Belajar lensa Diffraction efek ke sensor aperture dan hasil gambar foto


Kategori : Digital | Date : 13 February 2015
Banyak fotographer mengunakan teknik aperture F-Stop dengan menutup lubang lensa agar gambar lebih tajam. Huruf pada lensa dirubah dari f8, f11 bahkan ke f22, apakah gambar menjadi lebih fokus ke seluruh bidang gambar. Apakah benar menutup lubang lensa membuat sensor menangkap gambar lebih fokus dan terlihat tajam.

Tidak seperti itu. Ada batas dari efek lensa Diffraction. Fotographer umumnya mengatakan, gunakan f11 sampai f22 agar gambar tajam. Tetapi bukan untuk mempertajam gambar. Yang dimaksud untuk melihat seluruh bidang gambar tetap terlihat baik. Semakin tinggi angka f, detail gambar semakin menurun.

Contoh dari 2 gambar dibawah ini. Diambil dengan setting berbeda antara f5.6 vs f22. Pada tanda panah merah, terlihat garis peta terlihat lebih buram dan tidak detil. Foto dengan setting berbeda ini sebagai salah satu contoh mengapa f22 tidak mempertajam gambar sebuah foto. Semakin kecil pola atau garis pada gambar, akan semakin kabur bahkan detail lebih kecil akan hilang dengan f22. Hal ini membuktikan dengan aperture lensa f22 tidak menghasilkan detail foto yang tajam

Perbedaan f5,6 vs f22, detail foto di f22 sebagian akan menghilang

Mengapa efek lensa Diffraction berpengaruh untuk hasil sebuah foto. Ketika lensa dilalui cahaya (gambar foto), cahaya akan melintas di lubang lensa, sehingga mengalami distorsi untuk sampai ke sensor camera.

Efek F pada lensa mengalami distorsi

Mengapa gambar menjadi tidak tajam, disebut munculnya pola Airy Disk Diffraction.
Apa yang terlihat di sensor dengan perbedaan angka f. Bentuknya dibawah ini. Gambar kiri, cahaya yang masuk akan utuh dan membuat gambar tajam, tapi dengan f  besar (lubang lensa diperkecil) maka gambar akan terjadi bias tidak utuh di tangkap sensor. Efek ini disebabkan Airy Disk Diffraction terhadap gambar yang melewati lensa dan terakhir ditangkap pada pixel camera.

Bentuk Airy Diskc

Ketika cahaya masuk ke sensor akan tampak seperti dibawah ini.

Gambar tertangkap di sensor berbeda dengan lubang lensa



Efek ketajaman pada sensor camera juga berbeda. Pada sensor camera resolusi tinggi seperti 36 MP, maka pixel sensor semakin rapat dan kecil.
Sedangkan pada sensor dengan resolusi lebih rendah, efek gambar masih tetap terlihat tajam.

Bisa dibandingkan dengan detil gambar f5,6 vs f22. Gambar kiri tetap tajam, tapi di gambar kanan akan terlihat blur. Walau secara keseluruhan gambar akan terlihat baik. Perubahan detail gambar dari satu lensa dan camera yang sama, akan muncul setelah mencapai f11 keatas. Sedangkan ketajaman gambar dengan f5,6 sampai f11 relatif masih terlihat sama

Efek pada gambar dengan perbedaan aperture

Pengertian Depth of Field (DOF) vs Sharpness
DOF dan Sharpness tidak sama. Mengunakan aperture angka f lebih besar untuk menutup lubang lensa lebih kecil, apakah dapat mempertajam ke seluruhan bidang gambar. Tidak seperti itu, ada batas tertentu pemakaian f agar gambar tetap tajam.

Contoh f5,6 hanya tajam dibagian depan tapi terlihat blur di bagian lebih jauh. Dengan f16 akan mempertajam gambar di bagian depan dan belakang. Gambar baris pertama terlihat lebih baik mengunakan f16.
Tapi. Bila gambar di zoom dibagian fokus depan, gambar f5,6 lebih tajam dibanding f16.

Efek f5,6 vs f16

Apakah fotographer harus menghindari pengunaan f22 atau f16 karena membuat foto tidak tajam. Singkatnya, gambar apa yang dibuat, untuk landscape fotographer tetap mempertahankan f16 karena bukan detail yang dicari tapi pemandangan. Untuk foto astronomi dan foto portrait, akan mempertahankan aperture kecil seperti f 2 dan f3 karena dibutuhkan cahaya masuk lebih kuat dan gambar lebih tajam.

Apakah sensor lebih tinggi menimbulkan efek lensa Diffraction
Secara teori bisa dijawab benar. Sensor lebih rendah menurunkan efek lensa Diffraction. Karena lensa sensor menangkap pixel lebih rendah.
Sebagai contoh camera Nikon D800e dengan sensor 36 MP mulai mengalami Diffraction untuk f8, sedangkan Nikon D4 dengan sensor 16 MP mulai tampak Diffraction di f11.



Dengan sensor lebih besar maka efek lensa Diffraction membuat foto yang di zoom (diperbesar) terlihat kurang tajam Tapi sensor resolusi tinggi menangkap detail lebih baik, dan dapat diperbaiki dengan mempertajam dengan proses editing. Hasil foto dengan sensor lebih besar akan lebih baik dalam detail gambar. Tidak ada hubungannya antara sensor besar atau lebih rendah dengan efek gambar dari lensa Diffraction bila dibanding dengan peralatan yang sama

Kesimpulan
Mengunakan f small dengan menutup lubang lensa bukan untuk mempertajam gambar. Tapi melihat detail gambar secara keseluruhan terlihat lebih tajam. Ada batas dengan dari efek Lens Diffraction terhadap objek ketajaman sebuah foto dan efeknya berbeda beda dari masing masing camera.

+ Cambridgeincolour

+ youtu.be/N0FXoWdHXTk

Low pass filter di sensor dibuat oleh pabrikan camera agar sensor dapat menangkap gambar lebih baik dan menghindari efek moire. Tetapi apakah masih dibutuhkan. Camera modern tidak membutuhkan low pass filter, karena dapat menurunkan kualitas gambar

Bila seorang fotografer sering membuat foto blur, walau mengunakan tripod. Kejadian seperti ini merupakan hal biasa. Penyebabnya karena cermin di camera terbuka tutup ketika pengambilan sebuah foto. Setiap gerakan di dalam camera akan berdampak terjadinya getaran

Edit foto seperti film atau cinematic. Dapat dibuat mengunakan software Lightroom. Foto seperti dalam frame film, lebih biru dan gelap, tapi tetap fokus dibagian objek foto. Belajar edit foto Cinematic dibuat oleh Photos in Color



Ada saja ide kreatif Rafal Krasa seorang fotografer asal Polandia. Dia mengunakan bak kamar mandi atau Bathtub untuk tempat foto. Hasilnya lumayan, seperti tempat foto profesional. Krasa mengatakan hasil fotonya tidak terlalu bagus, tapi bisa menghemat uang dan waktu katanya.

Lensa Wide Angle atau sudut lebar untuk foto landscape seperti pemandangan membuat bidang gambar lebih luas. Apakah lensa telephoto atau lensa telezoom ini dapat digunakan untuk foto landscape. Tentu saja bisa, tapi objek yang diambil adalah bagian depan. Yang berubah adalah posisi pengambilan gambar

Pilih yang mana antara Sony vs Nikon vs Canon atau Panasonic. Jangan melihat merek camera yang bagus, tapi lihat kedepan dengan perangkat tambahan. Ketika orang melihat foto yang bagus dari camera Sony Nikon Canon, apakah kita pernah bertanya ke pembuat foto bagaimana proses dari hasil foto yang baik

Setiap foto memiliki nilai, tapi membuat foto yang WoW disebutkan perencanaan, atau dihasilkan pada situasi yang beruntung. Membuat foto dengan nilai 4 sangat sulit dalam kondisi biasa, bintang 5 membuat foto seperti ini adalah sempurna dan tanpa cela.



Apakah hasil foto lensa 24-105mm vs 70-200mm memberikan hasil foto yang sama. Walau objek foto dibuat dengan ukuran yang sama, tapi posisi camera harus lebih mundur dengan lensa telezoom. Bagaimana dengan hasil foto yang dibuat, dengan telezoom latar belakang gambar akan tampak bokeh. Sedangkan lensa yang dimulai dari 24mm lebih jelas

Ilko Alexandroff memberikan teknik fotografi. Bagaimana membuat foto malam hari, tapi anda tidak mau membawa lampu. Cari saja papan billboard di jalan sebagai lampu foto anda. Caranya sederhana, si objek foto harus lebih dekat dengan billboard.

2 Guys Creative membuat ide untuk mengabadikan sebuah objek untuk menghasilkan goresan cahaya pada foto mereka. Mengunakan lensa seharga dua ribu dollar malah ditabrak percikan api. Bagaimana hal tersebut terjadi.

Dan Marker More menceritakan bagaiaman proses membuat video TimeSlice. Dan mengatakan tekniknya sama seperti foto biasa, hanya durasi setiap gambar yang diambil dibuat terpisah dari setiap beberapa detik sampai beberapa menit.

Setting Shutter Speed berguna dalam beberapa objek, dibagi dari Ultra Fast, Fast, Normal dan Slow. Setting ini menentukan objek apa yang diambil. Mengabadikan benda bergerak seperti pesawat atau mobil F1 sangat dianjurkan mengunakandengan Ultra Fast atau Fast

Apa yang dimaksud dengan lensa parfocal, lensa tersebut mengunakan aperture tetap. Dan perbedaan antara varifocal sebagai lensa biasa. Mau di zoom atau normal, lubang lensa akan tetap sama pada lensa parfocal. Seperti lensa Canon 17-40 f4 atau nikon 24-70 f2,8 AF-S.



Fotographer  Joubert Loots memberikan pelajaran bagaimana membuat foto levilasi sekelas karya fotographer. Bukan teknik sederhana tapi serius seperti benar benar mengambang di dalam foto. Fotonya di edit dengan Photoshop

Judulnya tidak salah, bagaimana membersihkan sensor camera dan lensa camera Mark 2. Bayangkan bodi camera dan lensa dimasukan ke dalam ember air, dan dimasukan ke sabun.

Dari N-Photo memberikan rumus minimum kecepatan shutter ketika camera di pegang dengan tangan. Walau tidak menjamin tangan kita stabil ketika mengambil gambar, kemungkinan gambar tidak terjadi blur dengan rumus sederhana ini

Video Paralel world dunia yang menghilangkan semua orang, dibuat dengan foto tumpuk dan pastinya dengan software editing video. Claire&Max membuat dengan software Sony Vegas untuk proses edit foto.

Rumus mengambil foto star dan galaksi. Terserah untuk single shot atau multi shot untuk foto stacker atau untuk foto Timelapse stargazer Rumus paling umum dipakai dengan lensa 16mm, f2.8, 25 detik, ISO 3200.

Belajar foto atrophotografi tidak di dominasi kalangan ilmuwan. Bisa dilakukan oleh kalangan amatir atau fotographer amatir. Beberapa objek memerlukan peralatan. Tapi objek bulan dapat menjadi langkah awal sebagai foto pertama. Karena tidak memerlukan peralatan khusus

Membuat foto pemandangan dengan bintang, matahari atau bulan ada triknya. Tidak perlu membawa filter, bawa senter, dan ada aplikasi yang dapat menentukan posisi gerakan bulan dan matahari. Hobi foto malam hari disebut Nightscapes, khusus untuk mengabadikan keindahan malam hari atau membuat foto bintang.


No popular articles found.