin Ng masih memiliki foto pemandangan alam di Bromo yang menampilkan sisi dari galaksi. Justin bisa mengabadikan galaksi Bimasakti, awan Megallanic dan satu bintang Canopus. Itu di Bromo loh, dan fotonya masuk di website Space.com. Tidak mengunakan teropong, hanya camera saja

Seorang fotographer asal Singapura Justin Ng, mengabadikan pemandangan gunung Bromo dengan teknik Timelapse. Dia menghabiskan waktu 12 hari disana. Pemandangan gunung Bromo, Semeru yang dibuat tidak kalah menarik.




No popular articles found.
< /body>