Mobil listrik kecil menjadi fenomena di Tiongkok


Green | 17 September 2014

Industri mobil listrik di Eropa dan Amerika berusaha menyediakan kendaraan ukuran biasa. Tapi di Tiongkok berbeda, menjadi industri fenomena dengan mobil listrik kecil.

Di Tiongkok mulai muncul kendaraan kecil dari 2  kursi penumpang. Bekerja penuh dengan power baterai, hanya mobil ini ukurannya memang kecil. Masalahnya tidak ada pengaturan standar keamanan. Selain industri mobil listrik kecil, industri ini memicu pabrik kecil lain yang membuat komponen. Seperti mesin pendingin yang kecil, cetakan bodi mobil, sistem pengereman dengan teknologi pengembalian power. Untuk membuat rancangan kerangka mobil listrik di Tiongkok, biayanya kurang dari 1 juta dollar. Sementara industri mobil listrik di barat akan memakan biaya jauh lebih tinggi.

Aman atau tidak, kendaraan mobil listrik kecil memang belum ada aturan secara rinci. Mobil listrik kecil  mungkin tidak terlalu dikenal di luar Tiongkok. Tapi industri melihat pasar mobil dalam negeri sangat besar, khususnya dengan 600 juta penduduk yang tinggal di pedesaan.

Mobil listrik buatan Tiongkok paling cepat mencapai kecepatan 50km/jam. Model paling murah tidak mengunakan lithium tapi baterai Accu. Pembuatan mobil listrik kecil kecepatan rendah ini tidak perlu subsidi pemerintah. Dan tidak ada regulasi resmi dari pemerintah. Untuk keamanan, sabuk pengaman belum tentu disediakan, mungkin pengemudi disana tidak suka dengan sabuk pengaman. Yang standar adalah airbag masih disediakan

Harganya dari $2000, dan pasar mobil listrik termahal mencapaii $12.000 dilengkapi power steering, ac dan pemanas. Untuk perbandingan di Tiongkok sebuah mobil biasa dijual hanya $5000.


Berita terkait
Pemerintah Perancis memiliki paket Conversion Premium. Bila penguna kendaraan mau menukar mobil lama ke mobil listrik atau mobil hibrida. India tahun 2019 memberikan insentif kendaraan listrik. Boleh di potong pajak sampai 2.000 dollar dari pembelian kendaraan baru.

Sekarang kita akan bertanya, sampai kapan bahan bakar habis. 100 tahun lagi, 50 tahun lagi atau sebentar lagi. Pikirkan saja dalam waktu 8 tahun mungkin sudah tidak banyak mobil bensin dan diesel. Bahan bakar minyak tetap ada tapi tidak ada yang tertarik mengunakan kendaraan bensin.



ZEV T3-1 Micro hanya seukuran seperempat mobil mini van. Tapi kendaraan ini mengunakan power baterai. Sekilas mirip skuter tapi lihat dibagian dalam kendaraan. Jarak tempuh lebih dari 70km dengan kecepatan 50km perjam

Kemacetan dijalan raya lebih banyak disebabkan oleh pengemudi monkey. Istilah ini diambil dari beberapa pengendara yang tidak tertib dan memblok kendaraan lain untuk pindah lajur kendaraan. Solusi menghindari kelambatan di jalan, setiap pengemudi dapat mengambil jarak aman agar tidak melakukan pengereman yang tidak perlu

Kota Tiongkok dengan polusi, pemerintah lokal sudah memerangi dengan berbagai upaya. Kali ini teknik baru. April 2016 aturan baru, mobil listrik di subsidi berdasarkan kemampuan jarak tempuh

Sekarang kendaraan listrik masih mengunakan pengerak motor. Kabar baru dari perusahaan ZF Powertrain Tech mereka mengembangkan sistem tranmisi untuk mobil listrik. Sementara sudah tersesia 2 speed, nantinya dikembangkan menjadi 3 dan 4 speed.

Disain motor tersebut tapi menjadi motor listrik kecil. Perusahaan Elettro Felg mendisain motor Eco Friendly memiliki bobot cukup ringan, beratnya 48kg. Mampu menempuh 90km dengan baterai dan 2 gigi tranmisi



KTM E-Speed memiliki power 11kW dengan tarikan setara 15 tenaga kuda. Motor listrik tersebut mengunakan pendingin cairan, magnit permanen dan terhubung ke kabel . Disain motor KTM E-Speed memiliki jarak tempuh 60km dengan baterai dan kecepatan mencapai 75km perjam.

Hanya satu tempat duduk, pengisian baterai 3 jam.




No popular articles found.
< /body>