SSD mengunakan chip NAND Flash, memiliki usia pemakaian.

Chip SSD memiliki degradasi, semakin banyak di write maka chip akan lebih cepat menurun kemampuannya sampai sel chip rusak.

Umur SSD dihitung dengan menurun setelah beberapa kali menulis / write data. Bukan Read tapi Write data yang perlahan akan menurunkan umur pemakaian chip SSD.
Menjadi pertanyaan berapa lama dan berapa kali chip ditulis sampai melemah dan rusak.

Rata rata SSD mampu bertahan sampai 600TB kali di tulis. Walau data ini mewakili rata rata kemampuan SSD seluruhnya, Techreport melakukan test dengan menulis berulang kali ke 6 model SSD. Pada test semua berjalan baik sampai mencapai 600TB. Bahkan Samsung 840 di kelas budget SSD mampu bertahan sampai 900TB.

Ada bagian menarik dari test ini. Bila harddisk rusak, yang terjadi data hilang total. Dimulai kerusakan mekanik dan lengan harddisk gagal membaca piring platter. Akhirnya harddisk tidak dapat bekerja lagi.

Berbeda dengan SSD, sel di chip yang rusak akan permanen terjadi. Tetapi tidak merusak semua data yang ada, kecuali kerusakan pada controller chip. \
Kerusakan terjadi hanya di bagian tertentu dimana sel chip sudah mengalami kerusakaan. SSD akan mengalami kelambatan menuju akhir hidupnya. Sedangkan chip lain tetap berjalan untuk menyimpan data. Untuk sel chip yang rusak dapat ditandai oleh software dari produsen agar bagian sel yang rusak tidak digunakan lagi.



Drive SSD modern rata rata mampu menangani kerusakan data dengan Firmware. Dan memberitahu ke pemakai bila ada data yang tidak bisa di simpan kedalam SSD. Bila terjadi kerusakan sel pada chip SSD, penguna akan mendapatkan peringatan.

Menurut pengujian Tech Report, dari 6 sampel SSD yang diuji coba. Corsair Neutron GTX SSD mampu bertahan melewati 1000TB, Samsung 840 Pro dan Kingston HyperX 3K di posisi kedua dan ketiga dan masih mampu bekerja setelah melewati test 700TB dari pengujian 256GB SSD. Kapasitas pengujian disamakan dengan menulis 28000x dari seluruh kapasitas SSD. Bila SSD dibuat untuk menulis sampai penuh setiap hari, dan tidak di defrag. Umur SSD sangat lama bekerja, walau dibeberapa bagian terjadi kerusakan sel chip dan sampai semua sel benar benar mati dan SSD tidak bisa digunakan lagi.

Intel 335 menjadi pertama sesuai batas yang ditentukan. Kingston HyperX 3K terus bertahan sampai perlahan rusak. Kedua SSD memberikan peringatan adanya sel yang rusak di dalam SSD dan meminta penguna menyiapkan data cadangan. Samsung 840 mati mendadak dengan kesalahan Uncorrectable.
Test dari Techreport hanya mengulas kemampuan SSD dalam penulisan data, termasuk model MLC dan TLC (Samsung).

Juni 2017
Sebuah merek SSD murah mampu memiliki umur panjang. Sampai 9.1PetaByte melampaui spesifikasi Samsung 8540 Pro.
Ternyata SSD murah bukan hanya murah, tapi daya tahan yang tidak kalah kuat kata sebuah review media dari Jerman.

Pada tanggal 23 Juni 2016 mulai di uji, dan pengujian mengunakan beberapa model SSD, termasuk Crucial BX200, OCZ Triton 150, Samsung 750 EVO, Samsung 850 Pro, Sandisk Extreme Pro dan Sandisk Ultra II.
Unit yang di test mengunakan rata rata kapasitas 250GB.
Setelah satu tahun berjalan, SSD kelas pro dan terakhir yang bertahan menulis sampai 9PB
Sebelumnya satu SSD Samsung 850 Pro yang diuji tapi dijual lebih mahal, memiliki 3D MLC NAND akhirnya rusak sebelum menyentuh angka 9.1PB. Spesifikasi daya tahan SSD Samsung 850 Pro hanya tertulis 150TB write, tapi hasil pengujian membuktikan daya tahannya puluhan kali lebih lama.
Sandisk Extreme Pro mencapai 2.2PB.

Seperti perkiraan sebelumnya SSD TLC yang dibuat dengan chip lebih ekonomis, murah tapi terkendala dengan daya tahan lebih lemah dibanding MLC. SSD 3D TLC memang lebih cepat rusak, walau memiliki daya tahan diatas rata rata dari test pabrikan.
2 unit Crucial BX200 mulai rusak setelah mencapai 187TB dan 280TB
Samsung 750 Evo paket hemat mencapai 1,2PB atau setara 1.200TB
Kingston HyperX 3K 240GB bertahan sampai 850TB write sebelum memindahkan sel yang rusak dan bertahan sampai 2,1PB
Samsung 850 Pro bertahan sampai 600TB dan memindahkan sektor yang rusak dan tetap bekerja sampai 2,4PB
Samsung 840 Pro 256GB, bertahan normal sampai 400-800TB, dan memindahkan sektor yang rusak sampai 2,4PB

SSD memang lebih mahal dari harddisk. Tapi lebih aman, karena tidak mengunakan komponen mekanik. Bila harddisk bekerja terlalu panas, atau jatuh, bisa saja harddisk rusak total. Seperti kerusakan dibagian lengan / arm harddisk atau bagian head harddisk. SSD tidak memiliki 2 komponen yang penting seperti harddisk. Bekerja mengunakan chip, dari controller chip dan storage dalam bentuk chip NAND Flash.

Seandainya seseorang mengunakan penulisan data sebanyak 40GB setiap hari, maka kerusakan SSD sampai kapasitas 187TB dari hasil test terburuk untuk daya tahan SSD.
187TB setara 187.000GB. Dengan membagi 40GB write setiap hari. Hasilnya 4675 hari, tinggal di bagi 365 hari maka SSD dapat bertahan sampai 12,8 tahun minimum. Artinya SSD baru rusak setelah 13 tahun