Februari 2015

Roket Long March LM-7 dirakit di Wenchang pusat peluncuran satelit setara Cape Canaveral. Roket LM-7 bukan roket biasa, tapi roket kelas berat pertama buatan China. LM adalah nama Long March dan 7 sebagai model. Dibangun oleh China Aerospace Science and Technology.

Tapi roket LM-7 tidak akan diluncurkan sebelum tahun 2016. Saat ini insinyur China sedang merakit struktur dasar sebagai landasan traktor untuk peluncuran. Dan menguji sistem mereka seperti jaminan kualitas preflight dan sistem integrasi.

Rocket LM-7 memiliki bobot 600 ton, mirip seperti roket Falcon 9 yang membawa SpaceX. LM-7 kabarnya akan mengantikan model LM-2 yang saat ini digunakan untuk membawa astronot ke misi Shenzhou China. Roket LM-7 inilah yang memiliki kekuatan lebih besar, diperkirakan mampu membawa 13,5 ton ke ruang angkasa atau 50% daya angkut LM-2.

Roket LM-7 mengunakan 4 roket pendorong utama dengan bahan bakar padat. Membawa muatan besar sampai ke orbit rendah.


Technology Rocket Long March 7

September 2017
Roket Long March 5 gagal, telah dikonfirmasi 25 September 2017. Dan misi antariksa China mencapai bulan tertunda.
Tian Yulong sekretaris adminstrasi ruang angkasa China mengatakan di sebuah konferensi pers.
Peluncuran roket yang mengikuti uji coba peluncuran melihat masalah dengan mesin utama  dari bahan bakar roket. Setelah ditunggu selama 45 menit, peluncuran roket yang membawa satelit komunikasi Shijian 18 gagal mencapai orbit.

Long March 5 adalah roket terbesar yang dikembangkan China.  Memiliki daya angkut setara roket Delta 4 Heavy rancangan Amerika United Launch Alliance. Tahun lalu roket Long March 5 sukses walau ada masalah dengan akurasi orbit ketika diluncurkan.
Misi Long March 5 akan membawa modul Change-5 untuk pengambilan sampel batu di bulan dan dibawa ke bumi kembali dipastikan tertunda. Menunggu penyelidikan lebih lanjut masalah mesin roket tersebut.
Misi antariksa China akan mundur dari jadwal, rencana pengiriman modul inti stasiun ruang angkasa China direncanakan pada tahun 2018. Dipastikan tertunda hingga 2019.
Stasiun ruang angkasa China dijadwalkan selesai pada tahun 2020an, nantinya akan terbuka bagi kerjasama dengan internasional