Fotographer profesional membawa 2 camera


Kategori : Digital | Date : 8 February 2015
Bayangkan fotographer profesional akan mengunakan camera high end. Setidaknya mereka membawa 2 camera dalam bekerja. Mengapa harus dua, apakah tidak cukup satu. Camera dapat bermasalah kapan saja, mungkin mati mendadak, kepanasan atau hal lain. Atau ketika bekerja camera jatuh dengan sebab lain. Tapi manfaat membawa dua camera untuk kecepatan.



Apa hal tersebut dapat terjadi. Kata seorang pekerja foto mengatakan percayalah kepada kami, hal ini terjadi. Sehingga fotographer rata rata membawa 2 camera atau lebih. Bukan untuk gaya gayaan membawa dua camera, tapi profesi mereka memang harus siap menghadapi masalah berbeda.

Seorang fotographer mengatakan tahun lalu pertama kali mendapat tugas keluar. Dia mendapat tugas sebagai paparazzi dan foto jurnalis. Ketika target yang akan diambil bergerak, maka tidak mungkin dia menganti lensa. Akan lebih mudah membawa 2 bodi camera dengan lensa berbeda. Satu camera utama dipakai, ketika objek yang diambil bergerak menjauh maka tinggal diambil satu camera lain yang sudah disiapkan dengan lensa berbeda.
Masalah lain, bila di daerah berdebu tapi objek foto berbeda dan perlu menganti lensa. Sensor bisa saja terkena kotoran, dan gambar akan muncul bercak. Tidak mungkin membersihkan sensor bila terjadi seperti ini.
Ketika hujan akan bercerita lain. Dilapangan akan mengalami kendala seperti gangguan autofocus.
Bila baterai camera pertama habis sedangkan objek harus di foto. Tidak ada waktu menganti baterai atau momen sudah hilang,  lebih mudah mengambil camera kedua.
Kasus lain ketika camera sedang asik mengambil objek mendadak buffer camera penuh. Camera akan berhenti beberapa detik sambil menunggu penulisan file ke memory card. Akan lebih cepat mengambil camera kedua sementara camera pertama menyelesaikan  penulisan ke memory card sampai selesai.

Itulah alasan mengapa pekerjaan seorang fotographer rata rata membawa 2 camera. Bukan untuk gaya, tapi pekerjaan yang menuntut mereka tanpa kendala dilapangan.

Elizabeth Gadd belajar fotografi secara otodidak, dia belajar sendiri walau usianya baru 20an tahun. Tapi hasil fotonya itu boo, dengan pemandangan landscape nan indah, termasuk mengabadikan dirinya sendiri di hasil jepretan fotonya.

Ini cara astronot melakukan foto selfie di ruang angkasa. Tidak perlu Tongsis, tidak perlu senderan untuk camera walau camear yang dipakai tipe DSLR. Biarkan saja camera mengambil gambar dengan timer.



Dan Winters seorang fotographer dan dia bisa mengambil sayap pesawat ruang angkasa Atlantis dari jarak sangat dekat. Apakah dia berada dekat dengan mesin roket yang sedang mengangkat pesawat Atlantis.

Reid Wiseman membuat foto selfie tapi fotonya dijamin jarang yang punya. Kebetulan dia berdinas minggu ini untuk memperbaiki peralatan dan berada di luar selama 6 jam. Akkkh foto Selfienya banyak banget

Seorang ibu sebagai fotographer seni mengabadikan anaknya. Holly Spring asal Selandia Baru terkenal dengan seni Art Work dan dia membuat foto anaknya yang menjadi inspirasi dirinya

Mohamad Reza seorang fotographer dari Iran membuat beberapa foto Masjid. Mirip seperti kaleidoscope, atau foto karpet. Sebagian fotonya dibuat dari seluruh bangunan yang mengambarkan ornamen Masjid yang indah.

Banyak foto yang diambil di pedesaan oleh fotographer lokal di luar negeri. Tapi om Herman Damar memperlihatkan foto dari suasana nusantara, alias dari Indonesia.




No popular articles found.