Nasa sedang merancang roket paling besar dan kuat, memiliki tinggi lebih dari 100 meter. Mengalahkan roket Saturn V yang mengangkut manusia ke Bulan. Mengunakan 20% bahan bakar hidrogen cair dan oksigen. Roket tersebut dinamai Space Launch System atau SLS. Untuk apa roket ini.

Targetnya membawa manusia untuk mengelilingi orbit di asteroid. Dan tahun 2030 untuk membawa manusia ke planet Mars. Tahun 2018 roket SLS akan memasuki tahap uji coba.  Setelah target ke Mars, roket tersebut mungkin bisa membawa manusia menuju Jupiter dan Saturnus.

Proyek Nasa sempat mengalami keterlambatan, termasuk roket SLS yang dijawalkan bisa diuji coba tahun 2017. Masalah pendanaan Nasa dipangkas oleh kongres pemerintah Amerika. Program SLS tetap berjalan, saat ini baru mencapai disain di Ames Reseach Center. Seperti apa bentuk roket masa depan dari Nasa, dibawah ini.





Update Agustus 2015
Nasa baru melakukan test mesin roket RS-25. Menjadi mesin roket paling rumit dan efisien. Mengunakan bahan nitrogen cair, serta menjadi mesin roket yang akan mengantarkan manusia mampir ke planet Mars.

4 mesin roket RS-25 nantinya akan dipasang untuk mengirim astronot ke ruang angkasa. Test terakhir dilakukan selama 9 menit.

Disainer mesin roket RS-25 adalah Aerojet Rocketdyne dari California, dirakit dan di test di Mississippi, lalu dipasang menjadi mesin roket di Louisiana, baru dikirim ke tempat pengujian di Florida. Roket pendorong dengan tinggi hampir 3 meter dan diameter 2 meter hanya memiliki bobot satu mobil kecil atau sekitar 3 ton.

Disebut juga mesin roket Ferarri, dengan tenaga dorong setara 13x kecepatan suara.



November 2016
Target Nasa untuk mengirim manusia ke Mars, masih menjadi kendala adalah dana. Roket SLS menghabiskan dana pengembangan sampai 3 miliar dollar pertahun.
Nasa berencana mengirim 1 misi setiap tahun dengan roket SLS atau Orion. Pertama dengan Exploration Mission 1 yang diluncurkan 2018. Tapi sebagian besar misi awal adalah ke bulan, untuk melakukan uji coba sebelum mengirim manusia sampai di planet Mars pada tahun 2030
Roket Orion menjadi alternatif pengiriman manusia ke Mars dibanding roket SLS. Roket dibangun perusahaan Lockheed Martin sebagai kontraktor utama. Tapi program tersebut akan dipangkas anggarannya, setelah pengantia presiden Amerika pada Januari 2017

Roket SLS dengan ukuran dan roket cargo