2014 Februari
Berita di media TV mengatakan pihak kepolisian baru menangkap kelompok pembobol ATM yang di kendalikan dari Kanada. Mereka mengirim alat skimmer ke Indonesia dengan memasukan ke dalam mainan anak anak sehingga tidak terditeksi kata Dir Pidsus Brigjen Kamil Razak.

3 tersangka ada di Indonesia, dan tinggal di jalan Parung Km19 pada 1 Juli dan 1 lagi tertangkap di Bogor 2 Juli. Mereka memasang alat skimmer di ATM bank Mandiri di rumah sakit Cipto Jakarta, Arion Plasa, Plaza Senayan dan tempat istirahat di Sentul. Dari data yang diambil lalu dikirim ke Kanada, lalu dikirim kembali kartu bodong dari Kanada dalam bentuk kloning. Mereka yang di Kanada juga menarik dana disana. Sindikat ini kabarnya sudah menarik dana 1,5 miliar dan kurir di Indonesia mendapatkan 120 juta. Tapi diperkirakan jumlahnya lebih dari angka tersebut, diperkirakan sudah mencapai 3,9 miliar. Kasus ini terungkap dari CCTV di Senayan City dan Sentul.

Perubahan peletakan alat skimmer dan camera sudah berbeda. Alat skimmer sudah di disain dengan bentuk lebih canggih. Mirip seperti mulut kartu di ATM biasa. Camera tidak lagi ditempatkan di samping box brosur, tapi di langit ruang ATM. Melihat teknologi alat skimmer ini, terlihat masih tertinggal dari teknik baru dari berita sebelumnya. Karena alat skimmer yang baru sudah terintegrasi dengan camera, keyboard untuk mengambil nomor PIN bahkan tidak perlu dicabut kembali oleh pelaku. Dan penjahat tinggal meremote untuk mengambil data via ponsel. Dan baterai di perangkat skimmer dapat bekerja lebih lama.

Salah satu veteran pencuri adalah Wilfred Rose, menceritakan mengapa banyak orang pintar tertarik membobol mesin ATM. Mesin skimmer di ATM yang baru bisa aktif berbulan bulan tanpa terditeksi. Bila ditemukan, mustahil menemukan siapa pelakunya. Karena mereka sudah pergi.

Contoh alat skimming di era 2013.



Masuk akal apa yang diceritakan Wilfred. Uangnya sangat besar untuk bisa dicuri. Dan sekarang sudah ada mesin 3D printer yang dapat membuat plastik tiruan. Tinggal menutup bagian di bagian mulut kartu mesin ATM, maka bentuknya tidak bisa dikenali lagi.

Lalu dimana mesin ATM yang lebih aman. Melihat informasi yang ditemukan oleh pihak kepolisian Indonesia, penjahat lebih banyak menaruh di ruang ATM dimana tidak bisa dilihat banyak orang ketika mereka memasang alat skimming. Mungkin lebih aman mengambil uang di mesin ATM yang terlihat orang seperti mesin ATM gerai mini market atau di ATM Mall dengan ruang terbuka. Ruang ATM yang dikira aman malah disana para penjahat menaruh alat skimming.

Update tutup mesin ATM dengan kartu pembaca di alat skimmer.



Nomor pin diambil tanpa mengunakan camera, tapi ditanam langsung ke tombol pad keyboard mesin ATM



2016 Februari
Satu lagi penemuan penyadap nomor PIN dan kartu ATM. Yang ini bukan alat skimmer, melainkan langsung disadap dari kabel.
Krebs Security melaporkan alat baru dapat dipasang di kabel mesin ATM NCR dan mesin Diebold yang dipasangkan camera.

Kabel langsung disadap melalui kabel ethernet untuk menyadap data kartu ATM, untuk digunakan pelaku dapat mengandakan kartu. Satu alat lain untuk dipasang di keyboard PIN dan data di tramisi ke satu alat berbeda

Bila melihat mesin ATM yang berdiris sendiri dengan bentuk kabel seperti ini, curigai sudah mengunakan alat penyadap / skimmer terbaru.

Alat skimmer teknik baru dengan menyadap di kabel ethernet

2017 September
Trends Micro menyatakan serangan membobol ATM tidak lagi mengunakan alat skimmer.
Tren terbaru menginfeksi sistem computer dengan mengirim phishing ke email admin. Lalu mencuri data , dan membobol jaringan ATM.
Proses selanjutnya me-remote mesin ATM dan mengambil uang kas.
Teknik lain mengunakan USB dan menginfeksi malware, dan malware akan menginfeksi mesin ATM dan sistem dapat di perintah dengan remote. Membuat peretas dapat mengambil uang kas dari mesin ATM.

Trend MIcro bekerja sama dengan badan European Cybercrime Center (EC3), untuk mempelajari serangan jaringan ATM yang berubah.
Di Thailand pada tahun 20016, hacker mencuri 12 juta baht atau $350.000 dari 21 mesin ATM.  Dan 10.000 mesin ATM disana memang memiliki kelemahan.

Peretas gunakan malware infeksi jaringan ATM