Bila memiliki smartphone atau tablet PC, sebaiknya gunakan charger asli.

Banyak charger subtitusi atau charger penganti dijual dengan harga murah ternyata tidak sebagus charger asli. Harga charger terlalu murah bisa saja memiliki komponen berkualitas rendah.

Dari Arcfn melakukan test charger asli buatan Apple, HP , Samsung dan produk lain dari Belkin, KMS dan Motorola. Lalu dibandingkan dengan produk charger iPhone versi subtitusi yang harganya sekitar 2 dollar

Tetapi charger versi KW memiliki kualitas kurang baik seperti sirkuit dibuat dengan solder seadanya, output charger tidak sama dengan spesifikasi yang tertera, pemakaian arus listrik lebih boros.

Tabel pertama memberikan keterangan output dari masing masing adaptor yang diuji. Tertulis Counterfeit atau adapter versi KW hanya memberikan kekuatan watts lebih rendah. Misalnya tertulis 5V 1A seharusnya memberikan output 4-4,5W, versi subtitusi hanya memberikan output lebih rendah hanya 1,7W saja.



Tabel ke 2 memberikan tingkat efisiensi. Satu charger terus menarik sumber listrik atau disebut sebagai Vampire yang memakan listrik terlalu banyak. Tingkat konversi dari power AC ke DC lebih rendah dari keterangan produk.

Apa dampak dari pengunaan pemakaian adaptor versi KW tersebut. Bila output yang diberikan berbeda dengan tulisan label, bicara 1A ternyata outputnya dibawah 0,5A. Tentu pengisian baterai lebih lama dan bisa saja lebih boros listrik. Kualitas output DC juga tidak sama, seperti arus output yang tidak stabil. Charger kompatibel dikabarkan memiliki disain yang buruk, khususnya bagian isolasi sampai menyebabkan aliran listrik bocor.

Tidak terkecuali charger palsu, kompatibel dan charger asli. Bila dipasang walau tidak digunakan akan mengambil daya listrik.  Hemat listrik cabut saja adaptor charger.


Informasi tambahan

Seorang wanita Juni 2014 meninggal sambil mengenakan headphone dan memegang notebook. Mengalami luka bakar di bagian telinga dan dada dan terlihat terkena sengatan listrik. Kabarnya charger USB yang digunakan bermasalah dan bocor lalu mengalirkan listrik ke perangkat gadget. Dari regulasi perdagangan menghimbau tidak membeli charger non standar. Dan pastikan memiliki isolasi di pin steker.  Himbauan lain , jangan mengunakan perangkat elektronik ketika mengisi baterai.

Mei 2015. Seorang pemuda usia 16 tahun memiliki smartphone iPhone yang di isi dengan charger palsu lalu smartphone terbakar. Dia mengalami luka bakar tingkat 3 di tangan kanan dan pah kanan serta beberapa di bagian tubuhnya.  Josh memasang iPhone 5S sambil mengisi semalaman. Mendadak terdengar letupan dan terjadi dibaterai.

iPhone meledak karena baterai palsu


Update November 2015
Dari sebuah media internet memposting charger Samsung palsu. Dia membeli 2 charger Samsung dari toko online eBay dan Amazon. Katanya tentu ada sudah menduga (di eBay yang palsu) , bentuk charger Samsung terlihat sangat mirip tapi satu nya adalah charger palsu (bukan di pasarkan oleh Samsung).

Dari gambar dibawah ini, pertama slot charger palsu dibuat tidak rapih. Bagian plug Male USB, di bagian logo lebih hitam dibanding charger asli dengan tulisan lebih abu abu, dan panjang USB konektor lebih panjang dari charger asli.
Paling terlihat label tulisan. Pada logo terlihat tidak halus di tengah logo hollow, dan di charger palsu diberikan tulisan A+, ditambah perbedaan dari negara produksi yang asli di Amazon di produksi di Vietnam.

gambar Charger Samsung palsu

Update Oktober 2016
Apple mengatakan charger dengan labe Gunuine di Amazon.com, 90% palsu. Apple Apple membawa tuntutan ke pengadilan karena produk charger palsu menempel logo Apple. Resiko dengan charger palsu seperti kualitas kabel, bocor listrik dan lainnya. Penjual dengan nama Mobile Star masuk daftar tuntutan, tapi Amazon tidak karena sebagai pihak estalase.

Mengisi baterai smartphone dengan charger sampai pagi

Apakah baik mengisi smartphone seharian atau sampai pagi. Biaya listrik tidak terlalu mahal, walau charger sudah tidak bekerja lagi sampai baterai smartphone penuh.  Mengisi baterai smartphone rata rata hanya membutuhkan waktu 2 jam kecuali smartphone dengan baterai kapasitas besar.

Mendekati kapasitas penuh antara 80-90%, pengisian baterai dari charger akan melambat dan menurun mengunakan daya listrik. Memang ada pemakaian power yang tetap berjalan, walaupun baterai smartphone sudah penuh. Ketika mengisi baterai, smartphone membutuhkan daya 3,68W atau lebih dan pemakaian listrik sangat kecil. Setelah tidak mengisi maka charger mengunakan power 2.24W. Menurut Lawrence Berkeley National Lab yang menguji di tahun 2012 membutuhkan biaya $5,3. Biaya listrik tersebut tidak terlalu mahal.

Tapi ada baiknya melihat bagaimana cara kerja baterai Lithium. Baterai lithium tidak boleh dibiarkan penuh sampai 100% terlalu lama. Baterai Lithium memiliki output voltase 3,7V DC, ketika di charger dan baterai full akan menerima dan memiliki output voltase 4,2V/DC. Setelah charger di lepas, maka perlahan baterai lithium akan kembali ke voltase semula antara 3,7V-3,8V DC
Masalahnya disini , ketika baterai full dan terus di isi dengan power charger, baterai akan mengalami stress. Akibatnya usia pemakaian baterai akan lebih singkat.

Perhatikan teknologi charger di smartphone
Saat ini perkembangan procesor smartphone memiliki fitur teknologi Quick Charger dari Qualcomm, Pump Express dari Mediatek, Vooc quick charger dari Oppo

Hati hati dengan smartphone USB Tipe-C
Bila smartphone anda memiliki port USB Tipe-C. Gunakan kabel USB tipe-C dari smartphone. Bila anda memerlukan kabel USB Tipe-C sebaiknya mengunakan yang sudah disertifikasi. Insinyur Google telah memeriksa beberapa produk kabel USB Tipe-C yang dipasarkan di Amerika. Voltase kabel USB Tipe-C dengan adaptor khusus dapat mencapai 15V/DC, bila kabel tidak sesuai standar maka dapat memberikan power sangat besar dan merusak perangkat. Info kabel USB Tipe-C

November 2016
Apple iPhone 6 dan 6s (tidak berdampak untuk model Plus) yang di jual di China mati mendadak ketika di charger. Setelah diselidik kemungkinan besar penguna disana membeli charger palsu dengan untuk iPhone. Masalah ada di bagian konverter arus AC ke DC, dan dapat menganggu pengisian baterai dan baterai tidak melaporkan status kapasitas dengan benar ke sistem OS. Tidak jelas apakah penguna disana menyadari bahwa charger yang dijual menyebabkan sistem baterai menjadi salah. Charger seharga $.5 dengan label original charger Apple, membuat sistem pengisian baterai salah melaporkan ke OS. Kapasitas baterai sampai 50%, membuat tiba tiba smartphone mati. Kerusakan akan terjadi pada sistem pengisian baterai di dalam sirkuit smartphone,. Baterai smartphone yang di drain sampai semua baterai habis tidak lagi menerima power dari charger. Menganti baterai hanya solusi sementara, karena sirkuit di dalam smartphone kemungkinan harus diganti.
Apple sendiri sudah memperingatkan bila 90% adaptor charger di Amazon dengan nama Apple hanya produk palsu. Bila memiliki smartphone cukup mahal atau smartphone dengan kapasitas baterai besar, sebaiknya mengunakan charger asli

Desember 2016
Badan CTSI membeli 400 charger palsu untuk iPhone dari berbagai merk dari produk yang dipasarkan di 8  negara. 397 model atau 99,25% yang di coba ternyata tidak lolos test. Eksekutif CTSI Leon Livermore mengatakan lebih baik membeli charger asli dibanding mengambil resiko hidup anda. Hanya 3 model saja yang lolos test, khususnya memiliki isolasi listrik di dalam charger.