Timelapse Dubai Flow Motion tarik napas dengan video di Dubai ini


Kategori : Digital | Date : 17 February 2015
Beno tahun lalu membuat video kota Dubai dan Abu Dhabi. Video dengan judul Beyond, membuat penonton menahan napas. Beno mendapat ijin dari pemerintah Arab Saudi untuk melihat konstruksi pembangunan disana. Dia mendapat ijin untuk meliput pembuatan video dengan teknik foto Timelapse.

Yang baru dari video timelapse berjudul Flow Motion dari fotographer Rob Whitworth, mengambil ide dengan gabungan timelapse dan hyperlapse. Seperti menonton perjalanan liburan di kota Dubai. Camera bergerak mengikuti objek, mengambil timelapse dengan pemandangan dan efek zoom. Tentu saja kedua fotographer ini harus memiliki ijin khusus.

Rob mengunakan 3 camera ketika dia mengabadikan pesawat di bandara. Dari penurunan koper penumpang sudut camera berada di atas trailer, sampai dibawa turun lalu diambil penumpang koper ditaruh camera.

Dibawa ini cuplikan dari video pada bagian bagasi pesawat.



Rob membuat video ini secara lengkap. Bukan pemandangan video timelapse lalu digabung menjadi sebuah video timelapse biasa. Tapi ada alur cerita. Dari naik pesawat, ketika terbang diambil di ruang cockpit, turun, lalu dimulai petualangan dari pemandangan kota Dubai. Membuat video Dubai Flow Motion seperti cerita membentuk cerita liburan, walau dibuat singkat



Video yang jadi ada di Vimeo dibawah ini. + Rob Whitworth

Dubai Flow Motion from Rob Whitworth on Vimeo.


Berita terkait
Video time lapse awan kumulonimbus di Jakarta terus memunculkan kilatan petir dibuat dalam bentuk video. Awan muncul di pagi hari, sekitar jam 1 pagi. Karena petir terlihat terus menerus, dicoba dibuat video timelapse. Hasilnya dalam durasi 25 menit di dapat beberapa foto kilatan petir yang menarik

2 tahun foto untuk video timelapse di kumpulkan. Dari 600 urutan menghasilkan 5 TB foto. Kita dapat melihat pemandangan negara Austria yang dibuat oleh FilmSpektakel. Fotographer Thomas Pocksteiner dan Peter Jablonewski melakukan beberapa perjalanan ke beberapa daerah di Austria.



Menurut Matthew, Australia adalah negara yang gelap. Ketika matahari terbenam, muncul cahaya langit berubah menjadi kuning selama 40 menit. Ditempat lain katanya hanya terjadi beberapa menit saja. Selama di Australia, Mat membuat video timelapse setidaknya satu tahun

Lihat saja video yang satu ini, pembuatannya sangat kreatif. Mengabungkan 2 teknik antara timelapse dan hyperlapse untuk mengabadikan pemandangan sebuah kota. Diabadikan di kota Toronto oleh fotographer Ryan Emond

Video ini sih enga ada seru serunya, bukan menampilkan keindahaan alam, bukan menampilkan galaksi atau keindahan warna nebula. Video ini mengabadikan satu foto setiap 10 detik, selama satu tahun.

Video Timelapse ini serius banget bikinnya. Ketika profesor fisika dan fotographer amatir Isidro Villo menyebut akan membawa anda ke Orion Nebula yang begitu jauh dengan cameranya.  Targetnya ada di M42, Messier 42 atau NC 1976. Jaraknya 1344 tahun cahaya. Tidak jauh sih.

Fotographer Colin Rich membuat video timelapse mengikuti musik . Beberapa video dibuat singkat hanya 1-2 detik, video lain memiliki durasi lebih panjang. Peralatannya lengkap dengan membawa FloatCam DC Slider



Media Airman Mag mendapat ijin masuk ke ruang teleskop Air Force Space Command. Teleskop di komplek ini untuk mengamati objek di sekitar bumi seperti satelit dan sampah diruang angkasa. Letaknya lebih dari 3000m dari permukaan laut, terletak di Haleakala.

Menyatukan kemampuan beberapa fotographer dan memasukan semua hasil karya mereka bersama sama dalam satu video. Hasilnya sebuah video yang mengangkat budaya, kemajuan negara, budaya, pemandangan alam yang dikemas dalam satu video.

Daniel Lopez membuat video Timelapse El Cielo de La Palma. Tidak mengabadikan pada sudut kumpulan bintang, tapi digabung dengan alam disekitar. Dibuat di pulai Canary yang kabarnya menjadi salah satu tempat foto terbaik.

Gerald Donovan tahun 2011 membuat rekaman video dengan timelapse selama 28 jam. Dan kembali di revisi agar lebih menarik dengan musik lebih menarik




No popular articles found.