Bulan berdarah atau Blood Moon 28 September 2015


Kategori : Science | Date : 27 September 2015
Pada tanggal 27 September 2015. Satu lagi peristiwa langka dari dunia astronomi. Posisi bulan akan masuk ke bayang bumi. Dan memperlihatkan gerhana bulan total, tidak tertutup total tapi bulan masih terkena cahaya matahari dengan intensitas rendah. Bulan akan berubah warna, sedikit gelap atau kemerahan.

Tetapi gerhana bulan yang terjadi antara tanggal 27 dan 28 September tidak akan terlihat di Indonesia (terjadi tanggal 28 September 2015). Berdasarkan perhitungan, waktu terjadinya gerhana bulan tersebut mulai terjadi pada pukup 7:11 WIB atau 28 September 2015 00:11 UTC.

Gerhana bulan 27-28 September 2015

Mengapa disebut bulan berdarah. Posisi bulan, tepat berada di belakang Bumi dan cahaya matahari sedikit terhalang. Entah karena debu atau polusi, cahaya bulan yang sempat redup sesaat akan terlihat berwarna kemerahan. Kejadian sebelumnya terjadi pada Agustus 2007. Juga terlihat di Indonesia





Supermoon seperti tanggal 27 September 2015 baru terjadi sebanyak 5x sejak tahun 1990. Dan baru terjadi lagi pada tahun 2033.



Gerhana terjadi selama 5 jam 11 menit sedang tayang via Nasa Upstream jam 10 WIB, dan bulan sebagian tertutup selama 2 jam 8 menit. Hanya benua Amerika Latin dan Amerika serta Kanda, dan negara di Eropa sampai Afrika yang dapat melihat gerhana bulan 27 September 2015.

+ TimeDate
+ Earthsky

www.obengplus.com/artikel/articles/103/Aplikasi Astronomi Android
Planet Jupiter memiliki titik spot merah dan ratusan bertahun tahun sudah ada memiliki lebar 16.500km. Apa isi planet raksasa ini, apakah sebesar seperti tampilannya. Jupiter memiliki 4 bulan paling besar akan terlihat di tahun 2018, tapi total 79 bulan di Jupiter (Juli 2018). Satelit Jovian memiliki orbit terbalik

Siap siap dengan Supermoon bulan Desember 2017. Bulan purnama 3 Desember 2017 waktu 17:41 WIB, bulan akan terlihat lebih besar 14% dan lebih terang 30%

Sebuah bintang HL Tau sedang dikelilingi oleh cincin debu dan gas. Kali ini difoto dari teleskop raksasa Atacam Large Milimeter di Chile. Disana sedang terbentuk tata surya baru, termasuk pembentukan bintang dan planet. Dengan teleskop ALMA akhirnya didapat sebuah gambar indah. Sebuah calon planet baru



Bulan kembar pada tanggal 27 Agustus 2014 sempat beredar di jaringan internet seperti BBM, milis dan pesan singkat. Yang benar adalah tanggal 23 Agustus lalu dengan formasi bulan, Venus dan Jupiter membentuk posisi segitiga.

Dari semua planet di tatasurya memiliki keunikan tersendiri. Planet bumi adalah planet yang memiliki lapisan atmofer tebal dan memiliki oksigen. Mendukung kehidupan manusia saat ini. Tapi 2 planet lain menjadi planet terpanas, dan satu paling indah

Jumat pagi 13 Juni 2014, warna bulan akan seperti keemasan. Bulan purnama kali ini disebut sebagai bulan Honey Moon, dan terjadi hanya sekitar 100 tahun sekali. Warna cahaya emas atau kuning baru terjadi lagi pada Juni 2098 nanti

Planet Pluto sudah dikeluarkan dari daftar planet tata surya. Karena memiliki putaran berbeda melawan putaran dari planet lain. Dianggap sebagai planet dari gugus luar yang akhirnya memutar di orbit matahari. Apakah ada yang tahu ada berapa bulan di Pluto, ada 5 dan satu yang unik



Planet Neptunus masuk sebagai planet terbesar, tapi terkecil dalam ukuran kandungan gas. Jarak dari inti planet ke permukaan sekitar 24.000km. Karena ukuran planet ini memang besar, bagian tengah lebih membengkak. Apakah planet Neptunus bergeser mundur.

Bulan adalah bagian dari planet Bumi. Dan pembentukan Bumi dan Bulan memiliki umur yang sama, setidaknya setelah kehancuran Bumi ditabrak oleh planet lain. Sehingga atom di Bulan dan Bumi memang identik

Bulan akan tampak sebagai Blue Moon dengan warna biru.  Bukan hanya purnama tapi bulan akan berwarna biru.  Tampak menjelang senja sampai melewati malam hari. Karena bulan tampil lebih dahulu pada sore hari disebabkan cahanya terhalang atmosfer bumi.


No popular articles found.