Infografik masa depan Bumi dan Galaksi


Science | 23 February 2015

Setelah memasuki 10 miliar tahun kedepan sampai seluruh alam semesta gelap gulita

Perkiraan bumi sudah tidak tercatat lagi setelah melewati waktu miliaran tahun. Disini hanya berbicara waktu setelah 10 miliar tahun kedepan.
Setelah munculnya teori Bing Bang kembali munculnya teori Big Crunch dimana isi alam semesta yang awalnya menyebar lalu menjauh dan menyatu menjadi satu kembali.

Bagaimana nasib alam semesta

Seandainya teori Big Crunch tidak terjadi, dampaknya beberapa galaksi terdekat dari supercluster dan lokal grup galaksi akan menyatu dan tidak membentuk grup galaksi seperti terlihat sekarang. Seluruhnya menjadi satu menjadi galaksi yang lebih besar.
Pada waktu 1 triliun tahun kedepan, radiasi kosmik mikrowave yang awalnya dijadikan dasar pengamatan alam semesta a tidak bisa terditeksi lagi bila diamati dengan pengetahuan saat ini. Artinya teori Bing Bang di jaman tersebut akan lenyap
Memasuki 10 triliun tahun kedepan. Bentuk cahaya bintang dan galaksi yang terlihat hanyalah warna biru. Hanya bintang berukuran kecil yang mampu bersinar dan bertahan sampai triliunan tahun. Walau akhirnya satu persatu mati dan redup serta membentuk cahaya biru.

Bumi dan masa depan alam semesta sampai 100 triliun tahun mendatang

100 triliun kedepan dalam teori

Ada beberapa hipotesis yang memperkirakan bagaimana alam semesta akan berakhir.
  1. Dari Big Crunch, pada satu saat nanti akan berhenti mengembang dan kembali ke satu titik.
  2. Terus mengembang dengan garis yang sama
  3. The Big Chill sebagai teori yang paling menjanjikan dan seluruh isi alam semesta semakin melebar dan menjauh

3 teori Big Crunch Continue dan Big Chill

Pergerakan alam semesta selama melakukan ekpansi atau terus menjauh.

Expand Universe



Dari titik sebelah kiri adalah Big Bang sebagai asal mula seluruh alam semesta. Nantinya seluruh galaksi akan semakin menjauh dari titik asal. dan terus meninggalkan titik awal dan seluruhnya membuat memperluas dan mengkosongkan titik tengah asal mula alam semesta.

Expand Universe

Di skenario Big Chill terjadi dengan Dark Energy akan terus mendorong perluasan alam semesta. Seluruh isi alam semesta akan saling menjauh dan melebar. Sampai seluruh alam semesta terjadi penurunan suhu sampai tidak ada lagi bintang bersinar. Suhu turun ke titik dingin mencapai 0 mutlak dimana seluruh isi alam semesta tidak dapat melakukan pekerjaan apapun atau seluruhnya membeku.

Pada akhirnya seluruh isi alam semesta dari planet dan bintang akan bergerak semakin jauh, bahkan tidak ada lagi bintang tersisa untuk menghasilkan panas dan cahaya. Dari titik inilah alam semesta mencapai kondisi maksimal entropi. Hal tersebut terjadi setelah bintang terakhir akan membakar sisa gas untuk terakhir kalinya sampai bintang terakhir tersebut padam.

Seluruh kejadian tersebut masih sebatas teori. Ilmuwan hanya mampu memperkirakan apa yang telah terjadi nanti dan mengambarkan kejadian di masa depan dengan nasib bumi serta galaksi. Tapi lebih jauh kedepan adalah hal yang belum terjadi, sehingga masuk sebagai teori atau hipotesa

Berita terkait
Radiasi sinar X ditemukan di tengah galaksi Bima Sakti. Sebuah bintang S2 bergerak sangat cepat mengorbit ke lubang hitam. Mencapai 3% kecepatan cahaya. Tahun 2020 ada 2 bintang lain juga bergerak lebih cepat lagi, bintang S6 dan bintang 4714 lolos dari lubang hitam dan bergerak lebih cepat melintas dekat lubang hitam

Bila anda ditanya untuk memilih pindah ke planet lain, apakah anda ingin tinggal di matahari dengan ukuran besar atau ukuran lebih kecil. Pendapat sebuah planet memiliki air dan berada di zona yang tepat, tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan bintang. Bukan berarti planet tersebut sudah tepat. Tapi ada faktor utama lain yaitu lempeng tektonik serta gunung apa yang menghangatkan planet.



Ada cerita bintang Scholz bermasa rendah dahulu pernah melintas di tata surya kita. ESA menghitung ada berapa banyak bintang lain akan melintas dekat ke tata surya. Sekitar 16 cukup dekat dan satu bintang mungkin menganggu orbit awan Oort, dan mengeser batuan es menjadi komet di Bumi.

Bila anda membutuhkan waktu akurat, pada tanggal 30 Juni 2015, mundurkan jam anda 1 detik. Bumi memiliki rotas 86.400 detik yang setara 24 jam. Itu pada jam anda, tetapi dalam dunia nyata waktu sedikit berbeda.

Biasanya ukuran bintang besar akan berada dibagian dalam. Bintang di bagian tengah atau dekat inti galaksi memiliki kepadatan sampai 10x lebih banyak dibagian pusat. Sebuah galaksi merah disamakan bintang disana sudah berwarna merah atau bintang kuno. Semakin tua, sebuah galaksi akan membentuk tonjolan ditengah

Satu satelit atau bulan di Jupiter memiliki ukuran cukup besar. Bulan Europa masih diselimuti es di permukaan, peneliti mengatakan gravitasi di sana memungkinkan manusia tinggal. Tapi tidak sepenuhnya tepat, ada beberapa alasan mengapa di Europa manusia akan bermasalah

Ada beberapa penemun dari dunia astronomi, beberapa dijelaskan lebih mendalam. Seperti dampak tabrakan dua galaksi, bintang yang pernah melintas dekat di tata surya, penemuan galaksi purba, Black Hole raksasa dan terakhir foto Pluto dan bulan pendamping Charon



Film The Principle salah satu film kontroversial diwaktu sekarang. Membawa mata kita melihat hal menakjubkan dari survei skala besar baru baru ini tentang jagat raya. Dan melihat bumi bukan hal penting lagi di alam semesta. Bumi hanya bagian sangat kecil, dan alam semesta memiliki kekuatan amat sangat besar yang tidak terbayangkan.

Dijelaskan secara ilmiah dengan kehidupan di bumi dan kapan akan berakhir. Planet bumi tetap akan menghadapi kehancuran dalam beberapa ribu tahun sampai miliaran tahun kedepan. Semua planet suatu hari akan bubar. Termasuk skala galaksi, kedepan akan tetap hancur.

Umur bumi mungkin sekitar 1,75 miliar tahun lagi, atau paling lama hanya 3,25 milyar tahun dari sekarang. Manusia dimasa mendatang harus mencari tempat tinggal lain. Paling mungkin adalah planet Mars untuk sementara waktu. Apa yang terjadi dengan bumi setelah miliaran tahun lagi




No popular articles found.