Foto dicopy orang lain sebaiknya jangan sebarkan foto sendiri


News | 19 January 2015

Banyak pencinta seni atau mereka yang suka membuat foto, dan memberikan fotonya ke internet. Hati hati foto pribadi, atau foto komersil, nasibnya sama. Bila foto sudah dipajang di media sosial atau diperlihatkan ke publik. Maka semua menjadi milik publik atau dapat dilihat oleh umum. Siapa saja dapat menduplikasi foto komersil sampai foto pribadi.

Tapi di dunia maya, banyak orang iseng suka mengutak-atik foto orang lain. Menduplikasi foto lalu di modifikasi atau ditambahkan dengan kata kata. Ini sudah menjadi salah satu tren juga di Indonesia. Beberapa foto di media sosial dicopy ke satu akun media lain. Dan disisipkan kata kata. Banyak yang tertarik dan disimpan ke smartphone lalu di edarkan lagi di jaringan media lain seperti chatting atau email. Dari kata yang dibuat berisi ucapan, sampai ada yang tidak etis seperti ucapan rasis dan lainnya.

Untuk karya seni tentu ada hak kepemilikan, tapi batasnya masih abu abu bila yang menduplikasi dari kalangan biasa dengan media besar. Bagi media publikasi atau kalangan profesional sudah memiliki aturan tersendiri, foto tidak bisa dicopy dengan ukurannya (resolusi tinggi) seperti aslinya tanpa ijin pemilik. Bila digunakan untuk tujuan komersil, pastinya harus mendapatkan ijin pembuat foto. Kecuali foto digunakan untuk mempublikasikan si pemilik gambar sendiri.

Bagi kita sebagai penguna internet biasa, khususnya memiliki foto yang bagus. Ada baiknya menjaga foto pribadi atau karya pribadi agar tidak di acak acak setelah di copy oleh orang lain. Karena bisa saja foto dirubah menjadi lelucon, bahkan digunakan untuk hal lainnya.



Untuk pribadi yang menyukai foto. Hindari mempublikasi foto dengan resolusi tinggi. Hal ini dapat mencegah minta foto dipublikasi. Ketika memposting gambar ke internet, penguna harus tahu apa yang dilakukan. Jangan lupa Facebook, Google dan media internet lain saat ini mengijinkan foto di upload dengan resolusi penuh. Setidaknya mencapai lebar 2 Megapixel, membuat mereka yang ingin berkarya tertarik mengambil foto anda.

Untuk kalangan profesional. Ada baiknya menambahkan metadata, dan tersedia di aplikasi seperti Photoshop atau dari data camera. Bila suatu hari nanti foto dicuri dan dimanfaatkan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. Dari metadata dapat dibuktikan bahwa ada pemilik sah dari foto asli.

Bila foto memiliki nilai jurnalistik, artistik atau seni lain yang memiliki nilai seni tinggi. Bisa meregistrasi ke satu badan Copyright.gov yang berpusat di Washington DC, dengan biaya pendaftaran cukup murah. Atau melalui satu badan legal photoattorney.com
Untuk awal dapat menyelusuri foto yang sudah diduplikasi via  Google Search

Upaya terbaik, hindari memposting foto menarik ke media internet. Suatu hari nanti foto kembali dilihat oleh anda sendiri dengan gambar sudah berubah, bahkan ditambahkan kata kata yang tidak jelas. Bila kata katanya positif tentu kita akan senang, bila kata yang dimasukan kata negatif dan membuat kesal orang lain tentu akan merisaukan kita sendiri.

Berita terkait
Grafik Xbox One lebih baik dengan perubahan besar dari Xbox 360. Memory lebih besar, 8GB vs 512MB.  Storage 500GB dibanding Xbox 360 hanya 250GB. Xbox 2019 lebih murah, rencananya tampil awal tahun depan dengan harg dibawah 200.

Sudah dibilang fotographer di Indonesia memang unik. Karena alam di Indonesia lebih epik dari negara lainnya. Ada cerita unik kali ini, foto dari Indonesia dicuri, dan menang. Fotografer dari Thailand, karyanya juga diakui orang lain bahkan mendapatkan 2 penghargaan



Jessica Ambats seorang pilot dan fotogapher pesawat. Terkadang dia perlu mengabadikan pesawat dalam jarak 20 meter dari dirinya. Pengalaman paling sulit untuk mengambil  foto 4 pesawat jet Citation milik swasta dan pesawat P51 Musteng dari perang dunia kedua.

Narciso Contreras baru baru ini mengatakan foto yang dibuat memang di photoshop. Foto seorang pejuang Suriah tersebut diambil ketika terjadi tembak menembak dengan pasukan pemerintah di desa Telata.

Mark Joseph Solis mahasiswa pascasarjana dari sebuah universitas di Filipina menjadi ejekan dunia internasional. Karena dia mencuri sebuah foto dan memasukan ke sebuah kompteisi, bahkan mendapatkan hadiah ribuan dollar dari potret curian.




No popular articles found.
< /body>