Gunung Everest dengan ketinggian sangat berbahaya bagi manusia.

Bukan udara dingin saja yang membahayakan jiwa manusia. Disana terdapat garis batas atau death zone

Daerah Death Zone dimana manusia tidak bisa terlalu lama di ketinggian 8000 meter. Daerah ketika kandungan oksigen sangat rendah bagi manusia untuk bernapas.

Tapi banyak para pendaki disana yang menantang maut. Ada yang mencoba naik dan turun dengan ski, snowboarding, parasut. Sebagian sukses, tapi sebagian lagi lenyap dan jatuh di gunung.

Video dari Discovery Channel dikumpulkan dari koleksi dan sejarah para pendaki di Everest ini untuk menghormati para Sherpa yang meninggal karena reruntuhan salju di tahun 2014.

Jordan dan ayahnya menaklukan 7 puncak gunung tertinggi sejak tahun 2006. Di Everest 2010 dan terakhir gunung Vinson Massif di Antartika tahun 2011. Tapi gunung Everest, nyawa keduanya nyaris lewat, setelah tim pendaki lainnya yang baru lewati beberapa menit tertimpa longsoran salju. Mereka luput dan mengalami lecet. Jordan menjadi pendaki pria termuda di gunung Everest dengan usia 13 tahun. Mereka memotong jalur paling curam dan paling dingin melalui rute utara



23 Mei 2013, pendaki tertua dari Jepang. Dokternya mengatakan kamu hanya memiliki waktu 3 tahun lagi untuk menikmati kehidupan. Yuichiro Miura lahir tahun 1932 pernah mencoba turun dengan ski es tahun 1970 tapi gagal. Dia memecahkan rekor manusia tertua mendaki gunung Everest di tahun 2003. Rekornya sempat dikalahkan tahun tahun 2008, dan dia kembali naik ke Everest pada tahun 2013 akhirnya kembali memegang rekornya pada usia 80 tahun.



7 Oktober 2000. Rekor turun dengan ski es nonstop dari puncak Everest





22 Mei 2001 pertama snowboard turun dari Everest. Stefan Gatt mengunakan melalui jalur utara, tapi rutenya terhenti dan dia tidak mengambil resiko dari rute yang akan dilewati, kembali naik ke punggung gunung melalui rute lain. Walau tidak turun secara nonstop, Stefan menjadi manusia pertama yang turun mengunakan Snowboard sampai ke basecamp.



Satu hari berlalu, 23 Mei 2001. Usia 23 tahun dari Perancis, Marco membawa snowboard mencoba mengikuti jalur Stefan dan sukses nonstop turun ke basecamp. Dia mengambil resiko melewati rute Stefan yang harus berhenti, sedangkan Marco berhasil melewati rute rencana Stefan.

9 bulan kemudian tahun 2002 Marco mencoba lagi dengan rute berbeda melalui permukaan es di dinding Horbein Couloir. Jam 3 sore dimulai aksinya, diperkirakan baru separuh jalan lalu Marco hilang dan dia tidak pernah terlihat lagi.



Kecelakaan Everest terbesar
Dimulai tahun 1996. 10 Mei 1996, 33 pendaki setelah beberapa minggu melakukan aklamasi ketinggian. Pendaki mulai meninggalkan camp 4 menuju puncak tepat tengah malam. Mendekati Hillary Step atau jalur menjelang puncak, rencananya sebelum sudah tiba jam 2 sore sebagai batas aman untuk sampai di puncak. Badai menghantam dan 8 pendaki meninggal. Menurut Kent Moore seorang fisikawan, tingkat oksigen pada tanggal tersebut turun drastis karena fenomena alam di puncak Everest. Hanya 14% kandungan oksigen yang ada dari kondisi normal diatas 35% di ketinggian tersebut.




Mei 2012 kemacetan tertinggi di Everest.
Dengan teknologi modern saat ini, cuaca bisa diperkirakan. Hari itu tidak ada badai di Everest disebut sebagai hari paling cerah. Pendaki sudah menunggu antri untuk menaklukan Everest. Dan terjadilah, di bulan tersebiut dalam satu hari tercapai antrian 234 pendaki mencapai puncak. Begitu panjang sampai memecahkan record baru pendakian dalam sehari. Walau resiko para pendaki menghadapi frostbite dan masalah ketinggian karena terlalu lama mengantri.



14 Mei 2007, pertama yang melakukan paraglide dari bawah langsung terbang diatas puncak Everest.
24 Mei 2004 pertama hang-glider dari puncak Everest. Angelo dari Italia nyaris menghadapi kondisi berbahaya ketika terbang dengan suhu dingin dan mengalami turbulensi. Tapi berhasil mengendalikan hang-glider melewati puncak Everest. Untuk kembali dia mengalami masalah dengan rute pulang dan mendarat di berbatuan sampai tulang iga patah



Helikopter di Everest akan bermasalah.
Helikopter kadang diturunkan untuk tim evakuasi atau akomodasi di basecamp Everest. Tetapi helikopter membutuhkan oksigen untuk pembakaran. Pernah terjadi sebuah helikopter jatuh di dekat basecamp. Pada tahun 2002 sebuah helikopter yang sudah di modifikasi terbang dan berhasil berdiri diatas puncak Everest.



15 Mei 2006 pertama Mark Inglis pendaki asal Selandia mendaki dengan 2 kaki palsu. Kaki palsu bagian bawah sempat rusak dan lepas, beruntung dengan mudah bisa diperbaiki dan berhasil menaklukan Everest.



25 Mei 2001, Erik Weihenmayer dari Amerika pendaki tunanetra pertama mencapai puncak Everest.

Pendaki di musim dingin.
Februari 1980 kondisi cuaca di musim dingin dapat mencapai dibawah -35 derajat Celcius. Tapi ada  4 pendaki akhirnya mencapai puncak pada musim dingin di Everest. Menjadi manusia yang mencapai puncak Everest dalam kondisi ekstrim, mungkin sangat ekstrim bagi pendaki berpengalaman sekalipun.

11 Mei 2011 Apa Sherpa seorang pemandu memecahkan rekor paling banyak mencapai puncak Everest. Karir pertama tahun 1985, dia bekerja sebagai asisten juru masak dan porter, sampai karirnya menjadi kepala sherpa (kepala tim pemandu pendakian) Mencapai puncak pertama 1 Mei 1990. Dan sudah menginjakan kaki di puncak Everest sebanyak 21 kali sampai 11 Mei 2011.



21 Mei 2004, pendakian paling cepat dari basecamp. Pem Dorjee seorang sherpa hanya butuh 8 jam 10 menit. Sementara para wisatawan pendaki di Everest membutuhkan waktu 3-4 hari. Dan menginap di setiap tahap camp yang ada.

Dari catatan foto, dan dokumentasi, dia memang naik ke puncak Everest Walau tidak seorang pun yang mengetahui ketika di naik dan turun. Kecepatan pendakian dirinya mengalahkan rekor lama Lakpa Gelu Sherpa yang naik mencapai puncak hanya 11 jam. Jauh lebih cepat dibanding pendaki turis yang rata rata membutuhkan waktu 4 hari.



8 Mei 1973, Reinhold dari Italia, manusia yang berhasil mencapai puncak tanpa tabung oksigen.
11 Mei 1990, Mark 3 bulan melewati 1000km menuju Everest dari tingkat ketinggian 0 (permukaan air laut), ke puncak Everest. Naik lari berenang sampai mendaki. Dan dua sendirian ke Everest tanpa tabung oksigen. Menjadi satu satunya manusia dengan petualangan dari 0m sampai ke puncak tertinggi di dunia 8800meter.

Mei 2018
Sherpa / pemandu gunung Everest telah mendaki 22 kali. Memecahkan rekor pendaki terbanyak sampai ke puncak Everest.
Sherpa Kami Rita mencapai puncak Everest kembali untuk ke 22 kali pada bulan Mei 2018.
Dia bersama pendaki lain yang dipandu, serta di dampingi oleh seorang sherpa. Mengantarkan tamunya ke puncak Everest dan turun dengan aman sampai ke camp lebih rendah.

Rita berusia 48 tahun, dia mengatakan ingin mendaki ke puncak Everest sampai 25 kali sebelum pensiun.
Rita pertama kali mencapai Everst di usia 24 tahun.
Ayahnya adalah salah satu pemandu profesional pertama setelah jalur pendakian Nepal dibuka untuk orang asing. Dan saudaranya juga telah mencapai puncak Everest sebanyak 17 kali. Sebagian besar kerabat laki lakinya juga pernah mendaki mencapai Everst setidaknya 1 kali.
Pemandu ini bukan hanya mencapai Everest. Termasuk gunung paling sulit di daki yaitu puncak K2. Dan gunung lain Cho-Oyu, Manaslu dan Lhotse.

2 pemandu veteran lain adalah Apa usia 58 tahun, pensiun pada tahun 2011 dan akhirnya pindah ke Amerika Utah.
Phurba Tashi 47 tahun mengundurkan diri sebagia sherpa tahun 2013, tapi dia masih bekerja untuk Basecamp Everst dan membantu tim ekspedisi.