Februari 2015
Frank Drake seorang pencipta formula persamaan Eponymouse untuk memprediksi probabilitas kemungkinan menemukan kehidupan d luar bumi dengan komunikasi. Pesan dari tranmisi yang ditangkap dari ruang angkasa adalah ide konyol, mahal dan tidak efisien. Karena manusia hanya mendengar secara pasif.

Berbeda pendapatn Douglas Vakoch dari direktor Interstellar Message Composition atau SETI. Sebaiknya kita aktif karena kita menjadi bagian manusia yang tumbuh.

Tetapi Frank mengatakan percuma membuat proyek besar seperti SETI. Baik 50-100 tahun nanti tidak ada keuntungan bagi kita. Terlalu banyak uang dan energi yang harus dihabiskan, karena mengirim pesan tidak akan efektif. Sebaiknya ilmuwan memfokus untuk sumber daya dalam ekplorasi di tata surya kita sendiri. Spesies cerdas tidak akan berpergian ke antar bintang. Alasannya seperti ini.

Mendengar pesan dari Alien dari proyek SETI

Bintang terus bergerak, dan untuk pergi kesana maka biayanya sangat mahal bahkan tidak mungkin dilakukan sekarang. Manusia butuh waktu 100 tahun untuk pergi ke bintang terdekat. Manusia hanya mentolerir kecepatan 10% kecepatan cahaya, seandainya bisa membuat pesawat ruang angkasa paling cepat. Energi yang dibutuhkan setara kebutuhan energi 200 tahun negara Amerika.

Pernyataan Frank mungkin beralasan. Lebih baik meneliti di tata surya kita, karena manusia belum mampu menemukan teknologi perjalanan ke ruang angkasa dengan sangat cepat, dengan alasan tubuh manusia tidak mampu menahan kecepatan pesawat yang mencapai kecepatan cahaya. Tapi bagaimana dengan UFO yang sering muncul di bumi. Apakah benda tersebut hanya lelucon. Bila nyata, mengapa UFO mampu terbang dan mampir ke bumi. Pastinya bukan berasal dari planet yang ada di tata surya sendiri. Teknologi mereka yang perlu dipelajari oleh manusia.

Bagaimana bila Alien yang menyapa kita - April 2017
Bila alien tidak dapat dihubungi oleh manusia. Mengapa mereka tidak menghubungi kita
Jangan jangan mereka tidak mau berbicara.

Beberapa peneliti SETI membuat jurnal di Astronomical Journal, oleh peneliti SETI astronom Nathaniel Tellis dan Geoffrey Marcy dari University of California Berkeley. Mereka tidak dapat menditeksi tanda optik dari mahluk ruang angkasa dengan kemampuan canggih. 67.000 spektrum individu yang dibuat dari 5.600 bintang. 2.000 bintang yang cukup hangat dan cukup untuk memanaskan planet seperti bumi dan matahari.
Mereka tidak menemukan tanda alien, atau mendapatkan sinyal tranmisi yang ditangkap di bumi. Lebih mudahnya, peneliti SETI akan memindahkan pencarian ke lokasi lain untuk mencari keberadaan alien.

Sebelum penelitian diatas dilakukan. Tim SETi telah mengevaluasi 20.000 bintang untuk menangkap cahaya sinyal optik. Mereka melihat 20.000 bintang tersebut dan dianalisa selama 10 menit untuk setiap objek.

Masih ada data lain yang digunakan dari selururh langit yang dibuat oleh teleskop Keck 10 meter dengan sensor spektrometer resolusi tinggi HIRES. Dan data dibandingkan dari tahun 2006 dan 2016. Data 5600 bintang yang mayoritas berjarak 300 tahun cahaya.

Ada kesimpulan bila alien maju tidak berperilaku dengan cara ini. Misal mereka lebih memilih bersembunyi. Atau jangan jangan mereka tidak ada. Sejauh ini pencarian alien masih 0.
Tim SETI juga mengatakan hal yang sulit, pencarian alien sangat membatasi untuk menangkap sinyal dari luar angkasa.