Sony fokus ke smartphone high end


Shortstory | 23 September 2014

Sony Mobile terlihat gagal dalam pemasaran smartphone. Kabarnya memangkas 15% staf divisi mobile dan kembali fokus ke smartphone high end yang lebih menguntungkan. Sony nantinya akan mengurangi pemesanan model smartphone dalam bentuk ODM dari Taiwan.

Penjualan smartphone Sony model high end kurang baik di Amerika, Tiongkok dan Eropa. Sedangkan model smartphone biasa di negara berkembang harus menghadapi produk dari Tiongkok yang terkenal murah.

Nantinya Sony akan fokus ke high end dan tidak menawarkan model kelas menengah dan kebawah yang dikembangkan sebelumnya. Sony memilih bersaing langsung dengan Apple dan Samsung untuk pasar global smartphone high-end. Jika Sony hanya bermain di segmen smartphone kelas atas, diperkirakan hanya menjual 10 juta unit per kuartal. Merek smartphone Sony akan turun dari 10 besar.

Berita terkait
Sony tidak mengambil teknologi layar smartphone dengan resolusi tinggi di produk mereka. Tetap mempertahannkan sampai Full HD 1080p. Alasan pembeli smartphone saat ini adalah baterai

Xiaomi Mi4 datang dengan hardware kelas atas, boleh dibilang berhadapan langsung dengan Apple dan Samsung. Layarnya 5 inch, Full HD 1080p dengan kerapatan 441ppi. Tapi yang lebih top ada dibagian procesor.



Lenovo Vibe Z2 Pro memiliki layar 6 inch, resolusi Quad HD 2560x1440 pixel. Baterainya  4000mAh, menjadi smartphone dengan baterai paling besar di kelas premium. Mengalahkan Samsung Galaxy Note 3 dengan baterai 3200mAH dan HTC One Max 3300mAh.

ZTE Z7 menawarkan smartphone yang mirip LG G3, mirip bahkan kloning seperti buatan LG yang memiliki spesifikasi 3GB RAM, 13Mpix camera belakang dan 2.1Mpix camera depan.

Sony Xperia C3 disebutkan smartphone terbaik untuk Selfie. Smartphone Sony Xperia C3 masuk di kelas menengah, dengan layar 5,5 inch dan resolusi  HD display. Tapi bagian penting camera depannya yang dilengkapi lampu flash.




No popular articles found.
< /body>