Kebiasaan penumpang First Class vs Bussiness Class yang unik


Stuff | 3 May 2019

Pesan tempat di First Class semakin sukar karena mulai dihapus oleh maskapai

Ada beberapa kebiasaan unik dari penumpang pesawat untuk First class.

Pastinya berbeda dibanding kelas belakang alias penumpang yang ada di belakang pesawat.

Yaitu kelas bisnis atau Business Class dan terakhir kelas ekonomi atau Economy Class.

Penumpang pesawat paling murah adalah Economy Class. Jumlah penumpang paling banyak, dan berada di belakang pesawat. Penumpang disana beraneka ragam, tidak peduli status, dan pastinya tiket paling murah. Kursi di kelas ini lebih rapat, untuk memadatkan jumlah penumpang.

Business Class memiliki tarif tiket 2-3 kali lebih mahal dari Economy Class. Layanan lebih baik kursi lebih baik, lebih lebar, lebih empuk dan sandaran kaki.
Ditambah menu makanan yang berbeda, tidak rantangan seperti di kelas ekonomi. Biasanya diberikan menu makanan lengkap dengan piring dan garpu. Tetapi tertangung dari masing masing maskapai memberikan perbedaan antara kelas ekonomi dan bisnis.

Yang sangat berbeda adalah First Class.
Maskapai penerbangan memberi posisi kursi penumpang di bagian paling depan pesawat. Menu makanan seperti makan di restoran dan peralatan makan  serta disajikan minuman khusus.

Untuk penerbangan jarak jauh, penumpang dapat merubah kursi mereka menjadi tempat tidur, bahkan seperti kamar sendiri. Belum lagi tempat yang paling lebar.
Rata rata kursi pada First Class hanya menyediakan 4 kursi untuk satu baris.

Ada perbedaan dari sifat para penumpang di kelas tertinggi ini.
Pengalaman ini dibagikan oleh pramugari pesawat dari Jepang, di First Class kebiasaan penumpang sangat berbeda dibanding kelas lain.



Dibawah ini kebiasaan para penumpang pesawat First Class

- Sepatu mereka umumnya sangat mengkilap dan terawat.

- Mereka tidak mengantung jaket atau jas mereka di kursinya.

- Bagian kancing baju terlihat sangat bersih.

- Penumpang di kelas First Class umumnya memiliki postur tubuh yang baik.

- Mereka biasanya hanya membawa dompet lipat sederhana.

- Bahkan mereka tidak terlihat mengenakan barang bermerek.

Different habit betwen First Class vs Bussiness Class 
Airlane

Mengapa dompet mereka sederhana.  Umumnya penumpang di First Class membayar dengan card, dan jarang membawa uang jumlah banyak.

Penumpang First Class lebih mengutamakan efisiensi sambil menikmati penerbangan.
Penumpang First Class tidak biasa melemparkan jaket mereka di kursi.
Mereka melipat dengan rapi dan melipat dengan hati hati, lalu menyerahkan ke petugas pesawat untuk disimpan di tempat jaket.
Dompet mereka terlihat sangat tipis dibanding penumpang kelas lainnya.

Layanan First Class adalah layanan premium.
Dimana penumpang mendapatkan ruang lebih besar minimum memangkas 4-6 tempat duduk dari kelas ekonomi.
Bahkan di pesawat baru ukuran besar seperti mendapatkan sebuah kamar lengkap dengan tempat tidur meja dan televisi
Baris penumpang First Class rata rata 1-2-1 penumpang, jadi hanya 4 penumpang perbaris.

Staf penerbangan melakukan tugas tidak hanya di depan penumpang FIrst Class.
Memilih menu makanan sendiri yang anda suka. Anda bisa mandi di dalam pesawat.

Tapi mempersiapkan semua yang dibutuhkan di jauh sebelum jam keberangkatan untuk penumpang First Class.

Dari Boarding Pass, Check-in, dan Imigrasi, dari penjemputan keberangkatan sampai tiba di tujuan, harus memberikan kesempurnaan sebuah perjalanan.


Intinya, memesan ketika anda memesan First Class, kemungkinan anda cukup membawa tas dan paspor.

Sebagai contoh dari layanan Garuda Indonesia Airlines First Class

Layanan FIrst Class Garuda Indonesia Airlines

Penumpang First Class tidak perlu memesan taksi, atau pergi sendiri ke Airport
Kendaraan disediakan bagi penumpang First Class beberapa jam sebelum keberangkatan oleh beberapa maskapai penerbangan asal negara keberangkatan.
Penumpang First Class akan dijemput, bahkan di hubungi via telepon. Jam berapa akan di jemput, ingin naik kendaraan apa. Misalnya anda ingin pergi bersama keluarga boleh memesan kendaraan lebih besar. Atau pergi sendiri dapat mengunakan kendaraan lebih kecil.

Sampai di bandara, kendaraan langsung menuju ruang tunggu keberangkatan seperti layanan Garuda Lounge Airlines.
Penumpang hanya perlu menyerahkan dokumen untuk penerbangan, dan menunggu di Lounge.
Setelah pesawat tiba, dan penumpang akan masuk ke pesawat. Semua dokumen diserahkan, tentunya tanpa antri masuk ke pesawat di dalam pesawat.

Tarif pesawat First Class rata rata 5x ++ atau lebih dari kelas ekonomi. Tidak perlu ditanya bagaimana menghitungnya.
Uniknya 90% penumpang First Class mengambil tiket langsung, dan bukan upgrade class.

Perbandingan dengan  pesawat berbadan besar di kelas ekonomi terdiri 10 kursi perbaris. First Class hanya mengijinkan 4 kursi atau 6 kursi selang seling

Di dalam pesawat layaknya seperti di tinggal dirumah sendiri. Semua dibantu oleh awak kabin.

Garuda Airlines salah satu maskapai terbaik dan masuk sebagai 20 maskapai penerbangan First Class papan atas.

    Etihad Airways
    Emirates
    Air France
    Singapore Airlines
    Cathay Pacific
    Qatar Airways
    Japan Airlines
    ANA All Nippon Airways
    Garuda Indonesia
    Lufthansa

Jepang memiliki layanan penerbangan First Class. Satu gambar ini menunjukan seorang karyawan membersihkan koper dari penumpang First Class ketika diturunkan dari pesawat.

Penumpang tidak tahu bila bagasi mereka sudah dibersihkan, mereka menginginkan penumpang dapat membawa barang mereka tetap bersih.
Dan menjadi standar layanan premium First Class.

Layanan di belakang penumpang First Class



Emirats Fisrt Class menyediakan tempat duduk menjadi kursi tidur penumpang.

Bisa anda bayangkan tidur di pesawat, artinya ruang kursi anda akan seluas 3 jendela pesawat. Dan tidak perlu berebut jendela dengan penumpang di sebelah anda.

Layanan di Emirates First Class


Penumpang Business Class.
Ini yang unik di kelas bisnis

Kelas ekonomi tentu sebagian besar sudah tahu. Hiruk pikuk, berebut tempat lemari bagasi.
Di kelas ekonomi bila anda tidak mendapat ruang bagasi, maka anda harus memegang sendiri bagasi anda dibawah kursi.
Jangan tanya penerbangan kelas murah antar kota di Indonesia, bila tidak ada tempat bagasi maka bersiap memangku atau memasukan barang bawaan anda di bawah kaki.

Bagaimana dengan penumpang di kelas bisnis, yang lebih dekat dengan penumpang First Class.

Disini juga terlihat perbedaannya. Penumpang pesawat Bussiness Class umumnya terlihat lebih glamor alias bling bling.
Seperti membawa barang bermerek, dan ingin terlihat penting atau terlihat sudah sukses.

Premium Class atau Economy Premium Class
Memiliki layanan antara Economy Class dan Business Class.

Sebenarnya layanan ini ditambahkan untuk kelas premium ekonomi atau ekonomi plus dan mendapatkan kenyamanan.

Penumpang Premium Class diberikan beberapa layanan maskapai.
Dari hiburan seperti TV, makanan, staf kabin terpisah dari economy class yang layaknya pasar di pesawat.
.
Economy Premium mendapatkan kursi lebih besar dibanding Economy Class. Dan barang bawaan atau bagasi juga diberikan tambahan serta fasilitas Lounge
Layanan khusus jalur cepat diberikan.
Yang berbeda, ruang tempat duduk tetap kalah nyaman dibanding Business Class. Walau kursinya berbeda tapi tidak dapat dibuat untuk tidur seperti kelas bisnis.

Beberapa pesawat tidak menyediakan First Class, dapat menempatkan kursi untuk Premium Class dan Busisness Class selain Economy Class.

Tidak semua maskapai memberi layanan Premium Class, tergantung jarak tempuh penerbangan. Biasanya untuk jarak jauh, dimana mereka yang tidak mau berdesakan di kelas ekonomi atau membayar sendiri untuk jalan jalan dapat mengambil kelas Premium yang lebih nyaman.

Jumlah kursi di kelas Premium antara 2-3-2 perbaris, sedikit saja perbedaan dengan Business Class dengan jumlah 2-2-2 perbaris atau 1-2-1 perbaris kursi.
Layanan Premium Class di Jumbo Jet Airbus A-380 misalnya hanya ada di Quantas, British Air, Nippon Air. Luthansa, SIngapore Airlines dan Air France

Tidak semua tempat duduk tesedia diFirst Class (Mei 2019).
Perlahan maskapai penerbangan mulai memangkas tempat duduk First Class karena penurunan pesanan.
Dan memilih menambah layanan Business Class di beberapa rute.

Air New Zealand dan Turkish Airlines tidak menyediakan First Class.

Sejak tahun 2007, beberapa maskapai sudah menghapus tempat untuk First Class.

Tahun 2017, Emirates mengurangi kursi First Class di rute London ke Dubai. Jumlah penumpang dapat ditingkatkan di peswat A380 dari 489 penumpang menjadi 615 penumpang.

Tahun 2018
British Airways tersisa 100.000 tiket di  kursi First Class, 10 tahun lalu memiliki 560 ribu kursi

Tahun 2019, dua maskapai Korea akan menghapus tempat duduk First Class di beberapa rute.
Korean AIrlines tidak lagi menyediakan First Class di 27 rute 1 Juni 2019.
Mulai Juni 2019 kelas Business Class akan mendapat jatah kursi di pesawat lebih banyak di 76 rute penerbangan, dari sebelumnya 49 rute.
Menganti First Class ke Business Suite dengan tarif 30-40% lebih murah dari First Class.

Asiana Airlines menghapus kelas First Class di 1 rute 1 September 2019. Agar memberi tempat untuk Business Class lebih banyak penumpang.
Asiana Airlines juga menawarkan satu tingkat lebih tinggi di kelas Business Class untuk Airbus A380.
Disebut Business Suite ada 6 pesawat A380, dan tarif 30-40% lebih murah dibanding First Class.

SIngapore Airlines dan Emirates juga menambah tempat untuk kelas bisnis lebih banyak beberapa tahun terakhir.
Karena pesanan tempat FIrst Class terus menurun di rute tertentu. Termasuk perubahan tempat duduk untuk kelas Economy yang sebagian disisihkan menjadi Premium Economy dengan layanan satu tingkat dari kelas ekonomi.

Lalu apa artinya dari kebiasaan penumpang pesawat di First Class ini.
Kembali dari kebiasaan penumpang First Class.
Pramugari Akiko dari penerbangan Jepang tidak bisa menjelaskan.
Mungkin tampil bling bling bukanlah tanda suksesnya seseorang.

Mereka yang sukses lebih menonjolkan kesederhanaan untuk terlihat lebih bersahaja.
Hal seperti ini merupakan daya tarik yang diperlihatkan dari kalangan pengusaha atau karyawan yang sukses saat terlihat beradai di First Class.

Berita terkait
Dunia penerbangan sekarang sudah sangat sibuk. Bila pilot atau pramugari meminta ponsel dimatikan total. Jet komersil capai kecepatan supersonik pada 19 Februari 2019, tiba 48 menit lebih cepat akibat dorongan angin. Ventilasi udara di pesawat dapat menghindari penyakit. Maskapai menempatkan camera keamanan untuk memonitor penumpang (Agustus 2019)

Ini bukan Fotosphop, tapi foto asli dimana 2 sisi kehidupan. Satu sisi adalah foto rumah yang sudah berkecukupan, disisi sebelahnya adalah perumahan untuk orang miskin. Tidak hanya di Mexico City, tapi di beberapa kota terlihat seperti dua tempat yang terbelah.



Fotografer ambasador Nikon Charmi membeli 4 memory Sandisk Extreme 128GB SDXC tetapi semuanya palsu. Diketahui ketika digunakan, memory menghentikan proses camera. Diamati memory SD card sangat mirip, seperti bagian label. Hanya satu yang tertinggal, dan luput oleh pemalsu yang dapat dikenali.

Khusus untuk perusahaan penerbangan dengan armada pesawat sangat besar. Walau pramugari dianggap sebagai pekerjaan glamor, kebanyakan dari mereka baru mengenal. Beberapa istilah di awak kabin juga berbeda.

Bila bandara modern sudah menangani sistem bagasi pesawat sangat aman, seluruh distribusi koper dilakukan dengan sistem elektronik. Barang bawaan akan aman di dalam tas koper. Tapi ada bandara masih mengunakan sistem lama dengan sedikit modernisasi. Bandar udara dengan sistem lama mungkin berbahaya bagi barang di dalam koper.

Jepang sebagai negara yang rapi. Kereta terlambat maka masinis akan meminta maaf ke penumpang. Ketepatan transportas kereta MRT hanya berbeda dalam hitungan detik, kereta akan tiba sesuai jadwal. Bagaimana dengan taksi disana apakah sama tertib

Namanya Sayagh Jaques, usianya 50 tahun, tidak punya rumah alias pengangguran di jalan kota Paris. Tapi tidak tidak berhenti sebagai tunawisma, karena dia rajin berolahraga. Semua uang diberikan oleh orang yang kasihan kepada dirinya. Sekarang muncul di TV



Ada ada saja gaya marketing perusahaan Skymark Airlines. Mereka mulai meluncurkan layanan pesawat Airbus-330-300 pertama di pertengahan tahun lalu. Memiliki 3 rute pertama untuk penerbangan mereka. Terakhir membuat heboh bersama pramugari cantik dengan seragam rok mini.

Lihat saja video yang satu ini, pembuatannya sangat kreatif. Mengabungkan 2 teknik antara timelapse dan hyperlapse untuk mengabadikan pemandangan sebuah kota. Diabadikan di kota Toronto oleh fotographer Ryan Emond

Etihad Airlines hanya menjelaskan kabin kelas satu mereka di pesawat Airbus A380. Rute pesawat yang dilayani antara Abu Dhabi ke London, New York dan Sydney. Penerbangan perdana dimulai tahun 2015. Di dalam kabin terdapat LCD TV 32 inch, layar 27 inch di kamar tidur

Amerika tahun lalu memiliki jadwal 9,8 juta penerbangan. Dibanding pesawat jaman dulu yang mengunakan kontrol manual. Teknologi pesawat saat ini mengunakan teknologi digital. Pilot hanya perlu mengawasi instrumen  ketika auto pilot diaktifkan.

Menceritakan seorang pencuri cilik, dia mencuri untuk ibunya.30 tahun berlalu, si tukang sup masih sama saja. Selalu memberikan makan kepada pengemis. Sayang si penjual sup ternyata sakit dan koma. Apa yang diberikan pesan dari film pendek ini

Ketika anda masuk ke sebuah restoran di tahun 2007, dan memesan paket minuman Coke. Anda akan diberikan cangkirnya saja. Ketika anda membeli 1 kaleng minuman ringan $1, atau 1 eskrim $3. Bila anda membeli 1 lusin minuman ringan harganya menjadi $3 dan $7 untuk 12 eskrim.

Tentang kartel di Mexico, kereta cepat di Jepang, planet Pluto dan mengembalikan SIM yang hilang di Amerika.



Gajah tidak bisa melompat, wanita berkedip 2 kali lebih banyak dari pria




No popular articles found.