Aplikasi Android Battery Life Repair disebutkan sebagai aplikasi yang mampu memperbaiki kondisi baterai.

Seperti kemampuan mendefrag harddisk di dalam baterai. Coba gunakan logika kita, apakah mungkin aplikasi dapat merubah isi baterai

Sementara di dalam baterai hanya terdapat bagian anode dan katode, atau bagian positif dan negatif.

Apakah aplikasi ini menyebut, mampu membuat baterai smartphone lebih baik, bahkan banyak orang yang mendownload dan jumlahnya sudah ribuan kali



Tidak itu saja, ada aplikasi yang mendapat rating luar biasa, mendapat bintang 4,5 dari total 180.000 penguna.

Aplikasi diberikan versi standar gratis, tapi untuk naik ke versi pro harus membayar $3. Bila membayar $3, maka penguna bisa mengatur fitur tambahan lainnya.

Aplikasi seperti kemampuan untuk memperbaiki baterai smartphone hanya tipuan saja, alias Plasebo agar menghibur penguna smartphone

 Sayangnya Google membutuhkan waktu untuk mengeluarkan aplikasi yang disebutkan mampu memperbaiki baterai smartphone tersebut. Google hanya melihat masalah bila aplikasi mendapatkan tanda peringatan oleh pengunanya dan baru memeriksa aplikasi sampai memutuskan untuk mengeluarkan aplikasi dari Google Play Store.

Bagi kita, banyak aplikasi gratis diberikan dan berlanjut dengan berbayar. Sebaiknya tidak mendownload aplikasi yang tidak mungkin dilakukan oleh software ke bagian hardware yang ada di smartphone.



Aplikasi camera Infrared, Night Vision atau camera X-ray, jelas tidak mungkin dilakukan oleh smartphone biasa.

Tidak masuk akal bila standar militer Night Vision yang begitu canggih ada di smartphone kita. Atau teknologi kedokteran bahkan astronomi yang biasa mengunakan sensor X-ray hanya berukuran smartphone.

Atau aplikasi defrag storage memory yang fungsinya seperti mendefrag harddisk, aplikasi tersebut tidak berguna sama sekali. Bahkan aplikasi Defrag Storage dapat mempercepat kerusakan chip memory di smartphone. Baik internal storage chip, dan microSD card kita.

Jadi pikirkan kembali sebelum menginstall aplikasi diluar logika kita. Karena banyak yang membuat aplikasi sekedarnya, khususnya aplikasi yang belum dibuat.tapi terlihat dibutuhkan banyak orang agar orang tertarik mendownload bahkan membayar.

Yang perlu diperhatikan
Baterai smartphone tidak dapat di defrag, dan di optimalkan.

Baterai smartphone dapat dijaga, jangan bekerja terlalu panas, tidak overcharge, selalu di charge dengan voltase rendah atau di charge sampai 80% saja. Dijamin baterai akan lebih awet
Agar baterai smartphone hemat, lihat dibagian setting, dan baterai. Aplikasi apa saja yang membuat boros baterai smartphone.

Storage smartphone bukan harddisk, melainkan chip memory dan tidak ada bagian yang bergerak, jadi tidak perlu di defrag seperti harddisk. Semakin sering digunakan, perlahan usianya akan surut. Bila sering mendefrag memory, itu sama saja menambah pendek usia memory chip.

Contoh saja bila sebuah chip memory dapat di Write 1000x, atau di tulis untuk menyimpan data 1000x. Seandainya kita menulis data setiap hari 1x. Memory dapat bertahan setidaknya 3 tahun.

Bila kita mendefrag, artinya semua memory di Write ulang, untuk memindahkan bagian yang katanya kosong sehingga lebih rapi terlihat. Tentu usianya akan turun separuh, atau 1,5 tahun.

Sedangkan penguna smartphone tentu saja tidak menulis semua isi chip setiap hari, mungkin hanya sepersekian persen untuk data temporary di smartphone.

Camera smartphone menangkap gambar analog dan dirubah menjadi gambar digital. Sedangkan camera inframerah menangkap spektrum dalam bentuk frekuensi gelombang perbedaan panas yang hanya dapat diterima oleh sensor khusus. Dan sensor yang dipakai juga berbeda dengan sensor yang dipakai camera digital smartphone.