Bintang Betelgeuse saat ini sedang sekarat. Memasuki masa kritis menjelang redup, sama nasibnya seperti matahari kita nanti.

Banyak astronom tertarik mengamati bintang ini. Karena ukuran sekarang mulai membengkak dan terus membesar.

Bintang Betelgeuse diperkirakan memiliki suhu 3.500k, dengan radius 823.3 juta km, dan jarak dari bumi 642,5 tahun cahaya. Tertelak di konstelasi Orion

Keadaan bintang Betelgeuse saat ini akan semakin terang, bahan bakar nuklir (hidrogen) sebagai sumber pembakaran disana mulai habis. Dibanding matahari kita, umurnya baru menjalani separuh hidupnya dari umur bintang Betelgeuse. Jadi matahari akan terus bersinar setidaknya beberapa juta tahun ke depan

Diperkirakan Betelgeuse sudah bermasalah dan masuk ke masa kritis sejak 10 juta tahun lalu. Nantinya bintang ini akan meledak dan nasibnya sangat dramatis menjadi sebuah supernova. Tapi kapan bintang Betelgeuse benar benar hancur dan mati.

Tidak diketahui, mungkin suatu hari nanti tapi tepatnya tidak bisa diperkirakan. Bagi masyarakat biasa hanya bisa menebak. Mungkin besok atau tahun depan atau bisa saja seratus tahun lagi. Tapi peneliti memperkirakan bintang ini akan meledak sekitar 100 ribu tahun dari sekarang.

Mengapa bintang Betelgeuse umurnya lebih singkat dan lebih cepat mati dibanding matahari.

Bintang ini memiliki ukuran sangat besar, bila bintang terlalu besar artinya terlalu banyak menghabiskan gas untuk dibakar setiap hari. Bintang menyala karena membakar gas hidrogen. Kandungan yang amat besar, membuat tekanan di inti sebuah bintang terjadi thermo nuklir. Begitu di dalam mulai menyala, akhirnya bintang bersinar. Untuk kebutuhan bintang bersinar, tentu ada yang dibakar. Yaitu gas Hidrogen.

Bintang di Bima Sakti rata rata berukuran kecil.  Hanya beberapa gelintir bintang saja yang ukurannya seperti Betelgeuse atau jauh lebih besar.

Tapi beberapa bintang masuk kategori bintang super raksasa dan jauh lebih besar lagi ukurannya dibanding bintang Betelgeuse. Hanya jumlahnya tidak sebanyak rata bintang lain.

Matahari kita masuk kategori bintang G, sedikit diatas rata rata dari ukuran bintang di galaksi ini yaitu kategori M.
  • Matahari setiap detik membakar 600 juta ton gas hidrogen untuk di rubah menjadi gas helium. Matahari usianya sekarang sudah 4,6 miliar tahun. Dan 7 miliar tahun ke depan baru matahari kehabisan gas untuk dibakar. 600 juta ton hidrogen adalah angka sangat kecil dari masa Matahari
  • 1,1 miliar tahun ke depan Matahari akan lebih terang, setidaknya 10% lebih terang dari cahaya hari ini. Dimasa tersebut, bila manusia masih tinggal di bumi seakan seperti tinggal di rumah kaca artinya lebih panas.
  • 3,5 miliar tahun ke depan matahari akan lebih terang lagi, sekitar 40% dari kekuatan cahaya hari ini. Dimasa tersebut, air dibumi sudah seperti air hangat, es akan mencair dan salju hanya tinggal sejarah. Bumi akan menjadi planet Venus kedua yang kering dan panas. Tapi itu nanti.
Berbeda dengan Betelgeuse memiliki ukuran 200x lebih besar dari Matahari.
Dibanding matahari dan bumi, maka matahari memiliki lebar 100x dari bumi. Seandainya bintang Betelgeuse ditempatkan sebagai matahari. Maka perlu tempat untuk bintang tersebut, dan posisinya sampai area planet Jupiter serta  bumi berada di dalam bintang Betelgeuse.

Bintang Betelgeuse adalah salah satu bintang raksasa yang memiliki ukuran 2/3 dari bintang terbesar yang pernah ditemukan manusia seperti bintang Cygni dan bintang Woh G64. Memang sangat besar dan raksasa, tapi belum masuk ketegori Super Giant Star, atau bintang raksasa biru.

Periode kematian bintang ditandai dengan putaran. Bintang akan semakin lambat berputar, sampai kehilangan momentum. Bintang Betelgeuse hanya berputar 8,4 tahun sekali, dibanding Matahari berputar 1 bulan sekali. Cahaya bintang disana mencapai 125 ribu kali lebih terang dari Matahari, walau jauh tapi cahayanya akan tampak di malam hari di bumi.

Ketika bintang menjelang kematian, atau kehabisan gas hidrogen. Bintang mulai mengambil materi helium sehingga merubahnya menjadi karbon. Menghasilkan terlalu banyak gas sampai bagian luar bintang akan membesar tidak karuan. Pada fase tersebut, gravitasi di bagian permukaan semakin lemah sampai cahayanya terlihat di bagian lapisan luar dan mulai melemparkan badai bintang.

Menjelang 100 ribu tahun kedepan. Bintang ini akan benar benar kehabisan gas helium sebagai materi terakhir yang harus dibakar. Setelah itu , agak susah diperkirakan. Sebuah bintang mungkin akan membakar materi lain yang tersisa, seperti unsur berat dan memadukan silikon serta besi. 

Pada saat tertentu, inti bintang akan runtuh serta ukurannya terus membesar dan terakhir "boom" semuanya isinya akan terlempar keluar dan tersisa bagian padat dari inti bintang saja. Setelah proses ledakan, nama Betelgeuse akan dihapus dari daftar bintang raksasa. Benda ini akan menjadi sebuah bintang kerdil berwarna putih atau Dwarf White.
  • Foto pertama dari rekaan artis dari bentuk gambar.
  • Gambar kedua mengunakan pengamatan teleskop infra merah atau VLT.
  • Gambar ketiga, ukuran bintang Betelgeuse berada di posisi konstelasi Orion serta letak Betelgeuse berwarna kuning di posisi atas kiri.



Peneliti J.Craig Wheeler dari universitas Texas Austin mengatakan ada bukti bintang ini memiliki bintang pendamping, sampai terus tumbuh dan menelan bintang kembarnya sendiri. Kami tidak bisa menjelaskan mengapa rotasi bintang ini berputar 150x lebih cepat dibanding bintang tunggal biasa. Salah satu kemungkinan bintang ini memang pernah memiliki bintang pendamping dengan ukuran lebih kecil seperti matahari.
Ketika bintang disebelahnya diserap, dapat mentranfer momentum sudut orbitnya dilapisan luar bintang lebih besar sehingga mempercepat rotasi bintang.

Bintang ini dapat kita diamati dan memiliki ciri dengan warna kuning. Dan letaknya dekat dengan 3 cahaya bintang Mintaka Alnitak dan Alnilam

Betelgeuse Star Red Giant Star