Teleskop tahun 1893 ada di observasi Yerkes, memiliki lensa reflaktor hanya berukuran 40 inch.

Tapi nanti teleskop terbesar akan seukuran lapangan tenis. Saat ini teleskop terbesar di dunia ada di Chile, di tempat observasi Very Large Telescope atau dikenal dengan VLT.

Untuk teleskop terbesar di ruang angkasa masih tahap pembangunan. Teleskop James Webb rencananya diluncurkan tahun 2018. Menjadi teleskop di ruang angkasa yang ditunggu-tunggu untuk penemuan kosmos. Saat ini Hubble tidak sanggup melihat lebih jauh lagi, walau ukurannya sudah sebesar bus. Teleskop James Web memiliki rentang 22 x 12 meter, atau memiliki cermin selebar lapangan tenis.

Teleskop Hublbe vs James Webb.
Karena melihat kecepatan cahaya seperti melihat ruang waktu. Teleskop Hubble saat ini hanya mampu melihat umur alam semesta dan galaksi sampai di usia balita. James Webb akan melihat lebih mundur lagi, sebelum umur balita. James Webb menargetkan mencari benda dengan pergeseran cahaya infra merah. Diletakan sangat jauh dari bumi, sekitar 4x dari jarak bumi dan bulan. Sisi belakang teleskop James Webb dibuat dengan pelindung dan arah teleskop akan mengarah membelakangi matahari dan diberikan perisai. Di sisi yang terkena matahari dapat mencapai 80 derajat Celcius, sedangkan disisi depan yang terlindung dapat lebih dingin dengan suhu -233 derajat Celcius.

Dibawah ini simulasi perbandingan antara kemampuan teleskop Hubble (gambar pertama) dan teleskop James Webb (gambar kedua). Sekarang manusia tidak bisa melihat galaksi yang tersembunyi. Bila James Webb jadi diluncurkan, diharapkan dapat menemukan galaksi lain di alam semesta ini. Kekuatan teleskop James Webb mencapai 7x dari lebih kuat dibanding Hubble. Khususnya untuk menangkap benda yang tidak terditeksi oleh Hubble.



Untuk teleskop di bumi, setidaknya ada ada 4 dalam perencanaan.
Large Synoptic Survey Telescope - LSST akan ditempatkan di Chile El Penon, Giant Magellan Telescope juga di Chile sedang tahap pembuatan. Keduanya baru beroperasi pada tahun 2020.
Dengan cermin utama 8,4 meter, LSST dirancang untuk melacak area langit selatan. Memiliki sensor camera 3,2Gpixel dan menjadi sensor digital camera terbesar yang pernah dibuat. Ukurannya hampir seukuran mobil

LSST dibuat untuk mempelajari perubahan alam semesta dari hari, minggu dan bulan sampai tahunan bahkan nantinya sampai perubahan sepuluh tahun.
Tugasnya untuk memetakan ruang angkasa. Dan setiap malam akan membuat 15TB data. Melakukan pengamatan seperti bintang yatim atau bintang yang bergerak liar. Target lain untuk NEO atau melacak benda seperti asteroid yang sebelumnya sukar terlihat dan memprediksi kemungkinan menabrak bumi.


teleskop Large Synoptic Survey Telescope

Tapi yang terbesar masih ada 2. Thirty Meter Telescope, sudah tertulis 30 meter bulan Oktober 2013 dikabarkan batal dibangun ditempatkan di Mauna Kea Hawai. Kabarnya akan dibangun di kepulauan Canary Spanyol. Karena warga asli disana menolak, dan menganggap gunung Mauna Kea adalah gunung suci.

Satu lagi masih tahap perencanaan adalah teleskop European Extremly Large Telescope yang berada di Chile. Keduanya memiliki cermin ukuran sangat besar, targetnya pada tahun 2022 dengan ukuran cermin lebih luas dari lapangan bola basket

Dibawah ini ukuran cermin teleskop untuk pengamatan objek di ruang angkasa. Perlu menunggu 6-8 tahun lagi dari penemuan dunia sain dalam mempelajari kosmos.



Gambar di Google+

Beberapa teleskop terbesar di dunia yang ada dan siap dibangun

Teleskop Array Atacama Large Millimeter. Berada di ketinggian 5000 meter di Chajnantor udara Chile. Teleskop tersebut di kelola oleh dunia internasional, termasuk badan antariksa Eropa, National Science Fondation Amerika dan grup lain dari Taiwan dan Jepang. Dibuka pada Oktober 2011, memiliki 66 antena parabola bekerja secara sinkronisasi.

Teleskop observasi Arecibo. Teleskop ini adalah teleskop permanen dimana cermin berada di permukaan tanah. Berada di Puerto Rico, bekerja selama 24 jam setiap hari. Khusus mempelajari isi tata surya dari bulan, merkurius, venus dan lainnya.

Teleskop yang sama tapi ukuran lebih besar juga dibangun di China dengan nama Fast
Teleskop radio ini seperti memiliki telinga yang sangat sensitif. Mendengarkan suara dari ruang angkasa.

Teleskop European Extremely Large. Disingkat E-ELT atau ELT memiliki cermin seukuran separuh lapangan football. Targetnya untuk melihat exoplanet. Konstruksi baru dibangin 2014 dan beroperasi pad tahun 2014. Menghabiskan dana 1 miliar dollar, dan lokasinya dekat dengan teleskop lain yang dimiliki ESO dengan Very Large Telescope di Cerro Paranal

Teleskop Giant Magellan atau GMT. Dalam rencana akan beroperasi tahun 2024. Berada di pengunungan Andes atau gurun Atacama Chile. Memiliki ketajaman 10x dari Hubble. Konstruksi teleskop GMT baru dimulai Juni 2015, diperkirakan mulai melakukan observasi pada tahun 2021. Memiliki 7 cermin optik tungal dan digabung menjadi satu cermin dengan diameter 25 meter yang berlapis sodium untuk menghilangkan pantulan cahaya di atmofer bumi.

Teleskope GMT akan lebih sensitif 100 kali terhadap cahaya dibanding teleskop Hubble, dan 5x lebih kuat dari teleskop Bumi lain.

Teleskop terbesar Giant Magellan Telescope

Teleskop Gran Canarias atau GTC. Berada di pulau Canary dan beroperasi sejak 2009. Peralatan sensor infra merah yang dibuat oleh universitas Florida. Memiliki kemampua melihat galaksi, nebula dan lainnya.
Tercatata tahun 2017 menjadi teleskop terbesar dengan 36 segmen cermin heksagonal dan total 10,4 meter.

Teleskop Hobb Eberly atau HET. Memiliki cermin 12 meter dan baru di upgrade oleh pusat observasi McDonald. Diberika tambahan 4 cermin untuk meningkatkan presisi.

Teleskop Keck I dan II. Masing masing memiliki berat 300 ton dengan ukuran cermin 10 meter lebih dengan bentuk hexagonal 36 bagian. Disiang hari teleskop ini harus terlindug di dalam kiba besi. Dan di dalamnya di pompa udara dingin agar suhu di ruang teleskop sampai dibawah beku. Dalam 20 tahun terakhir, jasa teleskop ini membuka ilmu astronomi untuk melihat ledakan bintang, melihat exoplanet dan galaksi kita sampai penemuan ukuran bintang baru.

Teleskop Large Binocular disebut LBT. Berada di Arizona dengan 2 cermin berukuran 8 meter yang bekerja sama. Mampu melihat debu disekitar bintang dan planet lain.

Teleskop Large Synoptic Survey atau LSST. Kemampuan teleskop ini nantinnya dapat melihat benda di ruang angka dengan warna sangat tajam. Konstruksi baru dimulai April 2015. Berada di La Serena Chile dan selesai tahun 2019, diperkirakan sudah dapat beroperasi penuh tahun 2022.

Teleskop Southern African Large atau SALT. Berada di Afrika Selatan. Sekitar 400km dari pusat kota Cape Town. Memiliki cermin teleskop berbentuk 19-1 hexagonal dengan ukuran 12 meter.

Teleskop Subaru. Berada di Hawai, gunung Mauna Kea. Dibangun tahun 1991, dan baru selesai 1998. Memiliki sensor optik infrared. Teleskop ini sebenarnya berdiri diatas lapisan minyak agar pengambilan gambar lebih stabil dari guncangan ketika digerakan. Subaru umumnya digunakan untuk melihat bintang muda, grup bintang dan lainnya.

Teleskop Thirty Meter - TMT. Nantinya teleskop ini menjadi salah satu teleskop terbesar. Fungsi utama untuk melihat alam semesta sampai di galaksi kita.

Teleskop Vista. Teleskop ini di remote jarak jauh sesuai kebutuhan para astronom. Sejak 2009, Vista fokus melihat ke arah langit selatan.

Teleskop Very Large VLT. VLT adalah salah satu teleskop yang paling terkenal dan dikelola oleh ESO. Ada 4 teleskop dengan nama Antu, Kueyen, Melipal dan Yepun.

Daftar teleskop terbesar di Dunia

Dibawah ini rancangan teleskop masa depan, cara kerja teleskop Extreme Large Teleskop yang akan dibangun di Chile (BBC).
Disusul Square Kilometre Array teleskop radio di Australia pada tahun 2020. Menjadi teleskop radio terbesar di Dunia.
Lalu Large Synoptic Survey Telescope di Chile 2021. Mengunakan sensor terbesar 3,2 miliar pixel dengan kerja sama Google



Tantangan membuat teleskop raksasa
Mengapa cermin teleskop modern dibuat dengan hexagonal. Dengan ukuran 8 meter lebih, masalah cermin teleskop dapat merusak bobotnya sendiri. Menahan dengan bahan lebih kuat, membuat gambar yang didapat tidak sempurna dan muncul artifak. Banyak ahli membangun teleskop dengan pengabungan cermin dan baru disatukan setelah ditempatkan di ruang observasi antariksa.
Perusahaan pembuat cermin teleskop adalah universitas Arizona bagian Mirror Lab. Tim ini dapat memolse cermin lebih halus dari 20nm.