Standar file JPEG dibuat oleh Joint Photographic Experts Group.

Tahun 1986, komite tersebut membuat sebuah kompresing file sebelum munculnya website, email dan teknologi internet.

Pembuatan JPEG ditujukan untuk menghasilkan gambar dengan ukuran lebih kecil.

Dan berlanjut dengan format JPEG untuk membantu kalangan fotographer.

Gambar tetap terlihat baik, tetapi ukurannya jauh lebih kecil dari file format lain.

JPEG melakukan pengaturan gambar dengan 8x8 blok pixel dan menyederhanakan blok tersebut dengan tergantung gambar yang akan ditampilkan. Kompresing tersebut akan mengurangi kualitas gambar (mosaik), tetapi masih bisa dilihat baik dengan mata manusia.

JPEG memiliki skala kompresing, semakin kecil skala yang diberikan seperti 50% atau 60%. Kualitas gambar semakin rendah bila kompresi file semakin di tingkatkan. Dampak dari kompres gambar, ukuran file menjadi lebih kecil.

Apa yang perlu diketahui dengan JPEG atau file JPG.

Setiap membuka file, untuk diedit atau menyimpan kembali. JPEG akan melakukan kompresing ulang. Disini memberikan dampak pada gambar dengan lossy compression. Artinya setiap file asli, lalu di simpan dengan kompresi JPG, kualitas gambar sudah berubah. Bila file JPG di buka dan disimpan kembali, ukuran file mungkin mungkin tidak berbeda jauh. Tetapi kualitas gambar bisa saja semakin menurun walau mengunakan format file yang sama dengan JPG.

Apa yang perlu di hindari ketika mengunakan file JPG. Hindari melakukan penyimpan ulang gambar dari JPEG / JPG, karena akan menurunkan tampilan kualitas gambar setiap kali di simpan

Mengkompres berulang untuk JPG tidak hanya mengurangi kualitas gambar, terkadang dapat meningkatkan noise lebih banyak muncul.

Seperti gambar disebelah kiri, atas adalah file PNG dan bawah adalah JPEG. Bentuk sama dengan file PNG sebagai file asli. Setelah disimpan ke JPEG akan menghasilkan noise atau bercak pada gambar. Istilahnya Mozaik.

Biasakan menyimpan file ukuran besar tanpa kompresi dari JPG, seperti file foto asli tapi jangan di simpan ulang. Biarkan file asli ada agar foto resolusi tinggi tetap terjaga dalam format JPG. Dan simpan ke file JPG dengan kompresing ke nama file lain.

Anda perlu mengingat, setiap file JPG di simpan dengan perubahan kompresi maka file akan berubah. FIle JPG dengan ukuran file lebih kecil mungkin terlihat sama dengan file JPG yang asli, tetapi perhatikan dengan seksama, apakah keduanya file JPG tersebut memang identik.

File JPG yang sudah di kompresing dari ukuran file besar menjadi ukuran kecil tidak bisa dikembalikan seperti gambar aslinya seperti file JPG ukuran besar.