Air di Bumi menutup sampai separuh permukaan. Dari mana datangnya air ke Bumi. Air mungkin bukan dibawa oleh meteor sendiri ketika dimulainya pembentukan Bumi. Mungkin air sudah lebih dahulu ada sebelum matahari terbentuk. Alasannya sederhana, hampir disebut planet terkandung air.

Tapi bentuknya tidak seperti di Bumi dalam bentuk cairan H2O, melainkan es. Karena hanya Bumi dan Mars yang memungkinkan air dalam bentuk cairan. Tetapi di Mars mengalami masalah, kandungan atmofer disana terlalu tipis. Ilmuwan mengatakan air di Mars mungkin sudah menguap sejak ratusan ribu tahun lalu.

Lalu dari mana datangnya air untuk kehidupan ini. Ketika galaksi mulai terbentuk, seperti Matahari terbentuk dari nebula atau digambarkan sebagai debu dan gas yang mengambang di ruang hampa. Kepadatan nebula meningkat, gravitasi di tengah akhirnya runtuh kedalam dan membentuk sebuah bola gas. Ketika bola gas terus mendingin, bagian tengah semakin padat dan meningkatkan putaran. Gas dan materi dari nebula dan sekitarnya akhirnya berbentuk cakram pipih  dan berputar ke dalam tarikan gravitasi bintang

Disc ini disebut akresi atau protoplanet. Sebagai gas di tengah mulai stabil jadilah sebuah bintang dewasa.  Sisanya dari materi debu yang padat menjadi planet yang terbentuk dari bebatuan dan asteroid. Semua perlahan tertarik oleh gravitasi matahari lalu berputar mengorbit seperti sekarang ini.

Menjadi pertanyaan, apakah air sudah ada di gas nebula tersebut dan jauh sebelum matahari mulai menyala. Atau kelahiran tata surya yang miliaran tahun lalu juga menjadi cikal bakal munculnya air di sekitar tata surya. Apakah penting mempelajari asal mula air, peneliti mengatakan cukup penting karena dapat memperkirakan tata surya lain dalam pencarian Exoplanet. Atau bisa saja di planet lain memang memiliki kehidupan seperti di bumi.

Ilustrasi pembentukan tata surya.

Ilustrasi pembentukan tata surya dengan sumber air

Peneliti  Conel M  Alexander melakukan simulasi temuan kimia di tata surya, memiliki dari 2 jenis air. Air biasa dengan kandungan hidrogen dan air berat dengan kandungan isotop deuterium. Air kedua dengan nama Heavy ini berbeda dengan atom hidrogen biasa ditemukan di batuan meteor. Air jenis deuterium sering ditemukan pada komet dibanding di lautan, sedangkan di ruang angkasa lebih banyak ditemukan jenis air deuterium karena kondisi dingin. Kesimpulannya bisa saja air memang terkandung di tata surya lain. Karena air (dalam bentuk berbeda) lebih tua dari umur matahari kita sendiri. Dan air deuterium mungkin sudah ada di beberapa planet, termasuk usia air sebenarnya lebih tua dari tata surya kita sendiri.

Air Deuterium Oxide adalah jenis air berat. Memiliki molekul H20 Light Water vs D20 Heavy Water. Memiliki kandungan isitop deuterium hidrogen atau dikenal dengan heavy hidrogen.