Stroke di usia 29 tahun
Jennie Cosh seorang mahasiswa jurusan jurnalistik terserang stroke ketika sedang makan bersama orang tuanya. Baru berumur 29 tahun sudah di diagnosa mengalami stroke

Gejala stroke yang dialami ketika makan malan dengan gejala sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, suhu badan tinggi Ketika dia hendak bergerak, kaki kanannya sulit digerakan. Walau sudah meminum obat aspirin, sakit kepalanya tetapi gejala terus terjadi. Akhirnya orang tuanya membawanya ke dokter.

Jennie kaget setelah dia di diagnosa mengalami stroke. Kata dokter beruntung sempat minum aspirin sehingga darahnya lebih encer. Jennie tidak menyangka bahwa dia bisa terserang stroke dalam usia muda. Dan penyakit stroke bisa menyerang siapa saja, termasuk kalangan muda.

Jennie mengatakan dia hidup sehat, tidak merokok, tidak minum dan tidak mengunakan narkoba. Sekarang dia sudah kembali ke rumah untuk proses pemulihan. Dia telah memperoleh kembali 70% kondisi tubuh di sebelah kanannya. Jennie bukan sendiri sebagai kalangan muda yang sehat tetapi bisa mengalami stroke. Atlit Paralimpiade Mel Nicholls sudah 3x terkena stroke, padahal umurnya baru 30an. Popstar Jessie bahkan mengalami stroke pada usia 18 tahun.

Stroke di usia 32 tahun
Tahun 2015 seorang pemuda bangun jam 4 pagi. Menyadari keseimbangannya tidak ada lagi. Dia membangunkan temannya Mali dan pergi ke UGD di kota Vermont.
Esoknya dia pulang dan di diagnosa migrain. Tapi ketika pulang, ditempat parkir dia mengalami muntah. Keseimbangannya memburuk. Dan 8 jam kembali lagi dibawa ambulan dan masuk ke ruang emergency rumah sakit yang sama.
Setelah semalaman mengalami cegukan, muntah dan vertigo yang tidak terkendali. Dia dipindahkan ke rumah sakit Baystate Massachusetts. Diagnosa terakhir menderita stroke, menginap 1 minggu di rumah sakit. Pengujian serangkaian test, penyembuhan dan belajar kembali untuk berjalan.
Beruntung dia dikelilingi 2 rekan dan profesional medis.

Kejadian langkah bagi pria yang baru berusia 32 tahun terkena stroke. Sebagian besar orang terkena stroke rata rata di usia 64 tahun. Tidak ada tanda peringatan, tidak ada penyebab yang diketahui oleh dokter.

Stroke terjadi ketika otak kekurangan oksigen. Tanpa oksigen maka sel otak tidak akan hidup. Menyebabkan rasa lumpuh dan mati di wajah dan mulai kesulitan berbicara.
Amerika memiliki riwayat 795 ribu orang terkena stroke pertahun. Tapi di kalngan muda pria, angkanya sangat kecil sekitar 0,2% dari rentang 20-39 tahun.



Masalah masih berlanjut. 2 minggu kemudian dia mengalami maslaah untuk berjalan, suara lumpuh sebagian. Lengan kanan tidak terlalu baik untuk di kontrol. Efek pertama seperti pusing, vertigo, dan cegukan masih dirasakan. Untuk menelan saja menjadi sangat sulit.

Uniknya dia memiliki keluarga di bidang medis. Orang tuanya dan sebagian keluarga banyak bekerja di bidnag medis. Dan memiliki 180 tahun pengalaman kesehatan. Total biaya mencapai $50.000, beruntung dia hanya membayar $3.000 dan sisanya dari asuransi.

Informasi dari ahli Samadi MD.com

Hati hati dengan resiko terkena serangan jantung, dan hanya yang mengkaitkan terkena serangan jantung akibat merokok, diabetes, tekanan darh tinggi, obesitas dan kurang berolahraga.

Tetapi ada faktor lain yang mudah diketahui, sebaiknya dihindari oleh kita. Dibawah ini hal yang harus dihindari agar seseorang tidak terkena serangan jantung mendadak.

Penyakit jantung dan stroke umur 20 tahun sudah terkena

Tiba tiba terasa berat
Kita sering mendengar mereka yang berolahraga mendadak terkena serangan jantung. Atau orang yang bekerja berat secara dadakan juga terkena serangan jantung.
Ada yang bersepeda tapi dalam waktu jangka panjang tidak melakukan aktivitas tersebut, mendadak melakukan aktivitas sepeda jarak jauh.
Intinya aktivitas fisik yang tiba tiba dilakukan lebih berat dari aktivitas biasa dapat menyebabkan serangan jantung kepada seseorang.
Bukan saja membawa barang berat, membersihkan tanah di depan rumah, tapi sampai bermain game.
Siapa yang beresiko, orang yang tidak terbiasa berolahraga dan memiliki faktor resiko penyakit jantung harus menghindari aktivitas tersebut.

Emosi yang kuat
Kondisi tertentu akibat dari stres, kemarahan berlebih atau kesedihan mendalam dapat menyebabkan serangan jantung. Ketika kita melihat sebuah kejutan yang tidak baik, maka denyut jantung dan tekanan darah dapat naik tiba tiba.
Setiap hari seseorang mungkin tidak pernah kelewati hal terebut. Dan mendadak muncul sebuah emosi yang berlebihan, disanalah gejala serangan jantung dapat muncul

Kondisi tersebut dinamakan Takotsubo cardiomyopathy atau Broken heart syndrome. Gejala ini dapat menyebabkan gagal jantung mendadak, diperkirakan akibat arteri yang kejang. Untuk pencegahan dapat diberikan obat sampai masalah berlalu dan gejala tersebut menghilang sendiri.

Makan banyak berlebihan di hari raya
Umumnya terjadi di negara dengan 4 musim. Seperti hari raya Thankgiving dimana masyarakat barat mengkonsumsi makanan berlebih dari seharusnya.
Kebiasaan makan besar mendadak dalam beberapa hari dapat memicu serangan jantung.
Dalam kondisi tertentu dapat memicu serangan jantung.
Alasannya, makanan meningkatkan kadar hormon epinefrin yang dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.

Kondisi medis lain.
Seseorang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung dapat terkena dalam kondisi medis lain.


Rheumatoid arthritis, lupus, dan gangguan penyakit radang lain dapat menyebabkan radang pada pembuluh darah.
Preeclampsia ketika seorang wanita hamil, selama kondisi hamil dapat meningkatkan tekanan darah lebih tinggi.
Gestational Diabetes, juga dapat meningkatkan resiko serangan jantung
Sleep Apnea, resiko terkena serangan jantung sampai 30%
Radiasi pada bagian dada kiri, dapat menganggu bagian jantung.

Informasi tentang penyakit jantung diatas diberikan oleh ahli Urologi Dr Samadi yang terlatih.

Olahraga membuat jantung lebih sehat.
Usia, semakin berumur maka jantung menjadi lebih kecil dan kurang fleksibel serta tidak efisien mengolah okssigen.
Tanda awal di mulai pada 50 tahun atau awal 60 tahun. Mereka yang tidak berolahraga akan mengalami lebih cepat.
Jantung menjadi lebih kaku, kata Dr Ben Levine ahli jantung University of Texas Southwestern Medical.
Bayangkan karet gelang, awalnya lentur dan fleksibel. Letakan di dalam lemari selama 20 tahun, apa yang terjadi, rapuh dan kering.
Hal yang sama seperti jantung dan pembuluh darah. Kekakuan dapat memburuk. Dari sesak napas, gagal jantung, ketidakmampuan jantung mempompa secara efektif ke paru paru dan seluruh tubuh.

Mereka yang sudah setengah baya. Dr Ben mengatakan jantung dapat dipulihkan dari penuaan bila berolahraga.

Studi Dr Ben mengambil secara acak dari 52 relawan dan mereka dibagi menjadi 2 selama latihan 2 tahun.
Kelompok pertama melakukan latihan non-aerobik, dasar yoga, keseimbangan dan latihan beban selama 3x seminggu.
Kelompok lain diberikan pelatih, olahraga intensitas rendah selama 4 atau lebih setiap minggu.
2 tahun berlalu, mereka yang melakukan intensitas lebih tinggi mendapatkan peningkatan dramatis kesehatan jantung.
Kami mengambil relawan yang sudah berusia 50 tahun, dan jantungnya kembali seperti usia 30-35 tahun. Jantung mereka memproses oksigen lebih efisien dan menjadi lebih fleksibel.
Mereka yang melakukan kegiatan olahraga tapi intensitas kurang, jantung mereka tidak berubah.

Tingkatnya 4x4, 1 menit intensitas sedang dan 3 menit istirahat dan selanjutnya. Jadi dapat dimulai dari sekarang.
+ Info Ahajournals.org

Serangan jantung dapat menyerang mereka yang hidup gaya sehat.

Dean Mercer juara Ironman meninggal di usia 47 tahun. Gaya hidup sehat namun jumlah orang Australia meingkat dan resiko terkena serangan jantung tanpasebab yang diketahui.
Studi baru European Journal of Preventive Cardiology melaporkan 3 dari 10 pasien yang dirawat karena serangan jantung di rumah sakit Royal North Shore Sydney sejak 2006-2014, tidak memiliki faktor dengan kebiasaan buruk seperti kolesterol, tekanan darah tinggi, atau merokok.
Hasil sementara, resiko terkena serangan jantung sejak tahun 2006 memiliki angka 11%, tapi meningkat 2x lebih 27% dalam 8 tahun kemudian.

Data 16 tahun yang dibuat studi berdasarkan 280 ribu pasien terkena serangan jantung di Swedia. Faktor eksternal adalah suhu udara ternyata dapat menyebabkan serangan jantung.
Menurun selama musim panas, tapi meningkat selama musim dingin kata Dr Mohammad

Professor Tom Buckley ahli jantung dari Universitas Sydney mengatakan masuk akal dengan menambahkan literatur luas dengan faktor lin gkngan yang berkonstribusi terhadap serangan jantung. Karena pembuluh darah tidak melbar ketika cuaca lebih dingin dan terjadi peningkatan denyut jantung, ditambah beban ekstra pada tubuh.
Hal lain yang meningkatkan serangan jatung adalah infeksi saluran pernapasan serius. Dapat menyebabkan seseorang mendapatkan serangan jantung

Mengapa kalangan muda semakin banyak terkena stroke

Seorang yang usianya 28 tahun. Mereka mengatakan saya terkena stroke, tapi saya tidak percaya itu.
3 tahun lalu dia berusaha mengingat kata kata setiap hari, tempat dilemari dan belajar menmulis. Yang iya ingat ketika mengkonsumsi obat kolesterol setiap hari untuk mencegah stroke lain.
Dokter mengatakan ada pembekuan darah terbentuk di kaki, lalu berjalan melalui jantung dan ke otak.



Dia mengatakan tidak pernah mengukur berapa jumlah koleterol, karena dia merasa masih muda dan tidak perlu mengkhawatirkan itu. Saya tidak merokok, dan tidak memiliki resiko terkena stroke.
Tetapi ada yang dilupakan adalah tinginya kolesterol dan tekanan darah serta gula, dan tidak pernah memeriksa diri mereka ke dokter.

Sebuah badan kesehatan memberikan angka baru. Sejak 20 tahun lalu, kalangan dewasa yang terindikasi stroke terus meningkat. Studi dari JAMA Neurology mengatakan meningkatnya pasien rawat inap dibawah 45 tahun.
Wanita dari usia 18-34 tahun naiak 31,8 %. Setara dari 10.000 pasien, 4 adalah kalangan dewasa berdasarkan data 2003-2004. Naik menjadi 5,8 per 10.000 pasien rawat inap di tahun 2011-2012.
Wanita di usia 35-44 juga naik signifikan menjadi 30$, atau 27,6 per 10.000 pasien rawat inap, menjadi 35,8 pasien dari 10.000.

Perbedaan serangan jantung, stroke dan gagal jantung
Ketiga penyakit tersebut terlihat memiliki sumber yang sama.

Tetapi serangan jantung tidak sama dengan gagal jantung.

Serangan jantung terjadi ketika satu arteri utama tersumbat. Membuat jantung tidak mendapatkan aliran darah yang cukup kata ahli jantung Cardiovascular Health universitas Columbia. Diakibatkan penumpukan plak di arteri, yang pecah dan membentuk pembekuan darah sampai menghalangi aliran darah.
Terasa sakit di dada, sesak napas, rasa sakit yang menyebar ke tangan, mati rasa, atau kesemutan di bahu. Karena terkait dengan penyumbatan aliran darah.
Biasanya lebih mudah diobati dengan membuka aliran darah dengan obat, atau kateterisasi dan menempatkan stant jika parah.

Gagal jantung, ketika jantung berhenti sepenuhnya, atau memiliki irama berbahaya. Kadang gagal jantung disebabkan dari serangan jantung. Atau sebab lain seperti sepsis, trauma, emboli paru, infeksi sampai masalah irama jantung.
Seseorang dapat pingsan, pusing kata Dr Doshi. Kondisi disini hanya CPR dan kejut listrik untuk memulai kembali detak jantung seseorang.

Direktur Electrophysiology jantung Saint Jhon Health Center Shephai Doshi mengatakan dengan gambaran lebih mudah di mengerti
Serangan jantung masalah dari saluran darah ke jantung
Gagal jantung adalah korsleting listrik di jantung.

Stroke
Dibagi menjadi 2, iskemik dan hemoragik.
Ischemic stroke, ketika penggumpalan darah menutup aliran darah ke otak kata ahli saraf Amil Sachdev MD asisten profesor pengobatan Neuromuskulra univesritas Michigan. Bila otak tidak mendapatkan suplai darah, otak akan mati.

Hemorrhagic Stroke, gejala stroke meliputi sakit kepala tiba tiba, parah, mati rasa, atau lemah tiba tiba. Kadang seseorang memiliki gejala seperti sulit untuk bicara, kebingungan, dan mengalami masalah dalam penglihatan kata Lisa Ber dari koordinasi stroke badan kesehatan Baltimore Mercy
Pengobatan tergantung kondisi seseorang.
Ischemic Stroke, maka dokter perlu mendapatkan lokasi pembekuan darah dengan tindakan TPA
Hermorrhagic Stroke, kuncinya adalah pengendalian darah. Dalam arti mengeluarkan pengencer darah dari tubuh dan mengendalikan tekanan darah. Setidaknya dibutuhkan waktu 1 tahun kata Dr Sachdev.

Menariknya, resiko stroke sebenarnya menurun bagi orang dewasa, atau setidaknya mereka yang sudah melewati usia dewasa. Tetapi mereka lebih melakukan pemeriksaan rutin.