Bintang Red Dwarf kemungkinan planet layak huni untuk manusia


Kategori : Science | Date : 29 July 2018
Bila anda ditanya untuk memilih pindah ke planet lain, apakah anda ingin tinggal di tata surya dengan matahari dengan ukuran besar atau ukuran lebih kecil. Sebaiknya memilih bintang ukuran kecil, apa alasannya.

Bintang seperti matahari adalah kumpulan gas hidrogen yang membakar dan terus menyala, mencapai usia miliaran tahun

2015 Februari. Peneliti dari universitas Chicago dan Northwestern merilis sebuah studi tentang pencarian exoplanet di sektiar katai merah.

Katai merah / Red Dwarf diartikan sebagai bintang berwarna merah, atau bintang kerdil atau ukuran bintang yang lebih kecil dari matahari kita.

Matahari kita adalah bintang dengan cahaya kuning, tapi bisa dilihat sendiri dari 9 planet hanya satu yang bisa di tinggali yaitu Bumi. Dua planet di depan Merkuris dan Venus terlalu panas. Matahari sebenarnya terlalu besar untuk bintang kita.

Untuk bintang merah memungkinkan manusia bisa tinggal, setidaknya mampu bertahan untuk hidup karena tidak terlalu panas.

Kedua tim ilmuwan tersebut mengatakan ada kemungkinan lebih besar, dengan jumlah 60 miliar planet yang layak huni, atau mirip seperti bumi.  kebanyakan planet di galaksi Bima Sakti mengorbit di bintang berwarna merah yang ukurannya lebih kecil dari Matahari.

Peneliti selalu mencari planet di daerah Habitable Zone atau zona layak huni. Dimana sebuah planet mampu mempertahankan cairan agar tetap berada di planet sendiri.

Bisa dilihat kondisi planet Mars, disana begitu dingin dan atmofer yang lebih tipis dari bumi. Walau diperkirakan dahulunya planet Mars memiliki kandungan cairan.
Tetapi gravitasi di planet Mars terlalu kecil dan mendapat terpaan angin radiasi matahari. Diperkirakan atmofer di planet Mars menghilang selama berjalannya waktu.

Awan (atmofer) di bumi membuat pemanasan dan pendinginan. Awan memantulkan sinar matahari tapi mereka juga menyerap radiasi inframerah dari permukaan.


Sehingga sebuah planet dapat lebih hangat seperti kondisi di bumi sekarang. Bumi memiliki cuaca yang stabil karena mengorbit setahun sekali.

Berbeda bila manusia tinggal di planet dengan bintang lebih kecil.
Kedua tim ilmuwan mengatakan, bintang kerdil atau bintang merah, planet yang layak huni harus memiliki syarat untuk mengorbit sekali dalam sebulan atau dua bulan. Karena planet katai merah memiliki sinar lebih redup, dan planet harus mendapatkan panas yang sama seperti bumi dengan mengorbit lebih cepat.

Bintang Red Dwarf


2018 Juli, total 3374 planet di luar tata surya ditemukan dari 2814 sistem planet.

Sebagian besar planet lainnya ditemukan adalah planet gas. Tetapi sebagian planet berbatu ditemukan berada di zona layak huni atau habitable zone / HZ Classic (conservative)

Walau planet berada di zona tepat, belum berarti planet akan mendukung kehidupan. Bisa dilihat posisi Mars dan Venus, manusia tidak dapat tinggal disana artinya tidak siap layak huni.

Standar baru zona habitat untuk planet layak huni

Dr. Ramses M., seorang ilmuwan peneliti dari Earth-Life Science Institute di Tokyo Institute of Technology.
Melakukan studi penemuan planet bertahun-tahun.

Zona HZ harus memasukan efek rumah kaca di sebuah planet. Terjadi siklus karbonat-silikat yang didukung oleh lempeng tektonik seperti yang terjadi di Bumi.

Siklus tersebut mengatur tranfer karbon dioksida ke atmofer, permukan dan bagian dalam bumi. Sehingga bertindak sebagai termostat planet dalam jangka panjang, dan memastikan sebuah planet tidak mendapatkan gas CO2 berlebihan. Bila berlebihan akan terlalu panas akibat efek rumah kaca, terlalu sedikit membuat planet lebih dingin.

Sedangkan teori HZ klasik, yang diperlukan dengan bagian air atau mencari planet dengan kandungan air.
Serta ukuran planet yang tidak terlalu besar dari Bumi, dan planet berbatu, serta orbit.

Miliaran tahun lalu, planet Bumi memiliki persediaan gas hidrogen yang berlimpah, akibat gas yang keluar dari gunung berapi. Interaksi molekul hidrogen dan nitrogen di atmofer membuat Bumi menjadi hangat dan kehidupan dapat berkembang.

Ramses mengatakan lebih lanjut, mencari planet dengan bintang berukuran lebih kecil mungkin mengerikan bagi kehidupan di planet muda. Walau berada di zona habitat yang tepat.
Jadi mereka belum tentu dapat ditinggali.

Selama ini para astronom lebih memfokus pencarian planet pada bintang tipe M atau katai merah, dimana ukurannya lebih kecil dari matahari dan dianggap jumlah bintang ini lebih banyak dan usia bintang lebih lama.

Pendapat sebuah planet memiliki air dan berada di zona yang tepat, tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan bintang. Bukan berarti planet tersebut sudah tepat.
Tapi ada faktor utama lain yaitu lempeng tektonik serta gunung apa yang menghangatkan planet.

Apakah ada bintang berukuran lebih besar dari Matahari. Cukup banyak , bahkan ukurannya luar biasa besarnya
Bisa dilihat pada link Matahari hanya seujung jarum dari bintang lain lalu bintang

Berita terkait
Update dugaan planet X ditemukan, diberi nama VG18, memiliki orbit ekstrem dan masuk dengan orbit Trans Neptunus. Planet RR245 orbit 700 tahun dan UZ224. Benda yang melintang ke atas Drac dan Niku Berapa jumlah planet di tata surya kita.Untuk ukuran planet besar, setidaknya ada 9 planet. Tapi total tidak jelas ada berapa planet yang mengorbit ke di tata surya kita, mungkin nanti menjadi 17 atau 18 planet.

Tata surya kita sangat stabil, juga isi galaksi kita. Seluruh benda mengorbit ke tengah galaksi,a. Apakah semuanya memang seperti perkiraan kita. Peneliti mengatakan bintang Velocoty bukan dari galaksi Bima Sakti. 2018 mereka bukan dari galaksi kita, tapi mungkin mereka datang dari galaksi lain.



Bagaimana pembentukan bintang neutron. Apa yang ekstrim dari bintang ini. Disebut juga bola besi raksasa yang berputar cepat. Luciano ahli astrofisika, benda ini hanya memiliki ukuran 12km untuk menjadi bintang neutron. Bintang neutron terbesar PSR J2215-5135 dengan massa setara 2.3 kali dari matahari. 2 bintang GW170817 neutron bertabrakan melontarkan jet dengan 4x kecepatan cahaya.

Ada cerita bintang Scholz bermasa rendah dahulu pernah melintas di tata surya kita. ESA menghitung ada berapa banyak bintang lain akan melintas dekat ke tata surya. Sekitar 16 cukup dekat dan satu bintang mungkin menganggu orbit awan Oort, dan mengeser batuan es menjadi komet di Bumi.

Pada tahun 2012 terlihat disana terdapat 5 planet yang mengitari mataharinya. 2 di antaranya diperkirakan berada pada daerah yang tepat untuk manusia tinggal "nanti". Tapi peneliti mengatakan kondisinya berbeda dengan Bumi.

Bintang Betelgeuse saat ini sedang sekarat. Ahli astronomi memperkirakan dahulunya bintang ini memiliki kembaran dengan ukuran lebih kecil dan bergabung. Awal perkiraan memiliki ukuran 200x dari matahari, ESO mengatakan bintang ini mencapai 1000x lebih besar. Bintang Betelgeuse diabadikan dengan resolusi tinggi, dipublikasikan 26 Juni 2017 oleh ESO

Seandainya matahari menghilang satu detik saja. Apa yang terjadi dengan kita. Bagaimana tata surya terlindung dari ruang antar bintang. Matahari memiliki pancaran angin yang membentuk gelembung dan melindungi planet



Ratusan tahun lalu hanya sebatas teori, sekarang teori tersebut mulai terungkap. Tim peneliti LIGO mendapatkan 3 juta dollar. Beberapa teori muncul sekitar 100 tahun lalu. Beberapa teori yang dibuktikan dan menjadi kenyataan saat ini yaitu teori Big Bang, Lensa Gravitasi, dan Gelombang Gravitasi.

Tim astronomi dari Jerman universitas Ruhr membuat peta terbesar tentang alam semesta. Terdiri dari 268 foto yang diambil selama observasi 5 tahun. Hasilnya selembar peta bintang dengan resolusi 46 miliar pixel. Tidak perlu teleskop untuk menikmati benda di sekitar Bumi, cukup melihat karya astronom dari Jerman

Bertahun tahun bintang Polaris atau Bintang Utara dijadikan panduan, khususnya dunia pelayaran. Termasuk astrografer atau fotografer bintang yang ingin membuat trail dari lintasan bintang yang melingkar. Setelah dihitung ulang, bintang Polaris lebih dekat 100 tahun cahaya. Abad ini posisi berada tepat diatas, 14000 tahun lagi akan turun dibawah

Bintang di malam hari hanya tampak beberapa bintang yang cahayanya paling terang. Sedangkan bintang lain tidak terlihat seakan bersembunyi. Karena kekuatan cahaya bintang dihitung dengan angka magnitude, dan beberapa bintang memiliki jarak sangat jauh dari Bumi.

Dalam sebuah galaksi terdapat kelompok bintang di beberapa tempat yang disebut globular cluster. Dimana bintang tersebut berkelompok dan jumlahnya sangat banyak. Bila bintang disana menjelang mati, akhirnya diketahui bintang akan bergerak menjauh dari kelompoknya

Teori Newton tidak berlaku di dunia Kosmos, ketika cahaya tidak memiliki massa dapat berbelok. Disini teori Einstein dengan antariksa mulai terungkap dengan penemuan saat ini. Dahulu masih terbatas teori, sekarang menjadi kenyataan. Gravitasi mampu membelokan cahaya sampai gravitasi bisa bergerak seperti kekuatan gelombang

Bila matahari digantikan oleh bintang lain, yang mungkin bintang dengan ukuran lebih kecil. Apa yang tampak dari bumi. Gambar pertama kiri adalah matahari yang dilihat setiap hari. Matahari masuk sebagai bintang kelas G atau tingkat 1MO, bila bintang lebih kecil menganti posisi matahari apa yang terlihat



Terdapat 2 sabuk asteroid di tata surya dan daerah paling luar. Sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, tapi sabuk asteroid Kuiper dimulai di belakang planet Neptunus, dan terkonsentrasi di belakang planet Pluto. Satu lagi objek terbesar ada di Oort Cloud dengan kandungan batuan es

Grafik tentang alam semesta, dari umur bumi dan masa depan. Sampai perkiraan terbaru setelah memasuki masa 10 miliar tahun kedepan. Akan merubah bentuk alam semesta, termasuk hilangnya teori Bing Bang karena tidak bisa diamati lagi dengan pengetahuan saat ini.

Satu bintang saja sudah terang, bila satu tata surya memiliki 4 bintang. Masih berbentu Protobintang atau bintang yang baru terbentuk. Hanya 3 yang akan bergabung dengan menarik dari gravitasi, satu terlihat tidak akan berpisah sendirian

Manusia baru bisa melihat sisi gelap sebelah bulan 55 tahun lalu, tepatnya hari yang sama seperti bulan ini. Bulan yang kita lihat selalu menghadap sisi yang sama, tapi sisi di sebelahnya tidak pernah bisa dilihat langsung. Terbaru dari NASA diambil video Bulan Januari 2015.

Pernah mendengar cerita planet X, planet yang tidak dikenal di tata surya kita sendiri. Mungkin planet ini memang ada, tapi jauh di kegelapan dan mungkin saja berada sangat jauh di luar planet Pluto. Tetapi jumlah planet tersebut tentunya tidak pasti, karena orbitnya begitu jauh, dan sulit diamati dari Bumi dengan teknologi yang ada

Darimana asalnya air di Bumi, mungkin usianya lebih tua dari tata surya kita. Bila air memang sudah lebih dahulu ada, kemungkinan planet lain juga memiliki air dan kehidupan. Tetapi darimana asal air sebenarnya

Ilmuwan menemukan semua planet yang dinamai planet HAT-P11b. Planet ini diperkirakan memiliki air. Planet HAT-P11b mengelilingi sebuah matahari, dan ditemukan jejak air oleh Harvard Center Astrophysic. Berada di konstelasi Cyngus ditemukan Januari 2009.




No popular articles found.