6 September 2017
2 Flare atau kilatan mathari yang sangat kuat kembali muncul setelah lebih dari satu dekade.
Tepatnya jam 6 September 2017 jam 16:10 WIB.

Spot di matahari menjadi paling kuat tersebut mencapai tngkat X2.2. Dan meningkat mencapai X9.3 pada jam 19:02 WIB.
Kilatan matahari pada angka X9.0 pernah muncul di tahun 2006.

Spot (lubang) di matahari di daerah AR2673, memiliki ukuran 7 x 9 lebar bumi.

Permukaan 
matahari bersih pada bulan September 2017



Kilat matahari 10 September 2017
10 September kembali tampaik spot dengan tingkat X8.2. Tetapi tidak mengarah ke Bumi.
Dalam 7 hari sejak munculnya kilat matahari, tercatat 7 flare muncul.



Aktivitas matahari telah terditeksi sejak 4 September
Dengan memunculkan letusan dengan kekuatan M5.5 pada waktu 18.30 UTC
Kembali meningkat 5 September dengan partikel energik dari matahari, kabarnya flare tersebut dapat mempengaruhi sinyal komunikasi dan GPS
6 September 2 suar atau kilatan keluar dan menjadi yang terbesar dalam 10 tahun terakhir sejak 2008 dan kilatan tersebut langsung mengarah ke Bumi dengan kekuatan X9.3
Pelepasan kilatan energi matahari baru sampai pagi hari pada tanggau 7 September tapi menghasilkan badai geomagnetik kecil.
Disusul tangggal 10 September 2017 dengan tingkat X8.2
Kejadian energi matahari ini rutin muncul setiap 11 tahun sekali.

Info Nasa Gov



Tanggal 20 Maret 2017. Bintik matahari benar benar lenyap dari permukaan matahari.

Gambar yang diabadikan oleh pesawat ruang angkasa SDO atau Nasa Solar Dynamics Observatory bertugas mengamati aktivitas matahari selama 24 jam.

Menurut Nasa, bintik permukaan matahari tampak bersih sejak 7 Maret 2017. Dan tercatat menjadi spot terbersih terpanjang selama 15 hari sejak data tahun 2010.

Matahari dengan tampak normal seperti ini sangat baik. Disebutkan matahari kembali tenang, tapi nanti akan aktif kembali dalam bentuk kilatan matahari.

Permukaan matahari bersih pada bulan Maret 2017
Seperti apa aktivitas matahari. Kilatan matahari terkadang muncul mendadak, dimana matahari memasuki periode 11 tahunan. Flare Sun disebut sebagai jelatan api dan intensitas cahaya sangat terang. Tingkat kekuatan cahaya dihitung dengan tingkat 1 sampai 8 Angstrom X-Ray. Cahaya dihitung oleh instrumen XRS yang berada di satelit Goes-15 yang berada di geostasioner diatas Samudra Pasifik.

Urutan kekuatan dibagi menjadi 6 tingkat
  • A <10-7
  • B ?10-7 <10-6
  • C ?10-6 <10-5
  • M ?10-5 <10-4
  • X ?10-4 <10-3
  • Super X ?10-3
Setiap tingkat dibagi dalam skala logaritmik dari 1-9. Misalnya A.9 atau X.1.

Tetapi hanya di tingkat X memiliki pengukuran paling kuat. X2 memiliki kekuatan dua kali dari X1.

Dan tingkat X tidak berhenti di angka X.9, bisa saja melewati ke Super X.
  • Tingkat terendah adalah A dan B Flare. Umumnya tercatat sebagai jilatan matahari atau api yang keluar dari permukaan matahari. Kejadian A dan B  adalah hal umum terjadi ketika api muncul keluar dari lapisan terluar.
  • Tingkat C Flare, munculnya jilatan api dari matahari tapi kecil dan hampir tidak berpengaruh bagi bumi. Biaasanya disebut setingkat Coronal mass Ejection, hanya pelepasan energi panas atau jilatan api yang lepas dari matahari terlihat lambat dan lemah.
  • Tingkat M Flare. Yang ini masuk kelas medium dari tingkat besar. Biasanya membuat gangguan radio dari tingkat R1 dan R3.  Terkadang di satu tingkat M dapat menghasilkan badai radiasi. Kilatan tipe M umumnya memiliki durasi cukup panjang bahkan di bumi dapat memunculkan aurora.
  • Tingkat X Flare. Ini yang terbesar, dan kuat dari seluruhnya. Menimbulkan gangguan radio pada tingkat R3 sampai R5 , bahkan dapat menganggu jaringan listrik di daerah kutub. Pelepasan energi dari matahari pada tingkat X memang sangat kuat. Menganggu sinyal radio, satelit orbit rendah dan memberikan panas di lapisan luar atmosfer.  Energi yang datang dalam bentik magnitsphere juga memunculkan aurora.
  • Tingkat Super X Flare. Kejadian Super X sangat langka dan lebih kuat dari X10. Bila menghantam bumi akan menganggu. Seperti tingkat X10 setara kekuatan cahaya Sinar X 0.001 W/m kubik. Bila kategori X20 setara 0.002.
Matahari pernah mengeluarkan kilatan terkuat sejak dicatat mulai 1976, diperkirakan mencapai X28 pada 4 November 2003.

Foto dibawah ini adalah catatan aktivitas matahari selama tahun 2014.

kilatan cahaya matahari dalam kategori

Sebesar apa kilatan matahari.
Daerah 12192 / AR2192 tercatat mengeluarkan flare dalam 4 hari.

Kilatan tersebut menjadi jilatan api matahari terbesar, bahkan hampir seukuran jupiter. Bisa dilihat pada gambar bawah dengan perbandingan bumi.

ukuran kilatan matahari berbanding planet Bumi dan Jupiter

Kejadian di 24 Juli 1999, salah satu Flare Sun atau erupsi matahari sangat besar dengan perbandingan Bumi. Diabadikan dari ESA



Mengapa kilatan matahari semakin membesar. Peneilti dari Nasa, Alex mengatakan "tidak tahu". Yang diketahui kegiatan ini terjadi setiap 11 tahunan, dimana terkonsentrasi medan magnit dan energi di permukaan matahari.

Dan menunggu gelembung membesar dan pecah seperti saat ini. Pertanyaan kedua, mengapa kilatan tersebut hanya 1 spot yang besar atau mungkin 2 spot. Ini masih misteri.

Ahli Nasa mengatakan, jangan pernah melihat langsung ke matahari untuk melihat bentuk kilatan diatas.