Satelit SDO bertugas mengamati matahari 24 jam


Science | 12 July 2017

Satelit SDO bertugas mengawasi aktivitas matahari

Satelit SDO - Solar Dynamics Observatory diluncurkan 11 Februari 2010, hari ini genap 5 tahun beroperasi mengamati permukaan matahari. Nasa merilis hasil rekaman matahari selama 5 tahun dengan sebuah timelapse dari beberapa kejadian di matahari. Satelitt SDO sudah beropeasi 1826 hari dan mengirim data 2,600 TB yang seluruhnya berisi gambar matahari dengan total 200 juta foto

Satelit SDO bekerja 24 jam setiap hari. Menangkap aktivitas dari matahari, ledakan, corona dan seluruh yang terjadi di permukaan matahari selama 5. Seperti kejadian 2014 lalu, SDO menangkap spot permukaan matahari terbesar sejak terlihat spot terbesar sebelumnya di tahun 1995. Satelit SDO mengunakan panjang gelombang untuk menangkap pebedaan panas, di beberapa sisi dapat mencapai 1.000x lebih panas dari permukaan matahari sendiri

Dibawah ini video aktivitas matahari selama 5 tahun dari pengamatan satelit SDO. Di upload oleh NASA tertanggal 11 Februari 2015

Satelit SDO

Video yang menengangkan terlihat setelah menit ke 2:22.  Seperti gambar diatas Salah satu dari lubang matahari atau disebut Flare bercahaya putih yang sangat panas dan lebih berbahaya dibanding letupan matahari. Flare matahari atau kilatan matahari akan diberi tingkatkan dengan tanda X.
Terlihat gas disekitarnya  seperti terhempas terkena sentakan lubang di matahari. Dan di menit ke 2:47,  terlihat letupan sedemikian besarnya dari sebuah bola gas super raksasa.




Agustus 2014
Video ini diambil dari rekaman foto matahari selama 3 tahun. Dan dikumpulkan menjadi video selama 3 menit. Mengunakan probe NASA Solar Dynamics Observatory (SDO) terus menerus memantau keadaan matahari kita. Ini yang terjadi di matahari selama 3 tahun terakhir

Matahari adalah gas raksasa, tapi bentuknya tidak bulat dan diam seperti penglihatan dari bumi. Matahari terus melakukan aktivitas dengan nyala api raksasa, terkadang melemparkan gas atau injeksi keluar orbitnya sampai membuat flare / kilatan matahari yang sangat terang.

Satelit SDO



Foto yang diambil dengan durasi 2 gambar setiap hari. Terlihat aktivitas matahari terus meningkat selama 3 tahun terakhir. Dari foto ini memperlihatkan Flare atau kilatan matahari yang terjadi, termasuk injeksi dari korona yang sangat besar. Beberapa ledakan di matahari akan membentuk badai magnetik raksasa dan bisa saja menganggu satelit. Beruntung selama ini arah ledakan besar belum ada yang langsung mengarah ke bumi.

Rekaman foto dalam durasi dibawah ini
30 detik partial gerhana bulan
1:10 antara bulan Agustus 2011, matahari mengeluarkan flare terbesar dalam skala X6.9
1:28 muncul lintasan komet Love Joy pada 15 Desember 2011
1:51 transit Venus pada tanggal 5 Juni 2012
2:28 gerhana partial.



Dibawah ini foto matahari terbaru dari SDO dengan tambahan video lebih lengkap. Gambar sejak bulan Januari 2015 sampai Januari 2016, dengan durasi 2 jam setiap frame



Juli 2017
Satelit SDO telah bertugas selama 7 tahun. Di awal Juli 2017 minggu pertamaterlihat masa tenang matahari terlihat mulai berakhir.
Setelah satelit SDO mengabadikan lubang besar dan lebih besar planet Bumi kembali muncul.

Satelit SDO abadikan lubang di matahari setelah matahari memasuki masa tenang


+ Online gambar matahari dari satelit SDO dapat dilihat melalui website Nasa

Berita terkait
Sinyal dari FRB 190523 yang berhasil ditangkap ini hanya sekali. Dan pelacakan menujukan sumber sinyal berasal dari 8 miliar tahun cahaya dari Bumi. Sinyal tertangkap oleh  Observatorium Radio Owens Valley - OVRO milik CalTech di dekat Bishop, California. Kali ini tim Australia dan Rusia juga menangkap beberapa sinyal dari ruang angkasa lain.

Nasa mempublikasikan foto dari matahari dengan mengambil pencitraan gelombang panjang berbeda. Data diambil dari Solar Dynamics Observatory atau SDO. Kecil saja sudah panas, tidak terbayang dengan bintang Canis Majoris



Matahari memiliki kilatan dan angin. Tingkat paling berbahaya adalah kilat atau Flare dibagi dalam skala logaritmik dari 1-9. Misalnya A.9 atau X.1. Tetapi hanya di tingkat X memiliki pengukuran paling kuat. X2 memiliki kekuatan dua kali dari X1. September 2017 matahari kembali memancarkan kilatan atau monster flare

Teleskop Gaia milik ESA mengabadikan beberapa gerakan bintang. Tapi 5 juta tahun kedepan, beberapa bintang yang ada bergerak. Bintang Gliese 710 diperkirakan akan menganggu tata surya kita, dengan mengeser awan Oort dan bumi terancam tertabrak komet

Teleskop DragonFly dibuat murah. Mengandalkan telezoom lensa komersil dan dipasang Array 10 unit sekarang 24 lensa telezoom. Teleskop Dragonfly dibuat oleh tim universitas Toronto, lebih murah dibanding membangun ruang observasi teleskop tapi biayanya sudah seharga satu mobil

Teleskop ruang angkasa ASTRO-H atau Hitomi milik Jepang seharga 3 triliun, baru diluncurkan 17 Februari. Mendadak teleskop yang baru diluncurkan tesrsebut hilang kontak ke Bumi. Teleskop yang dirancang khusus untuk mempelajari objek seperti lubang hitam raksasa dan kelompok galaksi hilang komunikasi

Salah satu foto menarik antara Bulan dan Matahari, diambil dalam satu foto. Mengunakan pesawat antariksa Change 5 T1 bulan lalu. Pesawat mengorbit pada jarak 336 ribu mil dari Bumi dan 572 ribu mil dari Bulan. Foto bulan berwarna pertama



Bila anda membutuhkan waktu akurat, pada tanggal 30 Juni 2015, mundurkan jam anda 1 detik. Bumi memiliki rotas 86.400 detik yang setara 24 jam. Itu pada jam anda, tetapi dalam dunia nyata waktu sedikit berbeda.

Pertama tahun 2015, matahari kembali mengeluarkan kilatan cahaya setingkat X. Terjadi tanggal 11 kemarin pada jam 16:22 GMT. Daerah AR12297 terlihat peningkatan cahaya berwarna putih. Kilatan tersebut dinilai dengan X2.2, masuk kategori monster flare. X adalah tingkat paling kuat.

Video ini dikumpulkan dari satelit cuaca Elektro L milik Rusia. Di satelit memiliki sensor camera 121 Mpix dan mengabadikan gambar Bumi setiap 30 menit. Menjadi video paling tajam yang pernah dibuat. Lokasi satelit cuaca tersebut berada di ketinggian 40 ribu km di atas laut India

Nasa mengatakan badai matahari besar sedag mengarah ke bumi. Tidak berbahaya bagi manusia, walau kilatan radiasi yang terbang tersebut melewati bumi. Hanya bagian satelit, listrik dan jaringan radio bisa saja terganggu.

Foto matahari pada 24-25 Agustus, Matahari melakukan erupsi dengan tingkat M5.9. Melepaskan panas yang besar terlihat dibagian korona matahari. Tingkat ini masih sebagai kilatan kelas menengah. Tapi kekuatannya 10x lebih lemah dari kilatan tipe X.

Badai matahari tahun 2012 nyaris membuat umat manusia ke jaman batu. Tepatnya 23 Juli 2012 atau dua tahun lalu, matahari menyemburkan badai gas plasma sangat besar. Menurut Nasa, kejadian gas plama tersebut mengarah  ke bumi dengan selisih waktu 1 minggu

Seperti apa erupsi matahari. Bila gas terlempar begitu besar sampai membentuk dinding api. Untuk pertama kali Nasa mampu menangkap letusan matahari besar dengan detail yang belum pernah diambil gambarnya.



NASA Solar Terrestrial Relations Observatory-Behind (Stereo-B) menangkap gambar menakjubkan minggu ini. Mengabadikan Mass Ejection Super Coronal atau pelepasan panas  di permukaan matahari disamping kanan planet Venus.

Foto diambil dari Hubble menampilkan sebuah gambar nebula IC 289. Letaknya di utara konstilasi Cassiopeia, dulunya bintang ini seperti matahari di bumi. Tetapi kehabisan bahan bakar dan inti core mulai mengecil, sedangkan sisa gas terus membesar keluar dari inti core




No popular articles found.