Foto timelapse dijadikan foto berbaris oleh Dan Marker


Digital | 6 October 2014

Disainer Motion dan fotographer Dan Marker bersama rekannya membuat seri foto dengan komposisi pemandangan di daerah perkotaan. Fotonya dibuat dengan teknik timelapse, lalu digabung menjadi satu foto.

Dan membuat beberapa seri foto selama posisi matahari terbenam, dan posisi bulang sedang naik. Objek yang bergerak adalah bulan. Fotonya dibuat berbeda beda, ada yang tampak dibalik gedung tinggi. Teknik yang dilakukan memang kreatif. Tidak monoton dalam pembuatan foto dan tampil berbeda. Seperti sebuah foto digabung dalam garis waktu, antara menjelang sore sampai malam hari.

Beberapa hasil foto Dan Marker dibawah ini.


Berita terkait
Ketika melihat objek liburan di luar negeri, foto menarik dari tempat liburan. Tapi tidak semua seperti gambarkan oleh buku atau foto tempat pariwisata. Pada musim liburan tempat tersebut jauh berbeda foto di brosur wisata. Bahkan spot foto mengalami hal yang sama, ramai

Rustam Azmi memberi pengalaman bagaimana membuat foto ketika petir menyambar di gedung tertinggi di dunia Burj Khalifa. 400 foto, menahan hujan dan berdoa katanya



Stephen Wilkes memperlihatkan begitu banyak binatang di Afrika datang untuk minum di sebuah sumber air. Dia mengabadikan di Serengeti Tanzania selama 26 jam. Dari malam ketemu malam, dan apa yang di dapat dari sumber mata air tersebut.

Janne memposting sebuah video timelapse untuk mengabadikan foto malam. Dia mengambil gambar dan tampak satu titik cahaya tidak bergerak, cahaya tersebut adalah satelit geostasioner.

Albert Dros fotographer ini pergi ke pinggiran kota, rencananya ingin membuat foto Milky Way. Maklum bulan Juni sampai Agustus adalah waktu paling tepat. Yang di dapat bukan garis galaksi saja, tapi stasiun ISS lewat dan meteor dalam waktu bersamaan

Setiap anak anak mungkin bermimpi ingin terbang. Entah di pengaruh oleh cerita, film , seakan ada sesuatu yang menarik tentang terbang. Sejak kecil William (Wil) Lawrence memiliki mimpi ingin terbang.

Fotographer Greg Boratyn mengatakan fotonya tidak sengaja dibuat seperti ini. Keberuntungan untuk mengabadikan sebuah foto landscape. Foto ini menjadi contoh yang baik, hanya satu foto menghasilkan pemandangan yang indah.



Ternyata fotographer wanita semakin kreatif. Satu lagi fotographer asal Jepang Daisuke Takakura, dia serius membuat foto cloning. Tidak hanya 2 atau 3 dirinya ada di foto, tapi mencapai puluhan. Seakan di dalam fotonya banyak orang, tapi isinya hanya dari satu orang.

Teknik video Layerlapse mengabung foto dengan jam berbeda dan disatukan menjadi video. Dibuat dari 150 ribu foto menjadi video, data foto mencapai 6TB. Layerlapse dibuat dengan teknik gabungan foto yang diambil pada waktu berbeda.

Seorang ibu sebagai fotographer seni mengabadikan anaknya. Holly Spring asal Selandia Baru terkenal dengan seni Art Work dan dia membuat foto anaknya yang menjadi inspirasi dirinya

Mohamad Reza seorang fotographer dari Iran membuat beberapa foto Masjid. Mirip seperti kaleidoscope, atau foto karpet. Sebagian fotonya dibuat dari seluruh bangunan yang mengambarkan ornamen Masjid yang indah.

Banyak foto yang diambil di pedesaan oleh fotographer lokal di luar negeri. Tapi om Herman Damar memperlihatkan foto dari suasana nusantara, alias dari Indonesia.

Lorenzo adalah seorang stargazer atau pemburu foto bintang. Dia berhasil mengabadikan galaksi Andromeda di sebuah desa kecil di gunung Apennine Italia. Foto yang tidak biasa bahkan sekelas teleskop Hubble.

Mike Mezeul seorang fotographer cuaca, komersil, landscape, dan sport. Dia sudah menunggu 2 minggu untuk mempersiapkan pengambilan foto gerhana bulan 15 April. Bagaimana dia membuat foto seperti dibawah ini.




No popular articles found.
< /body>