Bintang melintas dekat matahari kita satu paling dekat


Science | 1 September 2017

Berapa banyak bintang akan melintas dekat ke tata surya kita dalam 5 juta tahun mendatang

Februari 2015
Ada cerita untuk, sebuah bintang bermasa rendah dahulu pernah melintas di tata surya kita.

Bintang dengan cahaya coklat tersebut relatif berukuran kecil, sekarang berada 20 tahun cahaya dari matahari.

Mengapa peneliti bisa memastikan bintang liar tersebut pernah lewat.

Menurut grup astronomi dari Amerika, Eropa, Chile, dan Afrika Selatan. Bintang Scholz adalah bintang Red Dwarf atau bintang kerdil.

Dia melintas di daerah awan Oort atau Oort Cloud. Tapi terjadi pada 70 ribu tahun lalu, tentu saja manusia belum bisa melihat ketika bintang tersebut lewat.

Nama bintang Scholz diambil dari salah satu peneliti yang menulis The Closest Known Flyby of Star to the Solar System.




Bintang Scholtz diberikan kode WISE J072003.20-084651.2.

Daerah yang terganggu bila bintang terlalu dekat ke tata surya



Peneliti sangat yakin 98% bintang tersebut memang pernah melintas dekat dengan tata surya. Membuat nama bintang WISE J072003.20-084651.2 menjadi bintang yang pernah dekat walau hanya melintas.

Tidak hanya satu tapi bintang tersebut ada 2 atau biner. Satu berukuran 2x lebih besar dari Jupiter dengan klasifikasi Red Dwarf (bintang merah kerdil),  dan satunya paling besar sekitar 12 kali masa Jupiter dengan warna coklat.

Diperkirakan usia kedua bintang tersebut mencapai 3 sampai 10 miliar tahun. Keduanya saling mengorbit dengan jarak 0,8 AU atau 80% dari jarak antara matahari dan bumi.

Lalu dimana bintang Scholtz itu lewat, perkiraan keberadaannya dahulu dibawah ini
Dari kiri adalah matahari, disusul planet sampai Pluto.(update Agustus 2017)

Star Scholz flyby 70.000 years ago

Nah dibelakang pluto adalah Kuiper Belt atau sabuk asteroid kedua, dilanjutkan lapisan Heliospause, dan terakhir bagian Bow Shock atau sisi antariksa yang mulai lepas dari matahari.

Lalu dimana bintang tersebut melintas, katanya di belakang Oort Cloud yang lebih jauh lagi .

Bintang Scholtz tersebut pernah melintas pada jarak 8 triliun km dari matahari. Ini yang unik, bintang terdekat dengan matahari adalah bintang Proxima, jaraknya sekitar 4,2 tahun cahaya dari matahari. Jadi bintang Scholtz ini relatif lebih dekat, dan beruntungnya dia cuma lewat.

Setelah 70.000 tahun berlalu, sekarang dimana keberadaan bintang tersebut pergi. Peneliti mengatakan sekarang bintang Scholtz berada 20 tahun cahaya dari bumi, dan terus bergerak menjauh.

Berapa banyak bintang akan lewat di sekitar tata surya
Penelitian terbaru dari ESA - European Space Agency mempelajari 300.000 bintang di galaksi Bima Sakti.

Menyelusuri beberapa bintang yang gerakananya dekat dan mengarah ke matahari. Kali ini dihitung selama 5 juta tahun kedepan.

Peneliti mengunakan peta dari teleskop Gaia yang selesai memetakan bintang 1 miliar bintang di sekitar tata surya kita.

Sekitar 550 bintang setiap 1 juta tahun akan lewat dekat tata surya. Rata rata jaraknya 150 triliun km.

Dari data perhitungannya seperti ini. Peneliti menghitung ada 97 bintang nantinya melintas dekat ke matahari. Jaraknya antara 150 triliun km dari Bumi, tentu lintasan bintang tersebut sangat jauh.



Tetapi ada 20 bintang yang melintas dengan jarak hanya 60 triliun km, tentu saja jaraknya menurut ESA paling dekat. Setidaknya dapat menganggu batuan es di sekitar sabuk awan Oort.

Peneliti mengatakan satu lagi bintang HIP 85605 mungkin akan berbahaya melintas di sekitar awan oort juga. Tapi bintang HIP 85605 akan melintas 240 ribu tahun - 470 ribu tahun dari sekarang. Tapi ini baru perkiraan, angka pastinya sangat sulit dihitung. Karena bintang tersebut memang bergerak liar.

Sekarang berada pada jarak 16 tahun cahaya, nantinya akan melintas pada jarak 3,8 triliun km dari matahari. Sejauh ini hanya bintang HIP 85605 yang akan melintas paling dekat dengan tata surya.

Bintang lain adalah bintang Gliese 710 atau bintang K7, memiliki massa 60% lebih kecil dari matahari kita. Bintang tersebut bergerak lambat dan hanya mencapai 50.000km perjam, sementara bintang lain lebih cepat dengan rata rata 100.000 km perjam.

Dihitung memiliki kemungkinan 90% akan melewati Sphere. Sekarang berada di 64 tahun cahaya atau terletak di konstelasi Serpens. Diperkirakan akan melintas antara 1,3 sampai 1,5 juta tahun dari sekarang. Jaraknya sekitar 16.000 kali jarak Bumi ke Matahari.

Jarak tersebut sangat jauh, tapi bintang ini diperkirakan cukup berbahaya dan dapat menganggu orbit batuan es di sabuk awan Oort.
Bila orbit komet es disana bergeser bahkan jumlahnya sangat banyak keluar dari orbit sekarang. Mungkin saja komet yang berubah arah akan membahayakan bumi.

Perhitungan awal masih sedikit. Peneliti masih membutuhkan data dari teleskop Gaia yang akan dirilis tahun depan dimana informasi yang di dapat akan mencapai 20x data lebih abnyak bintang termasuk bintang yang bergerak lebih jauh. Sehingga peneliti dapat memperkirakan berapa banyak lagi bintang liar yang lewat setidaknya sampai 25 juta tahun ke depan


Berita terkait
Bila anda ditanya untuk memilih pindah ke planet lain, apakah anda ingin tinggal di matahari dengan ukuran besar atau ukuran lebih kecil. Pendapat sebuah planet memiliki air dan berada di zona yang tepat, tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan bintang. Bukan berarti planet tersebut sudah tepat. Tapi ada faktor utama lain yaitu lempeng tektonik serta gunung apa yang menghangatkan planet.

Astronomi mengidentifikasi puluhan bintang tipe OB baru di area Cygnos OB2. Penemuan ini meningkatkan populasi bintang muda yang masif (ukuran raksasa). Letak Cygnus OB2 berada 4700 tahun cahaya dari BumiMenjadi salah satu daerah pembentukan bintang paling kuat di komplek Cygnus.



lmuwan sudah mendapatkan seluruh data dari isi galaksi Bima Sakti. Belum, dalam 10 tahun terakhir masih ada lagi temuan baru dengan galaksi kerdil atau galaksi kecil berada di pinggiran galaksi Bima Sakti. Disebut satelit galaksi Bima Sakti.

Kedua bintang ini agak berbeda walau disebut bintang pulsar. Bintang Geminga PWN hanya mengeluarkan emisi sinar gamma. Sedangkan bintang B0355+54 sama sekali tidak mengeluarkan sinar gamma tapi memiliki gelombang radio paling kuat.

Daerah komplek bintang Delta Orionis ternyata memiliki bintang yang unik. Disana terdapat 3 bintang berjajar dikenal dengan nama Mintaka. Dapat terlihat ketika malam hari, posisinya berada di sisi barat. Dengan teleskop optik, ketiganya tidak terlihat. Dan hanya tampak dengan teleskop X-Ray Chandra

Tim astronomi dari universitas Yale dan UC Santa Cruz baru saja mengumumkan mereka menemukan galaksi paling jauh yang ditemukan saat ini. Galaksi EGZ-ZS8-1, diperkirakan memiliki jarak 13 miliar tahun cahaya. Bila dihitung mundur, baru terbentuk 670 juta tahun setelah alam semesta mulai terbentuk

Terdapat 2 sabuk asteroid di tata surya dan daerah paling luar. Sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, tapi sabuk asteroid Kuiper dimulai di belakang planet Neptunus, dan terkonsentrasi di belakang planet Pluto. Satu lagi objek terbesar ada di Oort Cloud dengan kandungan batuan es



Lubang hitam pendamping bisa saja terbentuk di galaksi dengan lubang hitam utama yang berada ditengah. Nasa menemukan galaksi NGC 2276. Untuk ukuran, NGC 2276-3c memiliki massa sekitar 5-30x dari matahari kita

Grafik tentang alam semesta, dari umur bumi dan masa depan. Sampai perkiraan terbaru setelah memasuki masa 10 miliar tahun kedepan. Akan merubah bentuk alam semesta, termasuk hilangnya teori Bing Bang karena tidak bisa diamati lagi dengan pengetahuan saat ini.

Pernah mendengar cerita planet X, planet yang tidak dikenal di tata surya kita sendiri. Mungkin planet ini memang ada, tapi jauh di kegelapan dan mungkin saja berada sangat jauh di luar planet Pluto. Tetapi jumlah planet tersebut tentunya tidak pasti, karena orbitnya begitu jauh, dan sulit diamati dari Bumi dengan teknologi yang ada

Foto terbaru dari kelompok bintang NGC 2422 yang jaraknya 1600 tahun cahaya dari bumi. Diambil 17 Agustus awalnya tidak pernah terditeksi sampai tahun 1959. Sampai seorang astronom dari Kanada Morris menemukan bahwa disana adalah kumpulan dari bintang.

23 April 2014 lalu satelit observasi Swift menangkap sebuah bintang kerdil mengeluarkan kilatan seperti matahari. Tapi kekuatannya amat sangat besar, mencapai 10.000 kali kekuatan cahaya matahari kita yang pernah tercatat. Ukurannya hanya sepertiga, bila tinggal disana kita memiliki hari yang buruk.




No popular articles found.