Sebelum computer mengambil loading OS dari harddisk, computer perlu melihat lokasi partisi. Data yang ada di dalam harddisk disebut MBR atau Master Boot Record. Tapi computer baru sudah mengunakan teknologi GPT untuk boot harddisk lebih besar. Seperti harddisk 2TB keatas.

Kembali ditahun 1983, pertama computer mengunakan DOS untuk harddisk. Sekarang teknologi MBR sudah tertinggal, tidak bisa menangani kapasitas harddisk diatas 4TB atau terbatas untuk 4 partisi. Untuk MBR selalu menempatkan data Boot di bagian paling depan harddisk. Sedangkan satu drive letter akan dibatasi sampai 2TB.

MBR hanya mampu membuat satu boot di harddisk. MBR hanya membuat partisi primary di depan disusul extended partisi dan baru dipecah lagi dari extended partisi nama drive letter. Karena MBR penempatkan data di satu lokasi sebagai data sebuah harddisk. Bila bagian ini rusak, artinya isi harddisk selesai. Kerusakan dibagian depan seperti MBR akan melenyapkan data harddisk.

Sistem GPT berbeda, dirancang untuk teknologi harddisk modern dan memiliki partisi dengan sistem GUID atau Global Unique Indentifiers. Istilah sederhananya, setiap partisi akan dibuat acak, dengan kombinasi 36 Unicode.

Gambar kiri adalah informasi harddisk dari sistem MBR. Seluruh data penting ditempatkan di bagian pertama. Sedangkan GPT dapat memiliki pemisahan informasi partis antara partisi pertama dan  dibagian akhir. Bagian kedua menjadi bagian backup bila data dibagian pertama suatu hari bermasalah.

Kiri susunan harddisk MBR dan kanan susutan harrdisk GPT
 
MBR vs GPT Partisi

Bagaimana mengetahui tampilan GPT, bila di Windows 8 bisa dilihat di bagian Disk Management. Click salah satu partisi akan terlihat menu Convert to GPT Disk. Jangan dicoba bila harddisk sudah berisi data, bagian tersebut untuk merubah partisi ke GPT.

GPT Partisi vs MBR Partisi

Sistem GPT dapat mempercepat proses boot dibanding sistem MBR. Tetapi perbedaannya tidak banyak , hanya beberapa detik. Partisi GPT memiliki fitur kompatibel dengan Window baru, sehingga OS dapat menulis dan membaca data kedalam harddisk secara normal.

Partisi GPT membutuhkan computer tipe baru berbasis BIOS UEFI.
Tidak seperti MBR yang terbatas, GPT dapat menangani harddisk sangat besar, jumlah partisi lebih banyak dan batasnya hanya dari OS.

Windows misalnya dapat membuat 128 partisi untuk drive GPT tanpa perlu membuat extended partisi.

GPT lebih aman, karena GPT membuat beberapa salinan atau copy data sepanjang harddisk. GPT juga memiliki fitur CRC untuk memeriksa data. Bila terjadi masalah di bagian data GPT,  data bisa di alokasikan ke bagian lain. Sekarang tidak masalah berapa kapasitas harddisk yang akan dipakai. Selama kita bisa mengunakan sistem boot dengan GPT.
GPT umumnya digunakan untuk OS Windows 8, tapi opsi GPT sudah tesedia di Windows 7

Harddisk baru dengan kapasitas besar dan BIOS computer akan memberikan pesan - Windows cannot be installed to this disk. The selected disk is not of the GPT partition style”. Pesan seperti ini akan muncul di Windows 8. Artinya PC melakukan boot dengan UEFI mode. Sedangkan harddisk tidak di konfigurasi untuk UEFI mode.
Untuk menangani masalah ini ada 2 opsi
  • Boot computer dengan setting BIOS ke Legacy BIOS.
  • Reformat drive dengan UEFI mengunakan partisi GPT.

Untuk memformat PC dengan GPT.

  • Boot dari DVD atau USB drive
  • Pilih installation type ke Custom
  • Ketika ditanyakan Where do you want to install Windows, pilih partisi (yang tidak terpakai) dan Delete. Akan tampil di satu bagian drive dengan Unallocated Space.
  • Pilih di drive Unallocated Space, dan tekan Next. Windows akan menditeksi PC ketika di Boot dengan UEFI mode. Dan format drive mengunakan GPT drive. Dan proses install Windows baru dapat dilakukan

Fitur AHCI dari SATA Mode

AHCI lebih umum digunakan untuk harddisk baru dengan motherboard UEFI. Dimulai dari Procesor Intel Sandy Bridge di seri Core 2000. Fitur AHCI lebih efisien dan dapat menangani harddisk baru termasuk untuk Boot.

AHCI adalah native untuk SATA, berbeda dengan setting IDE. Membuat tranfer harddisk lebih cepat dengan AHCI dibanding setting IDE. Tetapi harddisk harus di install dengan AHCI dan di format baru seperti harddisk 3TB atau lebih besar. AHCI juga mendukung sistem RAID, dan Hot Swap harddisk


Dibawah ini video menu GPT di Windows 7



Khusus bagi mereka yang mengunakan harddisk 2TB. Ada kemungkinan Windows tidak bisa boot. Masalah Windows tidak bisa boot di harddisk 2TB keatas dapat dilihat pada link dibawah ini. Info lain dapat dilihat keterangan dari Microsoft

Tips format harddisk 2TB Windows tidak bisa Boot