Galaksi NGC 247 yang aneh karena kosong di tepinya


Science | 21 August 2014

Galaksi NGC 247 adalah galaksi kecil berbentuk spiral yang jauhnya sekitar 11 juta tahun cahaya. Biasanya sebuah galaksi memiliki lingkaran penuh berisi bintang. Tapi disana ada seperenam daerah yang kosong atau terlihat seperti berlubang.

Data dari teleskop Hubble menunjukan gas yang kosong tersebut hilang atau dengan kata lain diambil oleh satu sebab. Menurut Ata Sarajedini dari universitas Florida mengatakan ini agak aneh. Karena tidak ada galaksi lain di dekatnya. Bila ada galaksi lain, mungkin kedua galaksi bertabrakan dan saling menarik materi. Yang ini tidak ada yang menganggu. Seperti ada sebuah lubang hitam yang menarik gas, karena tidak ada pembentukan bintang baru di area tersebut.
Mungkin saja gas di daerah kosong tersebut mengalami defisit, sehingga tidak terjadi pembentukan bintang sejak pertumbuhan awal galaksi.

Galaksi NGC 247 berada di konstelasi Cetus. Terakhir jarak galaksi ini sudah ditetapkan pada tahun 2011. Warna pink yang bercahaya memperlihatkan formasi bintang aktif. Foto dari ESO pada sisi kanan galaksi terlihat lebih tipis


Berita terkait
Galaksi MAMBO-9 memecahkan rekor baru yang dapat di amati oleh astronom. Karena jaraknya dari Bumi dan mendekati 13 miliar tahun cahaya, dan salah satu galaksi terjauh yang dapat diamati. Kalau ditanya seperti apa jarak itu. Usia alam semesta 13,7 miliar tahun, tepatnya baru 970 juta tahun setelah alam semesta lahir.

Coma Cluster atau satu kluster galaksi raksasa berada di konstelasi Coma Berenices. Tapi bisa terlihat dengan teleskop ukuran besar kelas amatir. Posisinya berada di antara rasi leo dan Bootes, dan paling mudah dilihat pada musim semi dan musim panas. Nasa menyebut banyak kumpulan kota galaksi, tapi disana ditemukan kumpulan bintang yatim yang terlepas dari galaksi induknya



Galaksi J1430+1339 atau Teacup yang jaraknya 1,1 miliar tahun cahaya, astronom mengatakan di galaksi tersebut kemungkinan tidak akan terbentuk bintang baru lagi. Karena inti black hole sangat besar sedang menarik gas dan melontarkan jet dari kebutuhan gas untuk pembentukan bintang

Galaksi NGC 4676 adalah dua galaksi kecil, disebut juga galaksi Tikus (Mice). Keduanya berada di konstelasi Coma Berenices yang jaraknya 290 juta tahun cahaya dari Bumi. Mungkin sekarang, kedua galaksi sudah bergabung menjadi satu galaksi utuh

Galaksi  IC 559 sebuah galaksi yang tidak teratur, tidak berbentuk silinder atau piring. Terlihat masih berantakan, dan berwarna biru dan terang dengan cahaya bintang. Cahaya biru tersebut adalah gas dan debu sebagai cikal bakal dari pembentukan bintang baru.

Galaksi dengan nomor NGC 1433 memiliki cahaya ditengah yang menyala. Tidak semua galaksi memiliki lubang hitam yang besar, sehingga bintang di tengah galaksi bisa aman dan tetap bercahaya. Bila galaksi memiliki lubang hitam sangat besar, seperti ini yang terlihat

Astronomi kali ini menampilkan sebuah foto galaksi payung atau setidaknya berbentuk payung di sisi galaksi utama. NGC 4651 memiliki bagian buntut yang tertinggal, bagian tersebut sebenarnya sampah dari tabrakan 2 galaksi yang terjadi.



Galaksi NGC 4258 jaraknya 23 juta tahun cahaya. Disana terlihat seperti kembang api, ada lubang hitam memakan gas disana.  Galaksi 4258 disebut juga M106, memiliki bentuk spiral seperti Bima Sakti. gambar 4 teleskop untuk mendapatkan satu gambar lengkap

Kita mungkin bertanya, apakah mungkin di sebuah galaksi ada 2 black hole. Atau mungkin saja 3 black hole. Beberapa tahun lalu astronom menditeksi karakteristik spektrum ganda yang memuncak dari jantung AGN di SDSS J1502 1115, disana ada 3.

Ruang angkasa adalah ruang waktu. Begitu jauh melihat, begitu jauh cahaya yang ditangkap oleh camera. Salah satunya sebuah bintang 1404191 yang meledak dan tertangkap oleh teleskop khusus sebagai cahaya sinar gamma. Tercatat sebagai GRB 140419A




No popular articles found.
< /body>