Mengunakan roket biasa untuk perjalanan ruang angkasa, sepertinya sukar dilakukan.

Tabung besar untuk tangki bahan bakar, belum tentu cukup untuk perjalanan yang cukup lama berbulan bulan bahkan bertahun tahun

Nasa baru saja mengkonfirmasi teknologi roket dengan daya dorong microwave bisa dilakukan.



Tahun 2014 diumumkan sebuah teknologi pendorong roket di ruang angkasa.

Dikembangkan dengan teknologi EmDrive, inovasi ilmuwan Inggris Roger Sawyer mengatakan hal tersebut bisa.

Tim peneliti pergi ke Tiongkok dan membangun satu roket pendorong ternyat bisa bekerja walau masih menghasilkan energi dorong yang kecil.


Sebelumnya badan antariksa Amerika Nasa menolak, karena roket dengan teknologi relativitas tidak mungkin dilakukan karena ada momentum kekekalan. Tapi kemungkinan teknik ini bisa dibuat.

Roket konvensional mengunakan ledakan untuk bahan bakar untuk mendorong pesawat.
Teknologi EmDrive mengunakan gelombang mikro yang dilontarkan dari wadah tertutup untuk menciptakan daya dorong.
Artinya alat tersebut dapat dipasang pada satelit dan hanya membutuhkan panel surya sebagai sumber listrik.

Di Tiongkok, mereka baru berhasil membuat roket dengan kekuatan 720mN. Masih belum cukup untuk memindahkan sebuah satelit di ruang angkasa.

Nasa dengan ilmuwan Amerika Guido Fetta membangun Thruster microwave yang disebut Cannae Drive dan sudah dipamerkan pada konferensi Propulsion dan belum digunakan secara umum.

Ini bukan teknologi baru. Demo pertama dibuat tahun 2003 dengan ukuran kecil dan kekuatan 16mN. 2007 dari institusi Rusia membuat eksperiman micro satelit Jubilee tanpa roket konvensional. Dari Tiongkok sudah melakukan riset sejak tahun 2008, dan terakhir 2010 dengan kekuatan 72g.

November 2015. Sekarang Nasa mengatakan EM Drive kemungkinan bekerja, dan dapat digunakan sebagai pendorong di ruang hampa udara di antariksa.

Bila teknologi EMdrive dapat dikembangkan untuk pendorong pesawat ruang angkasa, dan memberikan daya dorong yang cukup.
Dengan roket pendorong EM Drive pesawat dapat pergi ke Mars hanya 70 hari, bahkan ke Pluto cukup 18 bulan.
Dengan teknologi konvensional, sebuah pesawat ruang angkasa harus mengunakan daya dorong antar planet. Dengan sistem slingslot atau memanfaatkan gravitasi antar planet.

Laboratorium Nasa Eagle Work mengatakan EM Drive atau Electromagnetic Drive merubah daya listrik menjadi kelombang microwave dan ditembakan ke cerobong tertutup berbentuk kerucut.

Menyebabkan partikel microwave mengarah ke permukaan datar di cerobong roket akan menghasilkan daya dorong.

Teknologi ini masih diperdebatkan, karena hukum Newton mengatakan momentum EM Drive tidak dapat bekerja sebagai pendorong ke satu arah. Dan bahan pendorong harus keluar ke arah berlawanan, sedangkan EM Drive mengunakan sistem tertutup.
Apakah teknologi EMdrive dapat dimanfaatkan sebagai roket pendorong nantinya, atau hanya berhenti di laboratorium percobaan.