Galaksi Bima Sakti melingkar dan tidak rata


Kategori : Science | Date : 15 March 2015
Matt Payne mengabadikan foto galaksi Bima Sakti dalam bentuk setengah lingkaran. Mungkin foto ini paling bersih karena bentuk cahaya bintang paling banyak dan berwarna.

Mungkin kita bertanya apakah seperti ini gambar dilangit setiap hari. Bahkan beberapa orang yang melihat fotonya tidak percaya. Mengapa begitu banyak cahaya. Biasanya stargazer mampu mengabadikan galaksi Bima Sakti, tapi bentukya dalam bentuk lurus. Sedangkan foto dari Matt ini terlihat lebih berwarna. Pastinya dari setiap titik yaang terlihat tersebut adalah cahaya bintang di galaksi kita sendiri.
Lokasi foto panorama galaksi Milky Way ini diambil di Aspen pegununan Colorado Amerika. Ketika tidak ada cahaya bulan alias gelap dan diabadikan di tengah hutan



Foto di Google+

Foto asli dari Matt

Tunggu, apakah hanya tampak seperti itu. Penelitian astronom universitas Hertfordshire menyebut galaksi Bima Sakti memiliki 219 juta bintang. Dipimpin oleh Geert Barenstsen Inggris, mereka melakukan pengamatan selama 10 tahun dengan teleskop Isaac Newton. Lalu dibuat sebuah peta bintang. Tapi gambar ini hanya sepotong yang paling lengkap dari bintang yang ada. Dan belum semua bintang yang ada di galaksi Bima Sakti.

Sebagian bintang hanya memiliki tingkat cahaya 20 mag atau tidak terlihat dengan mata biasa. 1 juta kali lebih redup dibanding bintang yang bisa terlihat di Bumi. Daerah gelap di bagian foto ini adalah tepian galaksi pada lengan spiral Sagitarius. Bagian tengah yang sangat terang seperti warna kuning, semakin banyak bintang terditeksi disana. Sedangkan di bagian gelap lengan Sagitarius (60 derajat) dan nebula Cygnus X sekitar 80 derajat, dimana sebagian bintang masih tertutup debu. Ini baru sebagian saja yang bisa di abadikan, yaitu dibagian lengan galaksi. Entah berapa banyak tepatnya jumlah bintang di galaksi kita.


Foto dari Google+

Update bentuk galaksi kita tidak rata.
Galaksi Bima Sakti tidak seperti yang kita bayangkan. Berita terbaru yang diterbitkan oleh jurnal Astrophysical, galaksi kita seperti gelombang, bahkan ukurannya 50% lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Menurut Heidi Jo Newberg profesor dari Rensselaer Polytechnic, bentuk galaksi Milky Way tidak rata tapi seperti ombak, setidaknya ada 4 riak atau 4 gelombang.


Bisa dilihat pada gambar dibawah. Posisi matahari berada di tengah galaksi dengan lengan kecil. Di samping terdapat lengan lebih besar dengan posisi sejajar (north), disusul gelombang yang turun (south), disebelahnya kembali naik pada lengan Monoceros, dan terakhir lengan galaksi TriAndromeda dibagian luar.

Bentuk galaksi Bima Sakti seperti gelombang


Tim astronom Jepang, Meksiko dan universitas Massachestts Amherst sedang mempelajari sebuah monster galaksi. Letaknya 12,4 miliar tahun cahaya dari Bumi. Sebelum gambar didapat dari teleskop Alma, tidak ada peneliti yang dapat menerangkan mengapa galaksi raksasa ini dapat terbentuk ketika awal alam semesta baru terbentuk

Proses pengabungan ke 14 galaksi tersebut sudah terjadi di masa lalu, dan astronom baru menemukan dan melihat di waktu sekarang ini. Disini sebenarnya terjadi mala petaka. Karena kejadian pengabungan tersebut dilihat dari jarak 12,4 miliar tahun cahaya dari Bumi. Dan terjadi pada waktu 1,4 miliar tahun setelah Big Bang.

Mengapa nama planet disebut Kepler, Koi, Hat, Wasp dan lainnya. Demikian juga nama bintang bisa berbeda beda karena dinami dari nama kuno dan nama modern. Dahulu mengunakan nama rasi bintang atau nama binatang. Semakin banyak bintang dan galaksi ditemukan bintang dipisah menjadi 2 bagian. Sedangkan nama Galaksi dibuat dari sudut temuan



Salah satu foto menarik antara Bulan dan Matahari, diambil dalam satu foto. Mengunakan pesawat antariksa Change 5 T1 bulan lalu. Pesawat mengorbit pada jarak 336 ribu mil dari Bumi dan 572 ribu mil dari Bulan. Foto bulan berwarna pertama

Ada saja ide si Stargazer ini, sampai fotonya masuk di Space.com. Si Fotographer mengambil objek kelompok bintang yang saling berdekatan Big Dipper.  Mengunakan Canon 50D, ISO 2500, 24mm f/2, exposure 15 detik. Cahaya bintang terlihat lebih mengembang

Foto galaksi Messier 33 dibuat oleh Andre van der Hoeven bersama Michael van Doorn. Membuat foto galaksi Triangulum / Messier 33 atau NGC 598. Galaksi ini masuk local group bersama Andromeda terbesar dan Milk Way kedua dan Messier 33 sebagai galaksi terdekat ketiga

Kalau sudah hobi sulit ditahan. Mike Hankey berhasil mengabadikan foto Horse nebula. Tapi gambar yang diambil dari teleskop infra-red Spitzer berbeda, bentuk Horse Nebula disana tidak tidak hitam.



Markus memposting satu foto dari galaksi Milky Way / Bima Sakti.  mengunakan camera Canon 60D, ISO 2000, 30 detik, f4. Katanya fotonya memang terjadi blur, khususnya cahaya bintang.

Ditahun 1972, Apollo 17 mengabadikan plnaet bumi yang disebut The Blue Marble. mengunakan camera Hasselblad. Foto dibawah ini tidak tergantikan, atau setidaknya belum ada manusia yang bisa mengambil gambar utuh

Astronom Nick Risinger sudah 28 tahun mengeluti bidang foto astronomi. Kali ini dia membuat foto sangat lebar, objeknya galaksi Bima Sakti. Bukan satu foto panorama, tapi detil gambar di foto. Bila di Zoom fotonya memang sangat dalam


No popular articles found.