Kapal perusak Iowa adalah kapal perang paling mematikan di Pasifik selama perang dunia ke II.

USS Iowa adalah yang terbesar, disusul USS New Jersey, USS Missouri dan USS Wisconsin yang aktif di armada laut Amerika.

Tetapi hanya satu dari beberapa kapal perusak dengan keunikan tersendiri yaitu kapal USS Iowa.

Kapal dengan kode BB 61 memiliki kemampuan berbeda dibanding seluruh kapal perusak milik Amerika.

Walau kapal perang USS Iowa masuk kapal tua di era 1950an. Kapal ini mampu melontarkan peluru meriam nuklir yang ditembakan langsung dari laras meriam.

Sekarang kapal perang ini sudah pensiun di  2006 dan dipajang tahun 2011.

Persenjataan utama kapal perang Iowa ada pada 9 laras meriam 16 inch / 406mm meriam.

Dari seluruh laras meriam, 3 laras khusus yang beratnya 108 ton. Yang ini dapat menembakan peluru meriam khusus sampai sejauh 32km.

Satu tipe peluru meriam dengan senjata nuklir diberi kode W19. Dikembangkan lagi menjadi peluru W23. Dibuat untuk ukuran laras meriam 406mm.

Peluru W19 dan W23 memiliki daya ledak setara 15-20 kilo ton bom TNT dan dipoerlukan pendorong yang berat ratusan kg di bagian belakang peluru.

Berbeda dengan meriam moderm, peluru dan pendorong disatukan dalam satu peluru. Ketika perang duna ke II, peluru besar dipisah dengan pendorong dan bagian peluru.

Agar lebih ringan ketika dimasukan ke laras meriam secara manual.

Peluru meriam nuklir MK23

Generasi kedua W23 di produksi 1956, kabarnya hanya 50 peluru saja yang dibuat.

Pengembangan peluru meriam nuklir kembali di lanjutkan ke generasi MK 9 dan MK 19 untuk ukuran laras 280mm. Beruntung peluru jenis ini tidak pernah mengambil peran dalam peperangan dan ada di gudang persenjataan sampai 1962.

Jarak tembakan mencapai jarak 32km, di era sekarang mungkin tidak terlalu jauh. Tapi bisa dibayangkan apa yang terjadi, bila seluruh peluru dibawa kapal perang an ditembakan ke garis musuh, tinggal dikalikan 50x 15k ton TNT. Tentu daerah yang mendapat ledakan meriam nuklir akan rata dihantam.

Daya ledaknya tidak terlalu besar dibanding bom nuklir dan bom hidrogen modern yang umumnya memiliki kekuatan diatas 500.000 TNT. Bahkan kekuatannya jauh lebih kecil dibanding bom thermo nuklir buatan Rusia yaitu Tzar dengan kekuatan 25 juta ton TNT .

Walau daya ledak peluru tersebut realatif lebih kecil, peluru nuklir akan membuat masalah setelah jatuh di medan perang. Pastinya musuh akan teriak "cape deh" dan berusaha lari bila beruntung atau terkena radiasi panas ledakan bom. Setiap tembakan salvo dari kapal tersebut mampu melontarkan 2 peluru setiap menit. Mungkin peperangan akan berakhir sangat singkat bila kapal Iowa sudah datang di medan pertempuran.

Kemampuan meriam khusus inilah yang membuat kapal USS Iowa sebagai kapal perusak paling berbahaya ketika itu.

Karena satu satunya kapal perang yang dapat menembakan artileri nuklir. Pihak angkatan laut Amerika selalu menolak bila ditanyakan peluru yang satu ini, katanya tidak ada peluru nuklir untuk kapal ini.

Di era 80an, kapal perang ini menganti persenjataan senjata mesin anti pesawat. Dengan memasang 32 rudal Tomahawk dan 16 rudal Harppon.



Dilibatkan dapal perang dunia ke II.
Membom kota Jepang, adalah masa tugas terbesar dari kapal Iowa dari tahun tahun 1945 sampai 1952.

Masuk di perang Korea 1953 sampai 1957. Bertugas di NATO tahun 1984 sampai 1989.

Setelah runtuhnya Soviet di era 1990an, Amerika memangkas anggaran perang. Termasuk kapal ini tidak diaktifkan sementara waktu alias nongkrong di markas.

Sebelum pensiun, kapal ini terlibat perang di Korea, Pasifik, laut Jepang,  Jayapura - Papua, laut Filipina, Guam. Sempat diparkir kembali sampai tahun 1982 dan kembali di moderniasi pada tahun 1982-1984, menganti senjata mesin anti pesawat udara dengan rudal AGM 84 Harppon dan Tomahawk sesuai era rudal.

Kapal ini pernah mengalami tragedi pada tahun 1989. Ketika sebuah ledakan menghancurkan bagian meriam nomor 2 dan menewaskan 47 awak. Kabarnya ada sabotase dari awak kapal yang mengalami stress. S

Sementara di perbaiki, USS New Jersey mengantikan posisi USS Iowa ke Lebanon. Setelah USS Iowa diperbaiki, kapal tidak lagi masuk ke jajaran angkatan laut. Tapi langsung pensiun dan disiapkan sebagai kapal museum.