Banyak fotographer mengunakan teknik aperture F-Stop dengan menutup lubang lensa agar gambar lebih tajam. Huruf pada lensa dirubah dari f8, f11 bahkan ke f22, apakah gambar menjadi lebih fokus ke seluruh bidang gambar. Apakah benar menutup lubang lensa membuat sensor menangkap gambar lebih fokus dan terlihat tajam.

Tidak seperti itu. Ada batas dari efek lensa Diffraction. Fotographer umumnya mengatakan, gunakan f11 sampai f22 agar gambar tajam. Tetapi bukan untuk mempertajam gambar. Yang dimaksud untuk melihat seluruh bidang gambar tetap terlihat baik. Semakin tinggi angka f, detail gambar semakin menurun.

Contoh dari 2 gambar dibawah ini. Diambil dengan setting berbeda antara f5.6 vs f22. Pada tanda panah merah, terlihat garis peta terlihat lebih buram dan tidak detil. Foto dengan setting berbeda ini sebagai salah satu contoh mengapa f22 tidak mempertajam gambar sebuah foto. Semakin kecil pola atau garis pada gambar, akan semakin kabur bahkan detail lebih kecil akan hilang dengan f22. Hal ini membuktikan dengan aperture lensa f22 tidak menghasilkan detail foto yang tajam

Perbedaan f5,6 vs f22, detail foto di f22 sebagian akan menghilang

Mengapa efek lensa Diffraction berpengaruh untuk hasil sebuah foto. Ketika lensa dilalui cahaya (gambar foto), cahaya akan melintas di lubang lensa, sehingga mengalami distorsi untuk sampai ke sensor camera.

Efek F pada lensa mengalami distorsi

Mengapa gambar menjadi tidak tajam, disebut munculnya pola Airy Disk Diffraction.
Apa yang terlihat di sensor dengan perbedaan angka f. Bentuknya dibawah ini. Gambar kiri, cahaya yang masuk akan utuh dan membuat gambar tajam, tapi dengan f  besar (lubang lensa diperkecil) maka gambar akan terjadi bias tidak utuh di tangkap sensor. Efek ini disebabkan Airy Disk Diffraction terhadap gambar yang melewati lensa dan terakhir ditangkap pada pixel camera.

Bentuk Airy Diskc

Ketika cahaya masuk ke sensor akan tampak seperti dibawah ini.

Gambar tertangkap di sensor berbeda dengan lubang lensa



Efek ketajaman pada sensor camera juga berbeda. Pada sensor camera resolusi tinggi seperti 36 MP, maka pixel sensor semakin rapat dan kecil.
Sedangkan pada sensor dengan resolusi lebih rendah, efek gambar masih tetap terlihat tajam.

Bisa dibandingkan dengan detil gambar f5,6 vs f22. Gambar kiri tetap tajam, tapi di gambar kanan akan terlihat blur. Walau secara keseluruhan gambar akan terlihat baik. Perubahan detail gambar dari satu lensa dan camera yang sama, akan muncul setelah mencapai f11 keatas. Sedangkan ketajaman gambar dengan f5,6 sampai f11 relatif masih terlihat sama

Efek pada gambar dengan perbedaan aperture

Pengertian Depth of Field (DOF) vs Sharpness
DOF dan Sharpness tidak sama. Mengunakan aperture angka f lebih besar untuk menutup lubang lensa lebih kecil, apakah dapat mempertajam ke seluruhan bidang gambar. Tidak seperti itu, ada batas tertentu pemakaian f agar gambar tetap tajam.

Contoh f5,6 hanya tajam dibagian depan tapi terlihat blur di bagian lebih jauh. Dengan f16 akan mempertajam gambar di bagian depan dan belakang. Gambar baris pertama terlihat lebih baik mengunakan f16.
Tapi. Bila gambar di zoom dibagian fokus depan, gambar f5,6 lebih tajam dibanding f16.

Efek f5,6 vs f16

Apakah fotographer harus menghindari pengunaan f22 atau f16 karena membuat foto tidak tajam. Singkatnya, gambar apa yang dibuat, untuk landscape fotographer tetap mempertahankan f16 karena bukan detail yang dicari tapi pemandangan. Untuk foto astronomi dan foto portrait, akan mempertahankan aperture kecil seperti f 2 dan f3 karena dibutuhkan cahaya masuk lebih kuat dan gambar lebih tajam.

Apakah sensor lebih tinggi menimbulkan efek lensa Diffraction
Secara teori bisa dijawab benar. Sensor lebih rendah menurunkan efek lensa Diffraction. Karena lensa sensor menangkap pixel lebih rendah.
Sebagai contoh camera Nikon D800e dengan sensor 36 MP mulai mengalami Diffraction untuk f8, sedangkan Nikon D4 dengan sensor 16 MP mulai tampak Diffraction di f11.



Dengan sensor lebih besar maka efek lensa Diffraction membuat foto yang di zoom (diperbesar) terlihat kurang tajam Tapi sensor resolusi tinggi menangkap detail lebih baik, dan dapat diperbaiki dengan mempertajam dengan proses editing. Hasil foto dengan sensor lebih besar akan lebih baik dalam detail gambar. Tidak ada hubungannya antara sensor besar atau lebih rendah dengan efek gambar dari lensa Diffraction bila dibanding dengan peralatan yang sama

Kesimpulan
Mengunakan f small dengan menutup lubang lensa bukan untuk mempertajam gambar. Tapi melihat detail gambar secara keseluruhan terlihat lebih tajam. Ada batas dengan dari efek Lens Diffraction terhadap objek ketajaman sebuah foto dan efeknya berbeda beda dari masing masing camera.

+ Cambridgeincolour

+ youtu.be/N0FXoWdHXTk