Bila manusia benar pindah ke Mars, mungkin mereka yang beragama Islam akan dilarang untuk pergi kesana.

Kelompok pemimpin di Uni Emirat Arab mengeluarkan keputusan bahwa umat Islam seharusnya tidak pergi ke planet Mars.

Sebelumnya penemuan robot Curiosity rover yang sedang menjelajah di planet Mars. Telah mendapatkan tanda bila adanya air di tanah planet Mars.

Selain cairan, disana juga ditemukan gas klorin beracun. Memang ada tanda tanda bila di tanah Mars terdapat cairan, tetapi belum pasti bisa diminum atau cairan es disana muingkin berbeda dibanding di Bumi

Bila saat ini ada yang pergi ke planet Mars dan tinggal disana. Koloni manusia harus tinggal di ruang isolasi, dan keluar dengan baju pelindung.

Artinya mereka yang ingin tinggal disana hanya berada di dalam kubah pelindung, dan mengunakan baju astronot atau baju anti radiasi untuk keluar dari kubah.

Jangan berharap berjalan jalan di planet Mars seperti di Bumi.

Walau posisi Mars lebih jauh dari matahari, planet ini terkena radiasi tinggi dari cahaya matahari. Singkatnya, planet Mars tidak memiliki pelindung magnetik seperti Bumi.

Kondisi planet Mars sekarang ini sangat buruk bagi kesehatan manusia. Selain itu radiasi yang tinggi dapat membuat manusia sakit, udara disana sangat dingin dibawah 0 minus derajat.

Bila manusia berada di lingkungan radiasi di planet Mars. Tanpa baju pendukung hidup dan penahan radiasi yang masuk ke planet Mars, manusia hanya bertahan hidup dalam hitungan bulan.



Bila sakit ceritanya lebih merepotkan, tidak ada pertolongan karena berada di planet Mars. Dan jangan berharap ada bantuan datang dari bumi. Jangan berharap pulang cepat ke bumi untuk mendapatkan perawatan medis.

Dengan teknologi saat ini setidaknya butuh berbulan bulan bantuan baru sampai ke Mars, bahkan untuk pulang ke Bumi.



Awal larangan umat Muslin dilarang ke pergi ke planet Mars, disebabkan adanya organisasi yang mengaku mampu mengirim manusia (astronot) ke planet Mars adalah badan MarsOne.
Badan tersebut mencari puluhan astronot untuk pergi dengan satu kali jalan. Artinya tidak pulang ke Bumi lagi, melainkan menetap di planet Mars selamanya

Seperti kata dari badan yayasan MarsOne, dunia Muslim memiliki tradisi yang kaya dengan eksplorasi. Ayat di Quran mendorong umatnya untuk pergi dan melihat tanda tanda ciptaan yang Maha Kuasa.
Seperti wisatawan muslim dari Maroko Ibn Battuta di abad ke 13 melakukan perjalanan ribuan km, atau setara berkeliling di 44 negara modern sekarang. Dari Rusia, Afghanistan, India, Maladewa, Indonesia, Vietnam, Filipina dan Tiongkok.

Tunggu dulu, badan tersebut boleh saja mengatakan seperti itu. Sayangnya ucapannya hanya karangan dari penyelengara Mars One.

Himbawan yang diumumkan oleh General Authority of Islamic Affairs and Endowment (GAIAE) yang mengeluarkan keputusan tersebut dengan alasan "resiko terlalu besar bagi manusia".
Alasan tersebut lebih masuk akal dibanding ada badan yang mau mengirim dan mendanai orang pergi ke planet Mars.

Bagaimana dengan program MarsOne yang akan memindahkan beberapa orang untuk mendirikan koloni kecil di Mars. MarsOne sangat menghormati keputusan GAIAE, tapi berharap GAIAE untuk membatalkan Fatwa ijin perjalanan. Mereka bisa menjadi Muslim pertama yang menyaksikan ciptaan Tuhan.

Agaknya susah bila ingin pindah ke Mars bagi astronomi Muslim. Karena sudah jelas permintaan GAIAE meminta bagi mereka yang beragama Islam tidak perlu pindah ke Mars sekarang. Alasannya sudah jelas dan tertulis di Quran dan planet Mars masih berbahaya bagi manusia. Sementara badan amal MarsOne selalu memberikan ucapan berbeda.

Program astronot Mars One sudah dibuka dimulai sejak 2013 dan ribuan orang telah mendaftar. Media internet sempat heboh dengan berita penipuan tersebut.
Tahun 2015 mencari kandidat 100 astronot dengan 50 pria dan 50 wanita

  • Mengunakan nama MarsOne
  • Pendanaan dari badan privasi di Belanda (katanya)
  • Mengunakan nama organisasi - Mars One and Interplanetary Media Group
  • Dana nantinya didapat dari iklan TV yang menayangkan mereka yang tinggal di planet Mars.

Dibawah ini tampilan website MarsOne.

Program MarsOne mengirim manusia ke Mars dan tinggal di planet Mars


Sekarang kita perlu bertanya. Darimana badan MarsOne mampu mendanai semuanya. Jangan jangan hanya euphoria sesaat, atau program ini memang benar dilakukan.
Sampai akhirnya diketahui yayasan ini hanya penipuan saja di internet. Tujuannya untuk menimbulkan sensasi, siapa pelakunya apakah mereka bersalah. Tidak jelas

Badan antariksa internasional sekelas Nasa Amerika dan ESO Eropa yang sudah berpengalaman, belum menyiapkan astronot untuk pergi ke planet Mars. Baru melakukan persiapan dari studi, simulasi dan dampak psikologi, kejiwaan yang diuji coba di puncak gunung Hawaii.

Program kedua dari 6 ilmuwan juga dilakukan mulai Januari 2017 (update), dan mereka tinggal di dalam kubah selama 8 bulan. Membuat lingkungan di sebuah kubah, dimana orang yang menjadi sukarelawan untuk tinggal berbulan bulan seperti simulasi di planet Mars yang dingin. Itupun baru langkah percobaan, dan tujuannya nanti bukan untuk tinggal di planet Mars. Tapi evaluasi dari manusia bila berada ditempat yang sangat dingin, dan menganalisai manusia bila berada di tempat yang jauh dari orang lain dalam waktu lama.

Badan GAIAE mengkhawatirkan bila proyek MarsOne bisa berjalan, tapi kurang persiapan. Sampai akhirnya terungkap proyek MarsOne hanyalah penipuan dan mendaak menghilang dari berita.
Sejak tahun 2014 heboh, situs MarsOne masih ada sampai tahun 2017

Update GAIAE mengkonfirmasi tidak jelasnya berita di media.
Fatwa yang diberitakan GAIAE tidak berhubungan dengan urusan manusia pergi ke Mars. Keputusan berdasarkan perjanjian kaum Ulama : Accordingly, the Committee issued the following answer: "based on the texts and agreements of scholars, it is not permissible to travel to Mars and never to return if life is not possible there and the expectation of death is more than the possibility of life, due to this action exposing one to self-destruction." 

Informasi ini lebih singkat dan jelas. Artinnya, bila manusia pergi ke Mars akan beresiko menghadapi meninggal lebih besar dibanding hidup di planet Mars. Khususnya perjalanan yang diselengarakan oleh badan antariksa yang tidak jelas dan tanpa persiapan matang. Resiko seperti ini yang dilarang badan GAIAE. Bila orang mau pergi ke Mars lalu meninggal disana, untuk apa.

Bagaimana dengan proyek MarsOne. Seorang yang mendaftar dan bercerita, dia di wawancari karena sebagai calon astronot untuk pergi ke Mars. Tapi hanya sekali itu saja, dan tidak mendapat kabar lebih lanjut dari organisasi MarsOne.

Begitulah cerita berita yang sempat mengemparkan dunia antariksa dan internet dan masyarakat di bodohi oleh media internet. Mengaku siap mengirim manusia dengan sekali jalan, dan tinggal serta membangun koloni manusia baru di planet Mars. Ternyata hanya karangan yang membombastis. Selanjutnya mereka menghilang tanpa jejak.