Infografik tentang matahari, benda ada ini. Pagi, siang dan sore terlihat cahayanya di Bumi, dan terus bercahaya tidak berhenti. Apakah matahari suatu hari nanti akan tidak bersinar lagi. Kapan matahari akhirnya tidak menyala dan mati, bleep.

Matahari adalah sebuah bintang, matahari adalah bola gas panas raksasa dimana intinya mengalami thermo nuklir. Karena tekanan gas begitu besar sampai intinya membentuk seperti reaktor nuklir.

Sama seperti bintang lain, ada yang memiliki ukuran lebih kecil dan ada yang lebih besar dari Matahari. Ukuran matahari masuk kategori bintang G2, sedikit lebih besar dari rata rata jumlah bintang di galaksi kita. Tapi tidak terlalu besar hanya diatas ukuran bintang rata rata.

Di galaksi Bima Sakti, diperkirakan terdapat 200 miliar bintang termasuk bintang yang satu ini "Matahari". Massa dari matahari sekitar 2 octillion ton.
Apa itu Octillion Ton, pokoknya banyak.

Bila dipangkatkan :
1 Million = 10 pangkat 6,  "1.000.000"
1 Triliun = 10 pangkat 12,
1 Octillion adalah pangkat 27.

Jadi 2 x 10 pangkat 27 ton, itulah isi matahari dan memang besar. Volume matahari saat ini tepatnya 1.989.100.000.000.000.000.000.000.000.000 kg. Radius matahari  695.508 km atau sekitar 109x lebih besar dari bumi. Itu radius dari lingkaran Matahari dan isinya ada di angka yang banyak diatas.



Matahari adalah gas raksasa

Matahari adalah sebuah bintang tapi tidak banyak material padat. Bumi memiliki materi padat bebatuan, sehingga bentuknya padat. Sedangkan matahari adalah gas yang mendominasi benda ini. Memiliki komposisi gas utama 92,1 % gas hidrogen, dan kandungan gas kedua terbesar adalah 7,8 % helium.

Bila dibandingkan ukuran matahari dengan bumi. Tinggi pintu adalah tingginya matahari sedangkan bumi hanya seukuran kelereng. Membutuhkan 960 ribu bumi untuk dimasukan dalam bentuk kelereng atau 1,3 juta bila dihitung secara volume (besarnya) matahari.

Di bagian luar pada lapisan Photosphere, panas matahari mencapai 5.500-6.000 derajat Celcius. Memiliki lapisan paling tipis dengan tebal sekitar 500km dan tidak terlalu panas. Kebanyakan energi yang keluar dari dalam Matahari dan muncul di lapisan ini. Bila energi atau panas muncul di lapisan ini tetap saja panas, dan bocornya dari lapisan luar dapat mencapai 3,5 juta derajat Celcius. Tergantung ketinggian dan besarnya dari lubang yang muncul.

Bagian paling luar atmofer matahari kadang muncul, adalah Chromosfer dan sering terlihat kilatan matahari dan spot, dan paling luar sekali adalah cahaya Corona yang suka keluar dari kebocoran lapisan luar Matahari. Kilatan matahari memproduksi sinar X-ray, radiasi ultraviolet, radiasi elektromagnetik dan gelombang radio.

Kadang muncul lubang gelap dengan lebar sekitar 400.000km atau setara lebar 30 bumi. Di permukaan luar matahari terbuat dari plasma, dimana hidrogen terionisasi. Suhunya plasma dapat mencapai 3 juta derajat C. Plasma kadang melompat jutaan km ke ruang angkasa. Ketika plasma terlempar keluar, ada bagian lapisan kosong di matahari, atau disebut lubang koronal yang terlihat lebih gelap dibanding lapisan yang menutup matahari yaitu korona.

Lubang berwarna hitam sering muncul di permukaan matahari. Dimana muncul akibat lapisan dalam korana terlihat dan disebut fotosfer. Lapisan ini yang memberikan cahaya tampak ke mata kita.
Lapisan Kromosfer terjepit antara corona dan fotosfer dengan suhu 20.000 deg.C, sedangkan fotosfer relatif lebih dingin sekitar 5.800 deg.C. Dan bintik matahari sekitar 3.500 deg.C

Hal menarik lain Corona lebih dingin, tapi lapisan tersebut berada di atas komosfer yang sangat panas. Seperti bola es tapi didalamnya terbakar sangat panas.



Matahari disebut juga bom tapi bom abadi yang meledak nonstop tidak berhenti. Inti matahari bila bisa dikupas, di dalamnya berisi gas hidrogen dengan kedalaman 100 ribu km lebih. Dibagian dalam terdapat inti yang disebut sebagai thermo nuklir atau dikenal dengan Fusi Nuklir. Fusi nuklir terjadi secara alami karena tekanan yang sangat besar dari luar ke dalam.

Di dalamnya atom hidrogen saling bertabrakan dalam hitungan sangat cepat dan melepaskan energi menjadi cahaya poton. Sebagian cahaya lari keluar dan sampai ke bumi sebagai cahaya matahari. Poton atau cahaya dari matahari inilah yang membuat kehidupan di bumi. Sama seperti cahaya bintang lain yang dilihat di bumi, seluruh cahaya / poton yang melakukan perjalanan sangat jauh dan bisa dilihat oleh manusia.

Cahaya dari matahari sebagian berbahaya, salah satunya cahaya yang mengandung radiasi yaitu radiasi gamma.
 
Di bumi umumnya dikenal dengan materi gas, cairan dan benda padat.
Di antariksa satu lagi yang umum dikenal dengan plasma, termasuk kilatan matahari adalah plasma.
Di Bumi diperumpamakan dengan kilatan petir adalah plasma dengan kilatan sangat panas tapi hanya sesaat dalam hitungan detik.
Di matahari, disebut sama saja sebagai plasma tapi sangat besar.



Dari jauh matahari terlihat indah, tapi ketika didekati akan berbeda. Materi disana seperti bola mendidih. Note !, jangan melihat matahari langsung untuk membuktikan.

Bumi berputar atau berotasi dan membuat suasana siang dan malam. Ketika berputar seluruh permukaan tentu berputar. Tapi matahari berbeda, tidak seluruhnya berputar searah.

Karena matahari bukan benda padat, lapisan gas matahari di dalam dan luar memiliki rotasi berbeda beda. Di khatulistiwa atau sumbu ekuator matahari berputar 25 hari (bumi) tapi dibagian kutub berputar lebih lambat 36 hari.

Matahari tidak seperti bumi, dimana seluruh permukaan ikut berputar bersama. Matahari adalah gas raksasa, memiliki putaran kutub atas dan bawah lebih lambat, sedangkan di bagian ekuator (bagian tengah) lebih cepat. Seakan putaran seperti memeras kain di bagian tengah.

Karena magnetik matahari terus tertekan dibagian tengah, kadang terjadi pelepasan poton (kilatan cahaya) berbahaya atau gas plasma sangat panas dan sangat besar. Bila terlepas disebut Solar Flare atau kilatan matahari. Bila muncul, kekuatannya setara jutaan bom nuklir yang dibuat dibumi.

Peneliti akhirnya dapat memperkirakan rotasi inti matahari berputar lebih cepat 4x dibanding permukaan di bagian atas.
Penemuan terbaru yang diumumkan Agustus 2017. Data ESO mengunakan NASA Solar and Heliospheric Observatory (SOHO). menjadi bukti pertama bahwa jenis gelombang gravitasi frekuensi rendah yang bergema menjadi kunci untuk menangkap gerakan rotasi di inti matahari.
Tim peneliti sudah mencari sumber gelombang selama 40 tahun, walau terditeksi tetapi tidak dapat dipastikan. Sampai ditemukan cara untuk membuka tanda tanda dari gema tersebut.
Gelombang frekuensi tinggi yang disebut adalah tekanan dan melewati lapaisan atas matahari, dan gelombang tersebut dapat terditeksi di permukaan matahari.
Gelombang dibagian dalam atau interior matahari inilah yang dicari dan tidak terdapat bekas di permukaan.

Peneliti mengambil data dari SOHO selama 16 tahun. Mengisolasi gelombang g (mode g) dan menganalisa berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke permukaan. Perjalanan gelombang tersebut mencapai 4 jam 7 menit. Dan terdapat tanda-tanda gelombang tersebut bervariasi dan berputar 25 hari di bagian khatulistiwa matahari serta 35 hari di bagian kutub.

Entah bagaimana, bagian luar matahari berputar lebih lambat dibandingkan dibagian inti.  Fenomena lain mengapa bagian inti terdalam tidak terganggu dengan putaran di bagian atas.
Penjelasan paling sederhana adalah inti rotasi matahari tertinggal ketika pembentukan matahari 4,6 miliar tahun lalu.
Walau pencarian jawaban yang berlangsung puluhan tahun sudah terjawab. Hal ini menjadi pintu penemuan baru dalam bidang fisika.yang ada di matahari. Aanda.org




Sejak matahari terbentuk, matahari baru mengelilingi atau mengorbit inti galaksi sebanyak 20 kali, termasuk bumi yang mengikuti. Usia matahari sekrang diperkirakan berumur 4,5 miliar tahun, dan usianya akan sampai 4,6 - 5.5 miliar tahun lagi. Jadi sekarang matahari ada di usia dewasa. Tidak terlalu tua atau muda, sehingga tidak terlalu panas seperti kekuatan sinar ketika lahir dan relatif stabil



Panas matahari

Di inti matahari mencapai 25 juta derajat Celcius, setara 14 juta kelvin. Titik inti matahari berisi fusi nuklir, mirip seperti reaktor nuklir tapi ini ukuran besar. Energi yang dilepas dari inti matahari yang memberikan kehidupan bagi bumi. Walau suatu hari nanti, bumi akan habis terbakar panasnya matahari.



Energi dari matahari dapat menghasilkan 386 miliar x miliar Megawatt atau memberikan energi sebanyak 75 triliun rumah (penduduk bumi baru mencapai 7+ miliar manusia)



Karena ukuran matahari besar, gravitasi disana juga besar. Dikalikan 27 dari berat di bumi, jadi Matahari memiliki gravitasi atau gaya tarik lebih kuat dari Bumi.



Lidah matahari atau semburan gas yang keluar dari matahari, lidah api matahari yang terlepas ke ruang angkasa dapat mencapai jarak 156 ribu km dari permukaan matahari.

Setiap detik matahari akan membakar 700 juta ton gas hidrogen untuk di konversi menjadi 695 juta ton helium dan 5 juta ton energi yang menghasilkan radiasi sinar Gamma.



Ketinggian jilatan api yang keluar dari matahari. Jilatan matahari yang keluar di permukaan setara jarak Bumi ke Bulan. Foto dibawah ini dibuat oleh astrophotografi Goran Strand. Mengunakan teleskop khusus untuk matahari. Dia menambahkan perkiraan jarak dari satu api yang keluar di Matahari. Gas yang terbang diatas permukaan matahari mencapai panjang dari bulan ke bumi.

Besarnya jilatan api matahari mencapai jarak Bumi ke Bulan

Dibawah ini video pada tahun 2012. Pesawat ruang angkasa yang mengawasi matahari SDO, melihat erupsi matahari ketika terjadi korona dan keluar dari permukaan matahari. Kecepatan jilatan api mencapai 1300km perdetik.



Dibawah ini ukuran bintang yang ada di galaksi Bima Sakti. Rata rata ukuran bintang adalah tipe M yang relatif lebih kecil, mencapai 3 dari 4 bintang yang ada.
Matahari masuk kategori G dengan cahaya lebih kuning dan ukuran  lebih besar. Tapi hanya 1 dari 20 bintang di galaksi kita memiliki ukuran sangat besar dan panas.
Memiliki 2 tipe cahaya antara merah tapi sangat besar, atau disebut Red Giant Star. Dan warna biru yang diartikan bintang tersebut berukuran besar bahkan sangat besar dan lebih panas.

Perbandingan dan jumlah bintang seperti matahari di galaksi bima 
sakti

Selanjutnya aktivitas matahari dari satelit NASA selama 20 tahun dalam bentuk video